Kompas.com - 25/02/2017, 14:16 WIB
Variasi outlet penjaja makanan dari kontainer di wisata kuliner Southbox Prapanca, Jakarta.  Foto diambil 22/2/2017. KOMPAS/RIZA FATHONIVariasi outlet penjaja makanan dari kontainer di wisata kuliner Southbox Prapanca, Jakarta. Foto diambil 22/2/2017.
|
EditorAmir Sodikin

KOMPAS - Di kawasan Jakarta dan sekitarnya, semakin banyak kita temui kreasi arsitektur dari peti kemas atau kontainer. Tangan-tangan terampil telah mengubah kotak-kotak besi itu menjadi penginapan, kafe, kantor, bahkan sekolah.

Di kawasan Jakarta Selatan, misalnya, sebuah kompleks pujasera atau foodcourt bernama Southbox memanfaatkan peti kemas yang didesain menjadi kedai-kedai menarik. Ada meja kursi nyaman tempat pengunjung duduk-duduk sembari menyantap makanan dan minuman yang ditawarkan.

“Suasananya unik, terutama untuk pengunjung berusia muda,” kata Andhika Tirta, Kepala Operasional Southbox.

KOMPAS/RIZA FATHONI Interior di restoran dari kontainer Container Grill, Serpong, Tangerang, Banten, 21-02-2017.
Sementara di Taman Buah Mekarsari, Cileungsi, kotak-kotak peti kemas itu diubah sedemikian rupa menjadi tempat penginapan keluarga bernama D’Cabin. Di bawah pepohonan dengan pemandangan danau, penginapan dari peti kemas itu memberikan pengalaman menginap luar ruangan yang menyenangkan.

“Peminatnya banyak. Biasanya satu keluarga menyewa dua atau tiga kontainer sekaligus untuk acara bersama,” kata Firman Setiawan, Marketing Communications Taman Buah Mekarsari.

KOMPAS/RIZA FATHONI Bangunan bertingkat Sekolah Master di kawasan Depok, Jawa Barat dibangun dari kontainer bekas. Foto diambil 24/1/2017.
Arsitek Budi Pradono menuturkan, sebenarnya tren penggunaan peti kemas untuk bangunan telah lama muncul. Semula peti kemas itu digunakan untuk tempat kerja sementara di proyek-proyek atau kerja-kerja lapangan.

“Orang memanfaatkannya karena murah dan mudah dibentuk sesuai kebutuhan,” katanya.

Sedang tren

Di luar negeri, tren pemanfaatan peti kemas atau rumah kontainer untuk bangunan di luar kantor sementara proyek sudah lama muncul. Sudah banyak pula warga yang memanfaatkannya sebagai rumah tinggal.

Sementara di Indonesa, tren penggunaan peti kemas untuk tempat usaha, kafe, atau sekolah baru muncul beberapa tahun belakangan ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

Megapolitan
Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Megapolitan
Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi 'Booster'

Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi "Booster"

Megapolitan
Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Megapolitan
Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Megapolitan
Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Megapolitan
Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Megapolitan
Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Megapolitan
Gudang di Tambora Kebakaran, Petugas Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Gudang di Tambora Kebakaran, Petugas Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Megapolitan
Sidang Kebakaran Lapas Tangerang, Kuasa Hukum Terdakwa Belum Tentu Hadirkan Saksi Meringankan

Sidang Kebakaran Lapas Tangerang, Kuasa Hukum Terdakwa Belum Tentu Hadirkan Saksi Meringankan

Megapolitan
Kans Kemenangan Anies Baswedan Dinilai Lebih Tinggi di Pilkada DKI Dibandingkan Pilpres

Kans Kemenangan Anies Baswedan Dinilai Lebih Tinggi di Pilkada DKI Dibandingkan Pilpres

Megapolitan
4 Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Tak Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

4 Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Tak Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.