Sandiaga Minta Tim Pemenangan Tak Hanya Andalkan Uangnya

Kompas.com - 08/03/2017, 19:58 WIB
Calon wakil gubernur nomor pemilihan tiga Sandiaga Uno (baju biru) bersama perwakilan alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) DKI Jakarta yang tergabung dalam Keluarga Alumni HMI Jaya (Kahmi Jaya) di posko pemenangan Anies-Sandi di Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017) malam. Pada kesempatan itu, Kahmi Jaya menyatakan dukungannya untuk pasangan Anies-Sandi. Dukungan dibarengi dengan pembentukan relawan hijau hitam. Kompas.com/Alsadad RudiCalon wakil gubernur nomor pemilihan tiga Sandiaga Uno (baju biru) bersama perwakilan alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) DKI Jakarta yang tergabung dalam Keluarga Alumni HMI Jaya (Kahmi Jaya) di posko pemenangan Anies-Sandi di Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017) malam. Pada kesempatan itu, Kahmi Jaya menyatakan dukungannya untuk pasangan Anies-Sandi. Dukungan dibarengi dengan pembentukan relawan hijau hitam.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan uang pribadi untuk kampanye putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Saya kebetulan punya keleluasan dari segi ekonomi, tetapi saya minta karena ekonomi sedang sulit, yuk kita seefisien mungkin," kata Sandiaga di Kantor Kadin DKI Jakarta, Rabu (8/3/2017).

(Baca juga: Sandiaga Sebut Program Rumah Tanpa DP Banyak Dikritik Pendukung Ahok)

Kendati demikian, Sandiaga mengatakan bahwa dia sudah meminta tim pemenangannya agar mencari sumber pendanaan lain.

Namun, apabila dana tidak terkumpul, Sandiaga bersedia memenuhi kekurangannya. Ia pun meminta agar penggunaan dana tersebut transparan.

"Sekarang trik menghadapi itu kita menerapkan KYC, know your contributor. Jadi kami tahu by name, by address rumahnya di mana, usahanya apa, dan dipertemukan dengan saya kalau mereka menyumbang dana," kata Sandiaga.

Di sisi lain, Sandiaga mengingatkan agar pengeluaran untuk kampanye diminimalkan. "Saya coba tantang tim keuangan bisa enggak dibuat lebih rendah, karena kami memiliki keterbatasan dana," ujar dia.

(Baca juga: Sandiaga Pertimbangkan Cara Jokowi Menata Permukiman di Bantaran Kali)

Apalagi, kata dia, saat ini pengusaha tidak dalam posisi membantu pemenangannya pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Oleh karena itu, Sandiaga mengatakan, dana kampanye akan dibuat serendah mungkin.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Megapolitan
Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

Megapolitan
Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

Megapolitan
Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Megapolitan
Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Megapolitan
Kemenkes Akui Slot Vaksinasi Covid-19 di Tanah Abang Rentan Disalahgunakan

Kemenkes Akui Slot Vaksinasi Covid-19 di Tanah Abang Rentan Disalahgunakan

Megapolitan
Polisi Dalami Motif Perbuatan Cabul Penjaga Warung kepada Bocah 6 Tahun di Tangsel

Polisi Dalami Motif Perbuatan Cabul Penjaga Warung kepada Bocah 6 Tahun di Tangsel

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Kini 3.448 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Kini 3.448 Orang

Megapolitan
Pemberian Dosis Kedua Vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang Sudah Berlangsung

Pemberian Dosis Kedua Vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang Sudah Berlangsung

Megapolitan
Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Cinere

Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Cinere

Megapolitan
ART hingga Kenalan Pedagang Ikut Vaksin di Pasar Tanah Abang, Ini Kata PD Pasar Jaya

ART hingga Kenalan Pedagang Ikut Vaksin di Pasar Tanah Abang, Ini Kata PD Pasar Jaya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X