Kompas.com - 03/03/2017, 15:18 WIB
Calon penumpang tengah menunggu gerbong Kereta Rangkaian Khusus Wanita di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. PT KAI Komuter Jabodetabek (PT KCJ) mulai mengoperasikan Kereta Rangkaian Khusus Wanita yang terdiri dari 8 gerbong , Senin (1/10/2012).  WARTA KOTA/ANGGA BN Calon penumpang tengah menunggu gerbong Kereta Rangkaian Khusus Wanita di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. PT KAI Komuter Jabodetabek (PT KCJ) mulai mengoperasikan Kereta Rangkaian Khusus Wanita yang terdiri dari 8 gerbong , Senin (1/10/2012).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) memutuskan tidak akan menerapkan kebijakan tiket gratis untuk penyandang disabilitas. Vice President (VP) Komunikasi PT KCJ Eva Chairunisa menyatakan, hasil diskusi manajemen menyimpulkan bahwa harga tiket bukan problem mendasar yang dihadapi penumpang penyandang disabilitas.

"Sebenarnya gratis atau tidak (tiket) bukan problem yang paling mendasar. Karena tidak semua disabilitas itu kaitannya dengan kendala perekonomian yang tidak mampu beli tiket," kata Eva kepada Kompas.com, Jumat (3/3/2017).

Sebelumnya, saat menghadiri perayaan ulang tahun Pospera Tunarungu di kawasan Cipinang, Jakarta Timur pada 26 Februari lalu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyebutkan bahwa saat ini PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sudah memberikan fasilitas transportasi gratis untuk penyandang disabilitas yang naik bus transjakarta. Karena itu, Djarot mengusulkan agar PT KCJ melakukan kebijakan serupa kepada penyandang disabilitas yang menjadi pengguna KRL commuter line.

Namun menurut Eva, problem mendasar yang kini dihadapi penyandang disabilitas yang menjadi pengguna layanan transportasi bukan pada harga tiket tetapi ketersedian fasilitas yang bisa membantu mereka.

"Jadi bagaimana melengkapi fasilitas untuk pengguna disabilitas agar dapat semakin nyaman menggunakan transportasi publik. KCJ sedang fokus ke sana sejak tahun kemarin," ujar Eva.

Pada Mei 2017, PT KCJ menargetkan seluruh stasiun yang menjadi pemberhentian layanan KRL commuter line sudah dilengkapi dengan portable ramp. Portable ramp semacam alat berukuran sekitar 1×0,5 meter yang berfungsi mempermudah pengguna kursi roda naik dari peron ke atas kereta, ataupun sebaliknya.

Menurut Eva, penyediaan portable ramp merupakan komitmen pihaknya untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang penyandang disabilitas. Selain portable ramp, ia menyebut saat ini di stasiun-stasiun KRL juga sudah dilengkapi braile floor di sepanjang peron yang berguna jadi petunjuk bagi penumpang penyandang tuna netra.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyaluran Bansos Tunai 93.000 Warga Tangsel Terkendala Terbatasnya Petugas PT POS

Penyaluran Bansos Tunai 93.000 Warga Tangsel Terkendala Terbatasnya Petugas PT POS

Megapolitan
Menengok Masjid Babah Alun yang Dibangun Pengusaha Jusuf Hamka, Kental Nuansa Tionghoa

Menengok Masjid Babah Alun yang Dibangun Pengusaha Jusuf Hamka, Kental Nuansa Tionghoa

Megapolitan
Penyaluran Bansos Tunai Rp 600.000 di Tangsel Berjalan Lambat, Baru Selesai 7 dari 54 Kelurahan

Penyaluran Bansos Tunai Rp 600.000 di Tangsel Berjalan Lambat, Baru Selesai 7 dari 54 Kelurahan

Megapolitan
Aturan Makan 20 Menit di Jakarta: Pengawasan Tak Jelas Hingga Jadi Guyonan Warga

Aturan Makan 20 Menit di Jakarta: Pengawasan Tak Jelas Hingga Jadi Guyonan Warga

Megapolitan
Polisi Telusuri 2.000 Tabung Oksigen yang Diimpor secara Ilegal

Polisi Telusuri 2.000 Tabung Oksigen yang Diimpor secara Ilegal

Megapolitan
PC Fatayat NU Jaksel Bagikan 200 Paket Makanan untuk Pasien Covid-19 Isoman

PC Fatayat NU Jaksel Bagikan 200 Paket Makanan untuk Pasien Covid-19 Isoman

Megapolitan
Disperindagop Setor Data Pelaku Usaha di Kota Tangerang sebagai Penerima BPUM ke Pemerintah Pusat

Disperindagop Setor Data Pelaku Usaha di Kota Tangerang sebagai Penerima BPUM ke Pemerintah Pusat

Megapolitan
POPULER JABODETABEK] Aturan Terbaru Naik Pesawat | Kondisi Jakarta Setelah 3 Minggu PPKM Darurat

POPULER JABODETABEK] Aturan Terbaru Naik Pesawat | Kondisi Jakarta Setelah 3 Minggu PPKM Darurat

Megapolitan
UPDATE 27 Juli: Tambah 421 Kasus di Kota Tangerang, 6.972 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 27 Juli: Tambah 421 Kasus di Kota Tangerang, 6.972 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Oxygen For Indonesia Kumpulkan Rp 24 Miliar, Hasil Donasi Masyarakat dan Perusahaan Swasta

Oxygen For Indonesia Kumpulkan Rp 24 Miliar, Hasil Donasi Masyarakat dan Perusahaan Swasta

Megapolitan
Gerakan Bagi Rata Sudah Salurkan Lebih dari Rp 1 Miliar untuk Pekerja yang Terdampak Pandemi Covid-19

Gerakan Bagi Rata Sudah Salurkan Lebih dari Rp 1 Miliar untuk Pekerja yang Terdampak Pandemi Covid-19

Megapolitan
44,9 Persen Warga Kecamatan Tambora telah Divaksin Covid-19

44,9 Persen Warga Kecamatan Tambora telah Divaksin Covid-19

Megapolitan
5 Fakta Pembuat Surat Swab Palsu di Depok, Catut Nama Klinik hingga Cetak Puluhan Berkas

5 Fakta Pembuat Surat Swab Palsu di Depok, Catut Nama Klinik hingga Cetak Puluhan Berkas

Megapolitan
Patgulipat Revisi Statuta UI Berujung Tudingan Cacat Formil dan Materiil dari Dewan Guru Besar

Patgulipat Revisi Statuta UI Berujung Tudingan Cacat Formil dan Materiil dari Dewan Guru Besar

Megapolitan
UPDATE 27 Juli: 772 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 16 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Juli: 772 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 16 Pasien Meninggal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X