Adopsi Program Agus-Sylvi, Anies Akan Beri RW Kucuran Dana Sampai Rp 3 Miliar

Kompas.com - 07/03/2017, 18:46 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Kantor DPP Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (1/3/2017). KOMPAS.com/Kahfi Dirga CahyaCalon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Kantor DPP Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (1/3/2017).
Penulis Nursita Sari
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengadopsi program Rp 1 miliar per RW yang diusung pasangan cagub-cawagub Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Namun, Anies tidak akan memukul rata dana yang diberikan untuk setiap RW di Jakarta.

"Bahkan kami berencana lebih banyak lagi ya jumlahnya. Secara jumlah bervariasi tiap wilayah. Jadi secara prinsip itu program yang memang kami juga akan lakukan," ujar Anies di Matraman, Jakarta Timur, Selasa (7/3/2017).

(Baca: Pemprov DKI Sudah Lebih Dulu Anggarkan Rp 1 Miliar di Tingkat RW)

Anies menuturkan, saat ini dia dan timnya tengah membahas branding program tersebut. Nantinya, dana untuk RW yang lebih besar cakupan wilayahnya tidak akan sama dengan RW yang cakupan wilayahnya lebih kecil.

"Kami buat itu tiap RW punya nilai yang berbeda-beda bahkan bisa sampai Rp 3 miliar," kata dia.

Prinsip program tersebut yakni memberi perhatian pada RW dan level bawah masyarakat. Anies ingin meneruskan semangat tim Agus-Sylvi untuk memberdayakan warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca: Bagaimana Cara Agus Yakinkan DPRD soal Program Rp 1 Miliar Tiap RW?)

"Bagaimana kami merumuskan komunikasinya, nanti kami atur, tapi semangatnya adalah membuat RW punya sumber daya untuk berkegiatan," ucap Anies.

Selain itu, Anies juga akan mengaktifkan program RW siaga. Program tersebut akan berkonsentrasi pada kesehatan, pendidikan, keamanan, hingga keselamatan.

Program Rp 1 miliar per RW merupakan salah satu program unggulan Agus-Sylvi yang selalu disosialisasikan saat kampanye pada putaran pertama.

Namun, Agus-Sylvi harus gugur dan tidak maju pada putaran kedua karena perolehan suara paling kecil dibandingkan dua pasangan calon penantangnya.

Kompas TV Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan mengklaim menemukan kecurangan di beberapa TPS di Jakarta pada hasil pilkada putaran pertama. Anies pun memperingatkan pejabat Pemprov DKI untuk tidak melakukan kecurangan pada putaran kedua.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengemudi Diduga Mengantuk, Mobil Avanza Tabrak Pohon di Cengkareng

Pengemudi Diduga Mengantuk, Mobil Avanza Tabrak Pohon di Cengkareng

Megapolitan
WNA Asal Panama dan Dua Anaknya Diduga Jadi Korban KDRT, tapi Kasus Dihentikan Polisi

WNA Asal Panama dan Dua Anaknya Diduga Jadi Korban KDRT, tapi Kasus Dihentikan Polisi

Megapolitan
Pemprov DKI Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Berpotensi Banjir

Pemprov DKI Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Berpotensi Banjir

Megapolitan
Pemkot Bekasi Catat Tersisa 29 Kasus Aktif Covid-19 di Wilayahnya

Pemkot Bekasi Catat Tersisa 29 Kasus Aktif Covid-19 di Wilayahnya

Megapolitan
Petugas Temukan Banyak Sampah Sumbat Saluran Air di 4 Kecamatan Jakpus

Petugas Temukan Banyak Sampah Sumbat Saluran Air di 4 Kecamatan Jakpus

Megapolitan
8.000 Meter Kubik Lumpur Sudah Dikeruk dari Kali Krukut di Tanah Abang

8.000 Meter Kubik Lumpur Sudah Dikeruk dari Kali Krukut di Tanah Abang

Megapolitan
Jalan Terjal Korban Pencabulan Anak Mencari Keadilan, Polisi tak Proses Laporan dan Pelaku Masih Berkeliaran

Jalan Terjal Korban Pencabulan Anak Mencari Keadilan, Polisi tak Proses Laporan dan Pelaku Masih Berkeliaran

Megapolitan
Dinkes Depok Siapkan Serum Anti Bisa Ular di 11 Puskesmas Ini, Tersedia 24 Jam

Dinkes Depok Siapkan Serum Anti Bisa Ular di 11 Puskesmas Ini, Tersedia 24 Jam

Megapolitan
Pelaku Pencabulan Anak Masih Berkeliaran di Sekitar Rumah Korban Meski Sudah Dilaporkan, Percuma Lapor Polisi?

Pelaku Pencabulan Anak Masih Berkeliaran di Sekitar Rumah Korban Meski Sudah Dilaporkan, Percuma Lapor Polisi?

Megapolitan
Pekerja Proyek LRT di Kuningan Jatuh dari Ketinggian 8 Meter, Ini Fakta-faktanya

Pekerja Proyek LRT di Kuningan Jatuh dari Ketinggian 8 Meter, Ini Fakta-faktanya

Megapolitan
59 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Buka Lagi Mulai Sabtu Besok, Ini Daftarnya

59 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Buka Lagi Mulai Sabtu Besok, Ini Daftarnya

Megapolitan
4 Fakta Klaster Pesantren Babussalam Depok, 46 Penghuni Positif Covid-19 hingga Diduga Berawal dari Santri Cuti

4 Fakta Klaster Pesantren Babussalam Depok, 46 Penghuni Positif Covid-19 hingga Diduga Berawal dari Santri Cuti

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober 2021: Ada 17 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 21 Oktober 2021: Ada 17 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Pengacara Pastikan Rachel Vennya Siap Jalani Proses Hukum

Pengacara Pastikan Rachel Vennya Siap Jalani Proses Hukum

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: Tambah 3 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 41 Pasien Dirawat

UPDATE 21 Oktober: Tambah 3 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 41 Pasien Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.