Kompas.com - 08/03/2017, 05:58 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdialog dengan warga di Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (7/3/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARICalon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdialog dengan warga di Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (7/3/2017).
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta


JAKARTA, KOMPAS.com -
Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan ingin fokus menyosialisasikan program kerja sekaligus menepis kabar hoax terkait dirinya pada kampanye putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Anies menilai saat ini ada pihak tertentu yang berupaya mengarahkan persepsi publik apabila kepemimpinan di DKI Jakarta berganti maka programnya juga akan berhenti.

"Jadi ada usaha memberikan gambaran ke warga bahwa bila gubernur ganti, maka berhenti berbagai macam fasilitas," ujar Anies di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (7/3/2017).

Anies mengatakan, banyak warga yang bertanya kepadanya mengenai rumor penghentian program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan penghapusan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) apabila gubernur DKI Jakarta berganti.

Anies membantah hal tersebut dan memastikan KJP serta PPSU akan tetap ada jika nanti dirinya terpilih memimpin Jakarta.

"Tadi ada yang nanya sertifikasinya berhenti enggak, padahal sertifikasi (guru) itu program pemerintah pusat yang enggak ada hubungannya dengan pemda, bahkan itupun ditanyakan (ke saya)," ucap Anies.

(Baca: Anies Janjikan KJP Plus Mengakomodasi Anak Berkebutuhan Khusus)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anies berharap warga tidak mudah terpengaruh pada informasi-informasi tak berdasar.

"Yakinlah bahwa perubahan itu justru untuk membuat program yang sekarang ada jadi lebih baik. KJP jadi KJP plus, kemudian program untuk anak-anak belajar, termasuk transportasi dijadikan gratis," ucap Anies.

Anies ingin petugas PPSU dibekali cara mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai.

Kompas TV Melalui rapat pleno yang di gelar Sabtu malam (5/3), Komisi Pemilihan Umum provinsi DKI Jakarta menetapkan, 2 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, berhak mengikuti putaran kedua pilkada DKI Jakarta. Apa saja hasil dari rapat pleno tersebut? Kita bahas bersama Komisioner KPU DKI Jakarta, Dahlia Umar dan pengamat komunikasi politik, Lely Arianie.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.