Kompas.com - 03/03/2017, 20:56 WIB
Pekerja Harian Lepas (PHL) Suku Dinas Tata Air Jakarta Pusat terlihat masuk ke dalam gorong-gorong. Hal itu dilakukan dalam rangka pencarian barang bukti terkait temuan bungkus kabel di gorong-gorong Jalan Medan Merdeka Selatan. Foto diambil Sabtu (5/3/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPekerja Harian Lepas (PHL) Suku Dinas Tata Air Jakarta Pusat terlihat masuk ke dalam gorong-gorong. Hal itu dilakukan dalam rangka pencarian barang bukti terkait temuan bungkus kabel di gorong-gorong Jalan Medan Merdeka Selatan. Foto diambil Sabtu (5/3/2016).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji melihat ada kekeliruan informasi yang diterima masyarakat mengenai satuan petugas yang membersihkan sungai-sungai di Jakarta.

Isnawa mengatakan, seringkali masyarakat mengira satuan petugas yang membersihkan sungai di Jakarta adalah petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU). Padahal, kata Isnawa, satuan yang membersihkan sungai-sungai adalah petugas harian lepas (PHL) dari Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air.

UPK Badan Air adalah unit yang berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.

"Terkadang PHL saya cemburu karena yang berhasil membersihkan sungai, waduk, danau sampai pesisir pantai dan laut di Kepulauan Seribu itu PHL UPK Badan Air Dinas Kebersihan, bukan PPSU," kata Isnawa kepada Kompas.com, Jumat (3/3/2017).

Baik PHL Dinas Kebersihan maupun PPSU memang mengenakan seragam berwarna oranye. Hal inilah yang ditengarai menjadi penyebab banyak orang mengira pasukan oranye yang membersihkan sungai adalah PPSU.

Berbeda dengan PHL Dinas Kebersihan yang lebih fokus pada masalah kebersihan, PPSU memiliki tugas lain selain membersihkan selokan di permukiman-permukiman warga. Tugas itu mulai dari menambal jalan berlubang, memperbaiki lampu penerangan, hingga memangkas pohon.

Selain itu, dalam struktur organisasi pemerintahan, PPSU berada di bawah komando lurah. Jumlah mereka minimal 70 orang per kelurahan.

Kendati mencoba mengklarifikasi informasi yang keliru, Isnawa menyatakan tak mempermasalahkan hal tersebut.

"Karena bajunya sama-sama oranye ya kami disebut pasukan oranye, baik PHL dan PPSU. Enggga ada masalah karena kami bekerja untuk Jakarta yang lebih baik," kata Isnawa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Raya KH Hasyim Asyari Tetap Adakan Shalat Id, Kapasitas Hanya Boleh 50 Persen

Masjid Raya KH Hasyim Asyari Tetap Adakan Shalat Id, Kapasitas Hanya Boleh 50 Persen

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 12 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 12 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 12 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 12 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 12 Mei 2021

Megapolitan
Polisi Tangkap Satu Preman yang Minta THR ke Pedagang di Pasar Ciputat

Polisi Tangkap Satu Preman yang Minta THR ke Pedagang di Pasar Ciputat

Megapolitan
Ada Pembatasan Operasional, Volume Pengguna KRL Jabodetabek Turun

Ada Pembatasan Operasional, Volume Pengguna KRL Jabodetabek Turun

Megapolitan
Minta Anies Evaluasi Fungsi TGUPP, Ketua Komisi A: SKPD Terganggu

Minta Anies Evaluasi Fungsi TGUPP, Ketua Komisi A: SKPD Terganggu

Megapolitan
Libur Idul Fitri 12-15 Mei, KRL Jabodetabek Beroperasi Pukul 04.00-20.00 WIB

Libur Idul Fitri 12-15 Mei, KRL Jabodetabek Beroperasi Pukul 04.00-20.00 WIB

Megapolitan
Ratusan PNS Jakarta Ogah Naik Jabatan, Ketua Komisi A: Mereka Malas

Ratusan PNS Jakarta Ogah Naik Jabatan, Ketua Komisi A: Mereka Malas

Megapolitan
Pemudik Ini Tak Kapok Dipaksa Putar Balik 5 Kali di Kedungwaringin demi Jumpa Anak di Tegal

Pemudik Ini Tak Kapok Dipaksa Putar Balik 5 Kali di Kedungwaringin demi Jumpa Anak di Tegal

Megapolitan
Kapolda Metro: 310 Kilogram Sabu yang Diselundupkan dari Iran Bernilai Rp 400 Miliar

Kapolda Metro: 310 Kilogram Sabu yang Diselundupkan dari Iran Bernilai Rp 400 Miliar

Megapolitan
Wali Kota Tangerang: Pemudik yang Kembali Harus Bawa Surat Bebas Covid-19, atau Pulang Lagi

Wali Kota Tangerang: Pemudik yang Kembali Harus Bawa Surat Bebas Covid-19, atau Pulang Lagi

Megapolitan
Selama Larangan Mudik, Sekitar 400 Calon Penumpang Kereta Api Ditolak

Selama Larangan Mudik, Sekitar 400 Calon Penumpang Kereta Api Ditolak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X