Ahok "Blusukan" ke Jatinegara dan Temui Seorang Ibu yang Lumpuh

Kompas.com - 09/03/2017, 14:32 WIB
Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama saat diabadikan usai nonton bareng film Jakarta Undercover di XXI Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/3/2017). KOMPAS.com/Dian Reinis KumampungGubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama saat diabadikan usai nonton bareng film Jakarta Undercover di XXI Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/3/2017).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, sempat menemui seorang ibu yang tengah sakit dan menderita lumpuh.

Ahok menjenguk ibu tersebut saat blusukan ke kawasan Jatinegara Timur, Jakarta Timur, Kamis (9/3/2017).

Dari sebuah video Live Facebook yang diunggah oleh akun Basuki Tjahaja Purnama, Ahok terlihat berbincang di pintu rumah ibu tersebut. Si ibu terlihat duduk di lantai dan Ahok mendengar cerita si ibu dari atas kursi.

"Ibu tinggal sendiri?" tanya Ahok kepada si ibu.

"Tinggal sama anak," kata ibu yang mengenakan kaus berwarna kuning tersebut.

Kemudian, Ahok menanyakan apakah si ibu sudah pernah memeriksakan kesehatannya kepada dokter. Si ibu menjawab bahwa dirinya sudah pernah mengikuti terapi.

"Jadi ibu enggak bisa jalan sama sekali?" tanya Ahok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jalan bisa, tapi ya cuma sampai situ atau ke kamar mandi," kata si ibu sambil menunjuk ke arah depan.

Lalu Ahok terlihat menjelaskan mengenai program "Transjakarta Cares". Ahok menjelaskan, lansia dan penyandang disabilitas dapat menelepon Transjakarta untuk diantar jemput ke halte terdekat.

Menurut Ahok, PT Transjakarta sudah menggratiskan biaya naik Transjakarta bagi lansia dan penyandang disabilitas.

"Jadi kalau pakai Transjakarta Cares bisa diantar ke halte terdekat. Kalau orang (punya uangnya) pas-pasan, naik taksi, abis berapa duit?" kata Ahok.

(Baca: Ahok "Live" Facebook Saat "Blusukan" di Jatinegara)

Kemudian, Ahok juga menanyakan apakah si ibu telah memiliki kursi roda. Ternyata si ibu belum memiliki kursi roda. Sambil menengok ke arah ajudannya, Ahok menjanjikan segera mengirim kursi roda.

"Kasih kursi roda saja nih, kirim," kata Ahok.

Saat blusukan ke lokasi itu, Ahok didampingi Ketua RW setempat. Dia juga berpesan agar Ketua RW lebih memerhatikan warga-warganya yang kesulitan.

"Pak RW kalau ada apa-apa, RW itu kan saya pengin naikin uang operasional nih, perhatiin warga yang begini nih. Saya pengin RT/RW rajin, ngecek orang tua," kata Ahok.

Adapun kegiatan blusukan Ahok ini tak diketahui oleh awak media karena tidak diinformasikan.

(Baca: Ahok Tak Tahu Ada Kemungkinan Didukung Partai Berbasis Islam)

Selama dua hari masa kampanye kemarin, Ahok juga tak mengisinya dengan kampanye. Pada hari pertama atau Selasa (7/3/2017), Ahok menjalani sidang sebagai terdakwa kasus dugaan penodaan agama.

Kemudian pada Rabu (8/3/2017), Ahok menemani Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri bertemu Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma. Pada malam harinya, Ahok nonton bareng film "Jakarta Undercover".

Masa kampanye putaran kedua akan berakhir pada 15 April 2017.

Kompas TV Partai politik pendukung pasangan Agus-Sylvi murni belum juga menentukan dukungan di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017. Partai Demokrat menyerahkan semua keputusan kepada Agus Yudhoyono, sementara PAN dan PKB butuh waktu sebelum mengambil keputusan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Megapolitan
Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Megapolitan
Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Megapolitan
Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Megapolitan
Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.