Adu Siasat Menghalau Banjir di Permukiman Padat

Kompas.com - 28/02/2017, 18:37 WIB
Aktivitas pengerukan Waduk Cimanggis di Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (23/2). Menurut Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, pengerukan Waduk Cimanggis adalah solusi untuk antisipasi luapan Kali Cipinang yang sebagian besar bantarannya sudah penuh rumah. KOMPAS/HENDRA A SETYAWANAktivitas pengerukan Waduk Cimanggis di Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (23/2). Menurut Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, pengerukan Waduk Cimanggis adalah solusi untuk antisipasi luapan Kali Cipinang yang sebagian besar bantarannya sudah penuh rumah.
EditorEgidius Patnistik

Hampir 1,5 tahun ini, tembok setinggi 1 meter terpasang di tepi Sungai Cipinang di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Tembok dibangun pemerintah untuk mengurangi banjir. Apa daya, tembok yang belum sempurna itu tetap memberi celah air mencapai permukiman warga.

 "Ya masih banjir juga sekarang, tetapi enggak setinggi tahun-tahun lalu," kata Kursin (62), penjahit pakaian, akhir tahun lalu. Tokonya terpisahkan jalan selebar sekitar 1,5 meter dari tembok sungai itu.

Sepanjang 2016, kata Kursin, banjir satu kali menggenangi jalan di depan tokonya. Namun, banjir setinggi 50 sentimeter itu tak masuk ke toko. Toko itu sudah ditinggikan 60 cm dari jalan pada 1992 atau 14 tahun setelah ia membuka toko di situ.

Pembuatan tanggul juga dilakukan swadaya masyarakat. Salah satunya di RT 002 RW 002 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur. Di lokasi ini, warga membangun tanggul di sepanjang aliran Sungai Cipinang yang melintasi permukiman mereka.


Tanggul dibuat sekitar 2013. Inisiatif warga ini muncul karena batas sungai dengan jalan sangat tidak jelas jika air sungai meluap.

"Dulu, orang dan sepeda motor sering tercebur ke sungai. Sekarang batas jalan sudah jelas jadi lebih aman," kata Sekretaris RT 002 RW 002 Eddy Poerwono.

Untuk membuat tanggul, warga yang berjumlah 64 keluarga pada akhir 2016 itu swadaya mengumpulkan dana. Pembuatan tanggul itu menghabiskan Rp 6,5 juta. Sebelumnya, warga juga membebaskan lahan untuk pembuatan jalan di tepian sungai.

Di Kampung Rambutan, Sungai Cipinang juga pernah membuat banjir permukiman sekitarnya, termasuk merendam Jalan Tol Simatupang dan jalan menuju Terminal Kampung Rambutan.

"Sekarang tidak (banjir) lagi karena selain dilebarkan, sungai juga dikeruk sampai dalam. Gorong-gorong yang dekat jalan tol juga dibenahi. Rumah-rumah di sini, yang dihuni sekitar 1.000 keluarga, sudah dibebaskan," kata Mardi (53), warga RT 003 RW 006 Kelurahan Kampung Rambutan, Ciracas.

Dikepung permukiman

Sejumlah upaya pemerintah atau warga itu menunjukkan keinginan untuk bebas dari banjir. Di sisi lain, bantaran sungai dikepung permukiman sehingga setiap kali air sungai meluap berarti banjir ke rumah warga. Kondisi ini berbeda dengan masa lalu ketika bantaran sungai berupa kebun atau sawah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Megapolitan
Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Megapolitan
Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Megapolitan
Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Megapolitan
Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Megapolitan
Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Megapolitan
Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Megapolitan
Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Megapolitan
Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Megapolitan
Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Megapolitan
Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Megapolitan
Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Megapolitan
Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Megapolitan
Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Megapolitan
Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X