Kompas.com - 01/03/2017, 19:16 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat meresmikan Jakarta
Creative Hub. Adapun Jakarta Creative Hub merupakan wadah bagi para anak
muda untuk mengembangkan kreatifitasnya, Rabu (1/3/2017). Kompas.com/Kurnia
Sari Aziza
Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat meresmikan Jakarta Creative Hub. Adapun Jakarta Creative Hub merupakan wadah bagi para anak muda untuk mengembangkan kreatifitasnya, Rabu (1/3/2017). Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com —
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sempat memeragakan salam OK OCE seperti yang kerap diperagakan oleh calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno.

Ceritanya bermula saat wartawan menanyakan mengenai program Jakarta Creative Hub kepada Basuki atau Ahok, yang disebut serupa dengan program OK OCE milik Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Adapun OK OCE adalah One Kecamatan One Center for Entrepreneurship yang diusung Anies-Sandiga selama masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.

Basuki menyebut dirinya selangkah lebih maju dibanding Anies-Sandiaga karena telah membangun tempat untuk anak muda berkumpul dan mengembangkan kreativitasnya dalam berwirausaha.

"Ini bangun, soal siapa bangun duluan," kata Basuki, seusai meresmikan Jakarta Creative Hub, di Gedung Graha Niaga, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2017).

(Baca: Ahok Resmikan Jakarta Creative Hub)

Setelah mengucapkan itu, Basuki kemudian memeragakan OK OCE dengan jempol dan telunjuk membentuk huruf "O" dan diayunkan di depan dadanya. Aksi Basuki ini berlangsung cepat dan sekejap mata.

"Ini (Jakarta Creative Hub) OK OCE sesungguhnya. Iya, ini baru OK OCE sesungguhnya," kata Basuki sambil memeragakan gaya OK OCE.

Adapun Jakarta Creative Hub disebut Basuki seperti tempat kursus bagi anak muda yang ingin berwirausaha. Di sana juga tersedia pelatihan entrepreneurship dan craftsmanship dengan pakar-pakar industri kreatif sebagai pendampingnya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, ada beberapa ruangan di Jakarta Creative Hub yang terletak di lantai 1 Gedung Graha Niaga Thamrin. Ruangan itu ada yang dilengkapi dengan mesin jahit, mesin bubut, dan beberapa komputer.

Jakarta Creative Hub dibangun melalui pembiayaan pemenuhan kewajiban pengembang, yakni PT Singo Propertindo. Pembangunan dilaksanakan mulai November 2016 dan rampung pada Februari 2017.

(Baca: Sandiaga Ingin Ahok Tiru Konsep Pendidikan Anies)

Kompas TV Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, meninjau proyek pembangunan LRT di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ahok mengecek kesiapan LRT jelang perhelatan Asian Games 2018. Basuki disambut oleh Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Jakpro, Satya Heragandhi, dan para pejabat Pemprov DKI Jakarta. Ahok melihat papan yang menggambarkan progres pembangunan LRT koridor Kelapa Gading-Velodrome. Basuki juga melihat pembangunan arena balap sepeda dan pacuan kuda. Proyek LRT arena balap sepeda, dan arena pacuan kuda, dikerjakan oleh BUMD DKI Jakarta yakni PT Jakpro. Pembangunan tersebut untuk menunjang perhelatan Asian Games 2018. Jakarta akan menjadi tuan rumah bersama dengan palembang pada ajang Asian Games 2018 tersebut.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Warga: Sebelum Ini Saja Sudah Banyak yang Tak Pakai

Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Warga: Sebelum Ini Saja Sudah Banyak yang Tak Pakai

Megapolitan
Soal Aturan Teknis Lepas Masker di Area Terbuka, Pemkot Tangsel Tunggu Instruksi Mendagri

Soal Aturan Teknis Lepas Masker di Area Terbuka, Pemkot Tangsel Tunggu Instruksi Mendagri

Megapolitan
Hanyut Saat Berenang di Kali Perumahan Bekasi, Bocah Laki-laki Ditemukan Meninggal

Hanyut Saat Berenang di Kali Perumahan Bekasi, Bocah Laki-laki Ditemukan Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Beli Pompa Kuras Khusus untuk Pemeliharaan Sumur Resapan

Pemprov DKI Akan Beli Pompa Kuras Khusus untuk Pemeliharaan Sumur Resapan

Megapolitan
Daftar Alamat dan Kontak Posko Pengaduan PPDB Jakarta 2022

Daftar Alamat dan Kontak Posko Pengaduan PPDB Jakarta 2022

Megapolitan
Kesaksian Kakak hingga Adik Nirina Zubir, Ungkap Tokoh Figuran dalam Penggelapan Aset Sang Ibu

Kesaksian Kakak hingga Adik Nirina Zubir, Ungkap Tokoh Figuran dalam Penggelapan Aset Sang Ibu

Megapolitan
Bapak dan Anak Jadi Begal karena Kesulitan Ekonomi, Korbannya Ibu Muda di Tangerang

Bapak dan Anak Jadi Begal karena Kesulitan Ekonomi, Korbannya Ibu Muda di Tangerang

Megapolitan
Permintaan Dea 'Onlyfans' agar Tak Ditahan Kejaksaan karena Sedang Hamil

Permintaan Dea "Onlyfans" agar Tak Ditahan Kejaksaan karena Sedang Hamil

Megapolitan
Update 17 Mei: Tambah 11 Kasus Covid-19 di Tangsel, 125 Pasien Dirawat

Update 17 Mei: Tambah 11 Kasus Covid-19 di Tangsel, 125 Pasien Dirawat

Megapolitan
Update 17 Mei: Kasus Covid-19 di Depok Bertambah 8

Update 17 Mei: Kasus Covid-19 di Depok Bertambah 8

Megapolitan
Update 17 Mei: Tambah 8 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 59 Pasien Dirawat

Update 17 Mei: Tambah 8 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 59 Pasien Dirawat

Megapolitan
Jumlah Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Saat Warga Boleh Lepas Masker di Area Terbuka

Jumlah Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Saat Warga Boleh Lepas Masker di Area Terbuka

Megapolitan
Cara Aktivasi Akun PPDB Jakarta

Cara Aktivasi Akun PPDB Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Rencanakan Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Sungai Sepanjang 300 Meter pada 2023

Pemprov DKI Rencanakan Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Sungai Sepanjang 300 Meter pada 2023

Megapolitan
Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila, Kolonel Priyanto Dianggap Tak Punya Jiwa Sapta Marga

Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila, Kolonel Priyanto Dianggap Tak Punya Jiwa Sapta Marga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.