Putaran Kedua, Warga DKI Diharapkan Tidak Lagi Termakan Hoaks

Kompas.com - 04/03/2017, 15:30 WIB
Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/10/2016) KOMPAS.com/Nabilla TashandraKetua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/10/2016)
|
EditorKontributor Brisbane, Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Hoaks atau kabar bohong dan kampanye hitam yang santer di media sosial selama Pilkada DKI 2017, diharapkan tidak lagi memakan korban di putaran kedua. 

Putaran kedua akan diluncurkan malam ini, Sabtu (3/3/2017)

"Banyak kita jadi korban hoaks menjelang pemilihan, contohnya ada SMS, WhatsApp, seperti imbauan segera mengambil formulir C6 ke Ketua RT, kalau sampai H-1 tidak ada, Anda hanya akan bisa memilih setelah jam 12, ini kan menyesatkan," kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggaraini di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu.

Titi menceritakan pesan berantai itu dipercayai oleh banyak orang bahkan petugas Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara.

(Baca: Debat Cagub Akan Digelar Lagi pada Pilkada DKI Putaran Kedua)

Padahal C6 hanyalah undangan dan tidak wajib dibawa bagi mereka yang sudah terdaftar di DPT.

Titi bahkan meminta KPU DKI mengerahkan intelijen untuk menangkis kabar bohong.

Adapun tim pemenangan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Jerry Sambuaga menyayangkan adanya hoaks soal wajib membawa Kartu Keluarga (KK) asli saat memilih.

Ia berharap kebohongan semacam ini bisa diverifikasi warga langsung ke KPU DKI.

(Baca: Ketua KPU DKI Sebut Kampanye di Putaran Kedua Untungkan Semua Pihak)

"Saya pikir itu yang jadi tantangan supaya tidak ada lagi disinformasi seperti itu. Mengurangi hoaks ini baik kalau masyarakat ada call center, saya pikir penting tidak hanya hari H karena masyarakat punya waktu untuk meneruskan informasi." ujar Jerry.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu DKI Achmad Fachrudin menyarankan agar para pasangan calon dan elite politik mau aktif memerangi hoaks dan kampanye hitam.

"Perlu juga keteladanan elite supaya kita lebih baik lagi, kita harap Pilkada ini lebih berkualitas," ujar Fachrudin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa SMP dan SMK Jadi Tersangka Pembegalan di Depok

Siswa SMP dan SMK Jadi Tersangka Pembegalan di Depok

Megapolitan
Sejumlah Arus Lalin Dialihkan akibat Banjir Periuk Kota Tangerang

Sejumlah Arus Lalin Dialihkan akibat Banjir Periuk Kota Tangerang

Megapolitan
Wanita yang Tewas Tertabrak KRL Dekat Stasiun Cawang Teridentifikasi

Wanita yang Tewas Tertabrak KRL Dekat Stasiun Cawang Teridentifikasi

Megapolitan
Batan hingga Gegana Periksa Rumah di Batan Indah, Garis Peringatan Dipasang

Batan hingga Gegana Periksa Rumah di Batan Indah, Garis Peringatan Dipasang

Megapolitan
[VIDEO] Hari Kedua Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir

[VIDEO] Hari Kedua Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir

Megapolitan
Diguyur Hujan Sejak Pagi, Sejumlah Titik di Bogor Alami Tanah Longsor

Diguyur Hujan Sejak Pagi, Sejumlah Titik di Bogor Alami Tanah Longsor

Megapolitan
Jalan Cakung Cilincing Raya Masih Tenggelam, Hanya Truk yang Bisa Melintas

Jalan Cakung Cilincing Raya Masih Tenggelam, Hanya Truk yang Bisa Melintas

Megapolitan
Laptop, Komputer hingga Buku di Perpustakaan SMAN 10 Bekasi Rusak akibat Banjir

Laptop, Komputer hingga Buku di Perpustakaan SMAN 10 Bekasi Rusak akibat Banjir

Megapolitan
Ribuan Warga Terdampak Banjir di Periuk Tangerang

Ribuan Warga Terdampak Banjir di Periuk Tangerang

Megapolitan
7 Alat Medis di RSCM Terendam Banjir, Salah Satunya Alat Canggih Tomoterapi

7 Alat Medis di RSCM Terendam Banjir, Salah Satunya Alat Canggih Tomoterapi

Megapolitan
Kakek di Depok Diduga Cabuli 5 Bocah SD di Masjid

Kakek di Depok Diduga Cabuli 5 Bocah SD di Masjid

Megapolitan
Selain Bapeten, Pihak RSCM dan Kemenkes Turut Periksa Mesin di Ruang Radiologi yang Terendam Air

Selain Bapeten, Pihak RSCM dan Kemenkes Turut Periksa Mesin di Ruang Radiologi yang Terendam Air

Megapolitan
Cerita Tukang Gali Kubur di Bekasi, Lawan Takut Demi Hidupi Keluarga, Kini Bisa Cicil Rumah

Cerita Tukang Gali Kubur di Bekasi, Lawan Takut Demi Hidupi Keluarga, Kini Bisa Cicil Rumah

Megapolitan
Kuasa Hukum Bantah Aulia Kesuma Janjikan Rp 500 Juta ke Pembunuh Bayaran

Kuasa Hukum Bantah Aulia Kesuma Janjikan Rp 500 Juta ke Pembunuh Bayaran

Megapolitan
Tak Ada yang Daftar, Pilkada Depok 2020 Tanpa Calon Independen

Tak Ada yang Daftar, Pilkada Depok 2020 Tanpa Calon Independen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X