KPU DKI: Di Apartemen Itu "Banjir" Daftar Pemilih Tambahan

Kompas.com - 16/02/2017, 13:42 WIB
Pasien memberikan hak suaranya langsung di TPS 15 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017). Karyawan maupun pasien bisa memberikan hak suara di RSCM dengan menggunakan surat pindah memilih atau formulir A5. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESPasien memberikan hak suaranya langsung di TPS 15 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017). Karyawan maupun pasien bisa memberikan hak suara di RSCM dengan menggunakan surat pindah memilih atau formulir A5.
Penulis Nursita Sari
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Jumlah pemilih di apartemen yang menggunakan e-KTP atau surat keterangan (suket) pada pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta dalam daftar pemilih tambahan atau DPTb, Rabu (15/2/2017), membeludak. Hal ini terjadi karena mereka tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).

"Saya kemarin kaget, di apartemen itu banjir DPTb, kaget saya. Kami kesulitan melakukan pendataan di apartemen, ini akhirnya," ujar Komisioner KPU DKI Jakarta Pokja Pemutakhiran Data Pemilih Moch Sidik, Kamis (16/2/2017).

Pada saat pemutakhiran data pemilih dilakukan, petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) kesulitan mendata penghuni apartemen. Padahal, KPU DKI sudah berkoordinasi dengan pengelola apartemen dan Dinas Perumahan DKI Jakarta.

"Karena memang kami udah teriak-teriak dengan pengelola, dengan pemerintah, dengan persatuan penghuni, dibuka saja mana warga DKI yang tinggal di sini, jangan ditutup-tutupi, orang untuk kepentingan menyelamatkan hak pilih dia," kata dia.

Oleh karena masih hanya pengelola apartemen yang tidak memberikan akses, akhirnya banyak pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT. Sementara itu, saat mereka menjadi DPTb dengan membawa e-KTP atau surat keterangan, surat suara yang tersedia habis.

Sebabnya, surat suara yang tersedia hanya sejumlah DPT ditambah 2,5 persen surat suara tambahan dari DPT per TPS.

"Di lapangan, yang namanya DPTb tidak semuanya tercatat karena persoalan kehabisan surat suara, apalagi dia datang setelah pukul 13.00, maka ditutup itu TPS," ucap Sidik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompas TV Kemeriahan pelaksanaan Pilkada tidak hanya dirasakan warga, di Jakarta sejunmlah tokoh termasuk Presiden Joko Widodo ikut memberikan suaranya pada Pilkada Jakarta kali ini.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.