Banjir Jakarta dari 1872 hingga 2015

Kompas.com - 21/02/2017, 11:09 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) mengunjungi kawasan terendam banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Senin (20/2/2017). Banjir kerap terjadi menyusul meluapnya Kali Sunter yang melintasi Cipinang Melayu, ditambah, curah hujan yang tinggi sepanjang hari kemarin. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) mengunjungi kawasan terendam banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Senin (20/2/2017). Banjir kerap terjadi menyusul meluapnya Kali Sunter yang melintasi Cipinang Melayu, ditambah, curah hujan yang tinggi sepanjang hari kemarin.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir di Jakarta tak bisa disangkal bahwa persoalan banjir dan genangan sudah menjadi serupa mitos keabadian. Dalam catatan Litbang Kompas, misalnya, ada sejumlah bencana besar terkait urusan air ini setidaknya sejak 1872.

1872
Banjir besar gara-gara hujan turun dengan curah 286 milimeter, menyebabkan Ciliwung meluap, pintu air di depan lokasi yang sekarang menjadi masjid Istiqlal jebol. Kota Tua terendam, mulai dari kawasan Harmoni.

1977
Ini banjir terbesar setelah 1872. Banjir merendam sebagian wilayah Jakarta dengan ketinggian rata-rata 70 sentimeter (cm), bahkan di Karet, Guntur, dan Taman Mini sampai tiga meter. Kawasan Monas jadi kolam raksasa.

1994
Hujan tiga hari sejak 6 Januari 1994 memunculkan lagi banjir dan genangan berketinggian 20 cm hingga 1 meter. Di Pulogadung, air setinggi 1 meter menggenangi permukiman.

1996
Hujan turun sepekan pada Januari 1996. Ini pernah disebut sebagai banjir terburuk setelah 1980-an.

1999
Rasio debit Ciliwung sudah jauh dari angka ideal 1 meter kubik pada musim kemarau dan 40 meter kubik pada musim hujan (rasio 1:40). Rusaknya bantaran di sepanjang Ciliwung dari Bogor sampai Jakarta, membuat rasio debit Ciliwung menjadi 1:540.

2002
Banjir di Jakarta ditegaskan kembali sebagai akibat dari kesalahan tata ruang. Akibat banjir pada tahun ini, 365.000 penduduk mengungsi dan jatuh 21 korban jiwa.

2007
Pada 2007, banjir membuat sentra ekonomi tutup, lalu lintas terputus, dan sekolah diliburkan. Listrik mati dan ratusan penerbangan domestik maupun internasional batal. Selama empat hari, Jakarta lumpuh total. Korban tewas 60 orang akibat terseret arus air atau tersengat aliran listrik, 320.000 warga mengungsi, dan kerugian sampai Rp 4,3 triliun.

WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA Sejumlah kendaraan melintasi banjir yang menggenangi Jalan Gunung Sahari Raya, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (17/1/2014). Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak pagi, membuat jalan tersebut tergenang dan diperparah sistem drainase yang kurang baik.
2013
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, tahun 2013 banjir melanda 720 RT, 73 kelurahan, dan 31 kecamatan dari total 44 kecamatan di DKI Jakarta. Kerugian ditaksir mencapai Rp 20 triliun.

KOMPAS / LASTI KURNIA Banjir di kawasan bundaran air mancur di samping Patung Arjuna Wiwaha, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (9/2/2015). Curah hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah tempat di ibu kota terendam banjir. KOMPAS / LASTI KURNIA
2015
Banjir dan genangan masih berlimpah di 36 lokasi di Jakarta sampai menyebabkan perjalanan angkutan massal terganggu.

Sumber: Laporan Jakarta Kota Sungai, Harian Kompas; Batavia Kota Banjir, Alwi Shahab

Kompas TV Diguyur hujan deras selama beberapa jam. sejumlah kawasan di jakarta terendam banjir. Drainase yang buruk menyebabkan terjadinya banjir. Diantaranya kawasan kemang, pemukiman warga di cipinang, melayung, jakarta timur, dan kawasan kemper, jakarta utara.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

Megapolitan
Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Megapolitan
Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Megapolitan
Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Megapolitan
Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Megapolitan
Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Megapolitan
3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

Megapolitan
Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Megapolitan
Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Megapolitan
JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

Megapolitan
Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Megapolitan
Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

Megapolitan
Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X