Djarot: Drainase Vertikal untuk Tanggulangi Banjir Sudah Dilakukan

Kompas.com - 17/02/2017, 13:17 WIB
Kompas.com/David Oliver Purba Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat meninjau pedagang Pasar Senen di Jakarta Pusat, Selasa (14/2/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, ide calon gubenur DKI nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan, untuk membuat drainase vertikal sudah dilakukan Pemprov DKI. Djarot memaknai drainse vertikal yang dimaksud Anies sebagai sumur resapan.

"Kalau sumur resapan itu sudah dari dulu. Biopori, sumur resapan, ditambah ruang terbuka biru itu kami bangun embung, pengerukan sungai. Sekarang juga sudah banyak," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (17/2/2017).

Djarot mengatakan, sumur resapan biopori akan menyimpan air hujan yang turun. Menurut Djarot, gerakan menabung air semacam ini sudah dilakukan sejak satu tahun lalu. Namun, proses pembuatan sumur resapan membutuhkan waktu dan belum selesai sepenuhnya.

"Ini sudah lama banget tapi kan ini butuh proses, butuh waktu," kata Djarot.


Djarot mengatakan, Pemprov DKI juga mengoptimalkan drainase horisontal. Di beberapa tempat di wilayah Jakarta Timur, masih ada kali yang belum diturap (sheet pile). Djarot mengatakan normalisasi kali pun harus terus dilakukan.

Berkat sejumlah uapaya itu, dia mengatakan banjir di Jakarta kini sudah berkurang.

"Tapi sekarang sudah jauh berkurang drastis dan kami selalu cek apakah ada yang mengungsi atau tidak, Alhamdulillah kemarin tidak ada," ujar Djarot.

Anies sebelumnya menawarkan penanggulangan banjir melalui program drainase vertikal.

"Artinya, aliran ke laut saja belum cukup. Tetap dimasukkan ke bumi (tanah), dan bumi di Jakarta memerlukan air. Ke depan, drainase vertikal, bukan drainase horizontal," kata Anies.

Dengan cara itu, menurut dia, volume air ke sungai bisa berkurang karena air sudah masuk ke tanah sebelum mengalir ke sungai. Terkait penanggulangan banjir, Anies mengatakan bahwa pihaknya tetap akan menambah jumlah tanggul. Ia juga menilai perlunya menambah luas situ agar bisa menampung volume air lebih besar.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorEgidius Patnistik
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Final Piala Indonesia, The Jakmania Padati Area Gelora Bung Karno

Final Piala Indonesia, The Jakmania Padati Area Gelora Bung Karno

Megapolitan
Kronologi Versi Pertamina, Kebakaran Truk Bukan karena Sopir Mengantuk

Kronologi Versi Pertamina, Kebakaran Truk Bukan karena Sopir Mengantuk

Megapolitan
Ini Alasan Anies Gelar Lebaran Betawi di Monas

Ini Alasan Anies Gelar Lebaran Betawi di Monas

Megapolitan
Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Aroma Bensin Masih Tercium di Lokasi

Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Aroma Bensin Masih Tercium di Lokasi

Megapolitan
Kepala Truk Pertamina yang Terbakar Selesai Dievakuasi, Gerbang Tol Rawamangun Dibuka

Kepala Truk Pertamina yang Terbakar Selesai Dievakuasi, Gerbang Tol Rawamangun Dibuka

Megapolitan
Anies, Lulung, hingga HNW Ikut Lebaran Betawi di Monas

Anies, Lulung, hingga HNW Ikut Lebaran Betawi di Monas

Megapolitan
Ada Persija Vs PSM Makassar, Ini Rekayasa Lalin hingga Kantong Parkirnya

Ada Persija Vs PSM Makassar, Ini Rekayasa Lalin hingga Kantong Parkirnya

Megapolitan
Truk Pertamina Tabrak Pembatas Tol Hingga Terbakar, Sopir Diduga Mengantuk

Truk Pertamina Tabrak Pembatas Tol Hingga Terbakar, Sopir Diduga Mengantuk

Megapolitan
Ada Evakuasi Kepala Truk Pertamina, Arus Lalin Jalan Jendral Ahmad Yani Padat

Ada Evakuasi Kepala Truk Pertamina, Arus Lalin Jalan Jendral Ahmad Yani Padat

Megapolitan
Truk Pertamina Bermuatan 32.000 Liter Terbakar Setelah Tabrak Pembatas Tol

Truk Pertamina Bermuatan 32.000 Liter Terbakar Setelah Tabrak Pembatas Tol

Megapolitan
Evakuasi Kepala Truk Pertamina yang Terbakar, Gerbang Tol Rawamangun Ditutup Sementara

Evakuasi Kepala Truk Pertamina yang Terbakar, Gerbang Tol Rawamangun Ditutup Sementara

Megapolitan
Tabrak Pembatas Jalan Tol, Bagian Kepala Truk Pertamina Jatuh ke Jalur Arteri

Tabrak Pembatas Jalan Tol, Bagian Kepala Truk Pertamina Jatuh ke Jalur Arteri

Megapolitan
Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Hanya 2 Lajur yang Bisa Dilalui di Lokasi

Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Hanya 2 Lajur yang Bisa Dilalui di Lokasi

Megapolitan
Ini Kronologi Kebakaran Truk Pertamina yang Juga Bertabrakan dengan Calya

Ini Kronologi Kebakaran Truk Pertamina yang Juga Bertabrakan dengan Calya

Megapolitan
Dalam Satu Jam, Petugas Padamkan Kebakaran Truk Pertamina yang Tabrakan dengan Calya

Dalam Satu Jam, Petugas Padamkan Kebakaran Truk Pertamina yang Tabrakan dengan Calya

Megapolitan
Close Ads X