Ahok Ingin Ada Bioskop di Terminal Pulogebang, Perwakilan Otobus Minta Panti Pijat

Kompas.com - 23/02/2017, 18:05 WIB
Suasana Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (24/1). Hingga kini belum semua bus yang keluar Jakarta (area Jawa) pindah operasi ke Terminal Terpadu Pulo Gebang. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan batas waktu hingga 28 Januari agar semua bus jurusan ke luar Jakarta area Jawa pindah ke Terminal Terpadu Pulo Gebang. Kompas/Wawan H Prabowo Suasana Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (24/1). Hingga kini belum semua bus yang keluar Jakarta (area Jawa) pindah operasi ke Terminal Terpadu Pulo Gebang. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan batas waktu hingga 28 Januari agar semua bus jurusan ke luar Jakarta area Jawa pindah ke Terminal Terpadu Pulo Gebang.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diketahui tengah mewacanakan penyediaan bioskop di Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

Hal itu dilontarkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansyah saat menghadiri acara diskusi bertema "Kesiapan dan Transmisi Terminal Pulogebang", di Hotel Borobudur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2017).

Menurut Andri, adanya wacana penyediaan bioskop di Terminal Pulogebang merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI untuk mengefektifkan kembali terminal tersebut.

"Pak Gubernur waktu Senin sore bilang gini, 'Pak Andri, gimana kalau kita sediain bioskop di Terminal Pulogebang. Sediain film paling bagus, paling top. Disubsidi Rp 10.000'," kata Andri.

Menurut Andri, timnya sedang menjajaki wacana tersebut. Namun, saat melontarkan wacana dari Ahok itu, para perwakilan dari perusahaan otobus yang ikut hadir dalam acara diskusi tampak merespons negatif.

"Lebih laku panti pijet kali, Pak," ujar salah seorang di antaranya.

Adapun diskusi bertema "Kesiapan dan Transmisi Terminal Pulogebang" itu diselenggarakan oleh Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

Diskusi tersebut turut dihadiri jajaran Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), para ahli transportasi, pengurus Organda, dan perwakilan dari perusahaan-perusahaan otobus.

Pada kesempatan itu, Andri mengakui Terminal Terpadu Pulogebang dulunya dibangun tanpa kajian yang matang. Hal itulah yang dinilainya menjadi penyebab bermasalahnya terminal tersebut.

Meski demikian, ia menyatakan, Pemerintah Provinsi DKI akan berupaya memaksimalkan penggunaan terminal tersebut agar bisa berfungsi sesuai tujuan pembangunannya.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X