Apa Kata Kasatpol PP soal Spanduk Bela Ulama yang Masih Terpasang

Kompas.com - 20/02/2017, 13:34 WIB
Kasatpol PP DKI Jakarta Jupan Royter KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERAKasatpol PP DKI Jakarta Jupan Royter
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) DKI Jakarta, Jupan Royter, berkomentar tentang banyaknya spanduk bela ulama yang belum juga ditertibkan. Padahal perintah untuk menertibkan spanduk-spanduk itu sudah ada sejak Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono masih menjabat sebagai Plt Gubernur DKI.

Jupan mengatakan, pihaknya melakukan langkah persuasif terlebih dahulu tiap kali melakukan penertiban spanduk.

"Kan kami selalu menggunakan pendekatan humanis dan persuasif. Tidak mungkin kami main hantam begitu saja. Supaya tidak ada gejolak," kata Jupan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (20/2/2017).

Jupan mengatakan bisa saja Satpol PP langsung menurunkan spanduk-spanduk yang tidak berizin. Namun hal itu tidak akan mengedukasi masyarakat. Dia khawatir nantinya warga akan kembali sembarangan memasang spanduk.

Jupan ingin anggotanya mencari tahu terlebih dahulu siapa yang memasang spanduk-spanduk itu. Setelah itu, anggotanya akan memberi pemahaman bahwa memasang spanduk tidak boleh sembarangan.

"Kalau sekarang, kami cari siapa yang pasang, lalu kamu kasih kesadaran bahwa ini enggak bagus. Kan itu lebih elegan ya, itu yang mau kami edukasi ke masyarakat," kata Jupan.

Jupan mengatakan, teknik seperti itu juga dilakukan dalam penertiban atribut kampanye. Dia mengatakan selama ini tidak ada yang memprotes langkah Satpol PP menurunkan atribut kampanye cagub dan cawagub DKI. Hal itu karena Satpol PP menggunakan pendekatan yang persuasif.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

Megapolitan
Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Megapolitan
Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Megapolitan
Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Megapolitan
Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Megapolitan
Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Megapolitan
3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

Megapolitan
Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Megapolitan
Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Megapolitan
JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

Megapolitan
Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Megapolitan
Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

Megapolitan
Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X