Diduga Pungli Akta Jual Beli Tanah, PNS Kota Bekasi Diamankan

Kompas.com - 06/03/2017, 12:58 WIB
Rilis pengungkapan kasus pungli dengan tersangka PNS Kelurahan Mustika Jaya, di Polresta Bekasi, senin(6/3/2017) KOMPAS.com/SRI LESTARIRilis pengungkapan kasus pungli dengan tersangka PNS Kelurahan Mustika Jaya, di Polresta Bekasi, senin(6/3/2017)
|
EditorKontributor Bandung, Reni Susanti

BEKASI, KOMPAS.com - Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Bekasi, LN, diamankan tim Satuan Tugas Saber Pungutan Liar ( Pungli). LN diduga melakukan pungli dalam pembuatan Akta Jual Beli (AKB) tanah dan Akta Hibah, di Kelurahan Mustika Jaya, Kota Bekasi,3 Maret 2017 lalu.

Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Umar Surya Fana mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari pengaduan masyarakat yang melaporkan adanya pungutan di luar pungutan resmi dalam pembuatan AJB tanah dan Akta Hibah.

"Ada laporan masyarakat, telah ada pungutan di luar pungutan resmi. Sementara ini yang bisa kami ungkap adalah pengurusan pembuatan AJB dan Akta Hibah," ujar Umar di Bekasi, Senin (6/3/2017).

Umar mengamankan dua dokumen dan barang bukti lainnya. Pertama, dokumen proses pengurusan AJB tanah atas nama WSTN dan RSH berikut uang sebesar Rp11.500.000. Kedua, dokumen Akta Hibah atas nama RSH dan uang tunai Rp7.300.000 atas nama inisial IKR.

"Sementara ini kita dapat dua (kasus), masih dalam pengembangan. Barang bukti yang bisa kita sita, uang dengan total Rp18.500.000, dan Akta Jual Beli sementara, beberapa dokumen, handphone, dan ransel," tambahnya.

Tersangka dijerat pasal 12 huruf e dan Pasal 11 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Megapolitan
UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Megapolitan
Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X