Kompas.com - 21/02/2017, 10:19 WIB
Hasil hitung cepat (quick count) Litbang Kompas Pilkada DKI Jakarta, 15 Februari 2017. Ini merupakan hasil final atau 100 persen dari total 400 sampel TPS. KOMPASHasil hitung cepat (quick count) Litbang Kompas Pilkada DKI Jakarta, 15 Februari 2017. Ini merupakan hasil final atau 100 persen dari total 400 sampel TPS.
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com
—Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai melakukan komunikasi politik dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017. Namun, partai ini menyatakan belum menentukan dukungan ke salah satu pasangan calon.

"Kami akan intensifkan komunikasi politik dengan partai pendukung kedua pasangan calon," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Lukmanul Khakim, kepada Kompas.com, Senin (20/2/2017).

(Baca: Sekjen PKB: Pilkada Bukan Hanya tentang Jakarta)

Lukmanul mengatakan, pertemuan perdana dengan PDI-P berlangsung pada Senin petang. Hadir dalam pertemuan itu, sebut dia, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto.

Menurut Lukmanul, pertemuan perdana kedua partai selepas putaran pertama Pilkada DKI Jakarta ini menjajaki berbagai kemungkinan untuk putaran kedua hajatan tersebut. Namun, ujar dia, komunikasi politik serupa juga akan PKB bangun dengan partai pendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Lukmanul menambahkan, PKB berharap dalam waktu sepekan atau dua pekan ke depan sudah akan ada titik terang yang akan PKB dukung dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Muhaimin, kata dia, dalam pertemuan itu juga menyampaikan akan berkomunikasi dengan kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

Saat ini, ujar Lukmanul menirukan Muhaimin, dukungan kalangan NU ke pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno masih sama-sama kuat.

Dihubungi terpisah, Hasto menyebutkan pertemuan berlangsung pada Senin sore hingga petang. Dia pun mengatakan, dalam pertemuan itu belum ada keputusan strategis terkait dukungan untuk putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

"Kami terus membangun politik ketuk pintu, tapi belum ada keputusan apa pun dibuat dalam pertemuan sore tadi," kata Hasto, lewat pembicaraan telepon, Senin malam.

Menurut Hasto, kedua partai membahas berbagai agenda strategis dalam pertemuan itu, tak hanya soal Pilkada DKI. Bagaimana pun, ujar dia, PKB dan PDI-P sama-sama partai pengusung Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Soal pilkada pun, lanjut Hasto, tak hanya putaran kedua Pilkada DKI Jakarta yang mereka bahas tetapi juga rencana pelaksanaan pilkada serentak pada 2018. Menurut dia, kedua partai sepakat untuk memastikan kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara tetap kondusif dalam pesta-pesta demokrasi ini.

"Khusus untuk Pilkada DKI Jakarta, kami lihat dulu tahapan pemilu yang dijalankan KPU DKI, termasuk pengumuman resmi hasil pemungutan suara dan siapa yang maju ke putaran kedua," kata Hasto.

Pilkada DKI Jakarta telah berlangsung pada Rabu (15/2/2017) diikuti tiga pasangan calon. Dari hasil quick count dan real count yang ada, diperkirakan Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran, yang baru dapat dipastikan setelah ada keputusan dan penetapan dari KPU DKI Jakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Megapolitan
2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Megapolitan
Resmi, Street Race Kabupaten Bekasi di Meikarta Akan Digelar Februari

Resmi, Street Race Kabupaten Bekasi di Meikarta Akan Digelar Februari

Megapolitan
Konvoi Mobil Mewah Berhenti di Tol untuk Sesi Dokumentasi, Langsung Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah Berhenti di Tol untuk Sesi Dokumentasi, Langsung Ditegur Polisi

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Depan Balai Kartini yang Tewaskan 1 Sopir...

Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Depan Balai Kartini yang Tewaskan 1 Sopir...

Megapolitan
Dua Orang Awak Angkut Bandara Asal China Diperiksa Usai Bawa Kargo Tanpa Pemberitahuan

Dua Orang Awak Angkut Bandara Asal China Diperiksa Usai Bawa Kargo Tanpa Pemberitahuan

Megapolitan
Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster di DKI Jakarta

Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster di DKI Jakarta

Megapolitan
Kecelakaan antara Dua Truk di Jalan Gatot Soebroto, Satu Sopir Tewas

Kecelakaan antara Dua Truk di Jalan Gatot Soebroto, Satu Sopir Tewas

Megapolitan
Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Polisi Ringkus Pelaku

Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Polisi Ringkus Pelaku

Megapolitan
Rute Transjakarta Ciputat-Tosari Akan Beroperasi Senin-Jumat pada Jam Sibuk

Rute Transjakarta Ciputat-Tosari Akan Beroperasi Senin-Jumat pada Jam Sibuk

Megapolitan
Mulai Senin, Rute Transjakarta Ciputat-Tosari Kembali Beroperasi

Mulai Senin, Rute Transjakarta Ciputat-Tosari Kembali Beroperasi

Megapolitan
Pasien yang Diduga Meninggal akibat Varian Omicron Sempat Dirawat Intensif Dua Hari

Pasien yang Diduga Meninggal akibat Varian Omicron Sempat Dirawat Intensif Dua Hari

Megapolitan
Menyoal Kenaikan 5,1 Persen UMP DKI Jakarta 2022

Menyoal Kenaikan 5,1 Persen UMP DKI Jakarta 2022

Megapolitan
Minta Masyarakat Waspada Penularan Omicron, Wagub DKI: Tidak Boleh Anggap Enteng

Minta Masyarakat Waspada Penularan Omicron, Wagub DKI: Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.