Cegah Tawuran, Anak Muda di Tambak dan Manggarai Akan Diarahkan ke Kegiatan Positif

Kompas.com - 09/03/2017, 17:04 WIB
Suasana pasca-tawuran di Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (6/3/2017). Polisi masih tampak berjaga di lokasi. KOMPAS.com/NURSITA SARISuasana pasca-tawuran di Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (6/3/2017). Polisi masih tampak berjaga di lokasi.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberdayakan anak-anak muda yang tinggal di kawasan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, dan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, ke dalam kegiatan yang positif.

Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya tawuran yang kerap melibatkan para pemuda dari dua kawasan tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Jupan Royter menyatakan upaya untuk melibatkan anak-anak muda di Tambak dan Manggarai dalam kegiatan yang positif akan melibatkan peran serta sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI Jakarta serta para tokoh pemuda dan tokoh masyarakat setempat.

"Mereka harus diberdayakan dengan kegiatan yang positif. Kemudian SKPD lain juga harus melihat potensi apa yang ada di situ, khususnya anak-anak muda agar bisa disalurkan kreativitasnya," kata Jupan, saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (9/3/2017).

(Baca: Tepatkah Wacana Ahok Pindahkan Warga Tambak dan Manggarai ke Rusun?)

Jupan menuturkan, dia sudah menginstruksikan jajarannya agar melakukan pendekatan preventif dengan memelajari karakter anak-anak muda yang ada di dua kawasan itu. Dengan cara itu, nantinya diharapkan mudah untuk mengarahkan anak muda ke dalam kegiatan sesuai dengan minatnya masing-masing.

"Apalagi sekarang sudah ada wadah untuk menyalurkan aspirasi kreativitas yang dilakukan Pak Gubernur (Jakarta Creative Hub). Saya kira itu yang bagus, dilihat potensi kreativitas anak muda," ujar Jupan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca: Mengentaskan Tawuran yang Menjadi "Budaya" di Manggarai)

Tawuran antara warga Tambak dan warga Manggarai beberapa kali terjadi. Terakhir kali tawuran pecah pada Minggu (5/3/2017) dan Senin (6/3/2017) sore.

Tawuran pada hari Minggu menyebabkan dua pemuda tewas, sedangkan tawuran pada hari Senin mengakibatkan sejumlah orang luka-luka.

Jupan menilai tawuran yang kerap terjadi antara pemuda Tambak dan Manggarai akibat tak diberdayakannya anak-anak muda di kedua kawasan tersebut ke dalam kegiatan yang positif.

Akibatnya, kata Jupan, anak-anak muda gampang terprovokasi oleh hal yang remeh.

"Karena itu kami berupaya agar anak-anak muda di situ tidak gampang terprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Karena itu disamping lurah dan camat, instansi samping juga harus berperan," ucap Jupan.

Kompas TV Ini adalah tawuran yang terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Seperti yang terlihat ada satu orang membawa senapan angin, merangsek di tengah kerumunan. Dari senapan inilah diduga satu orang meninggal dan sejumlah orang lain terluka.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.