Kompas.com - 10/03/2017, 10:06 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga Ketua DPD Gerindra DKI Mohamad Taufik di ruang kerjanya, Senin (20/10/2014). Taufik memasang foto Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di belakang meja kerjanya.

KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZAWakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga Ketua DPD Gerindra DKI Mohamad Taufik di ruang kerjanya, Senin (20/10/2014). Taufik memasang foto Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di belakang meja kerjanya.
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan pembentukan pansus terkait perpanjangan jalur mass rapit transit (MRT) fase II bukan untuk menghambat proyek pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Taufik mengatakan tambahan pinjaman Rp 11,6 triliun yang diajukan untuk biaya perpanjangan jalur MRT akan menjadi beban Pemprov DKI selama bertahun-tahun.

"Rp 800 miliar loh DKI Jakarta harus bayar tiap tahunnya. Jadi enggak sederhana. Apa hubungannya ke si Ahok? Enggak ada urusannya ke si Ahok. Ini juga enggak ada niat menghambat," ujar Taufik kepada Kompas.com, Jumat (10/3/2017).

Taufik mengatakan butuh alasan jelas terkait perpanjangan jalur MRT fase II dari Bundaran HI hingga Ancol Timur. Padahal, sebelumnya jalur MRT fase II adalah Bundaran HI sampai Kampung Bandan.

Depo MRT pun akan dibangun di Kampung Bandan. Adapun, perpanjangan jalur hingga Ancol Timur karena PT KAI, sebagai pemegang konsesi lahan di Kampung Bandan, sudah mengadakan perjanjian kerja sama dengan pihak lain terkait lahan itu.

Taufik mengatakan alasan itu tidak logis. Seharusnya status lahan sudah bisa dipastikan pada kajian pertama ketika menentukan Kampung Bandan sebagai lokasi depo.

"Dulu bikin kajiannya bagaimana? Itu kan aneh aja. Makanya kita mau manggil KAI, kenapa dulu kajian ada, sekarang enggak ada? Kalau KAI lepas (lahan) setelah ada kajian dan perjanjian, berarti kan KAI nakal. Jadi yang masuk akal lah argumentasinya," ujar Taufik.

Selain itu, kata Taufik, kajian juga dibutuhkan dalam hal perpanjangan jalur hingga Ancol Timur ini. Misalnya seperti kajian jumlah penumpang yang akan menaiki MRT dari Bundaran HI hingga Ancol Timur.

"Sekarang ayo kita diskusiin pertimbangannya, yang mau ke Ancol Timur itu siapa? Dari Bundaran HI ke Ancol yang naik MRT itu berapa banyak? Kan mesti dikaji gitu," ujar Taufik.

Ahok sebelumnya mempertanyakan sikap anggota DPRD DKI Jakarta yang akan membentuk pansus untuk mengkaji usulan terkait penambahan dana dan perpanjangan rute MRT.

"Kalau kamu (DPRD) enggak setuju (perpanjangan rute), kamu mau pasang (bangun depo) dimana? Kalau (bangun depo) di Kampung Bandan, lahan punya KAI enggak beres gimana," kata Ahok kepada wartawan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/3/2017) malam. (Baca: Ahok Kesal terhadap DPRD DKI gara-gara MRT)

PT MRT mengajukan tambahan biaya perpanjangan jalur yang sebelumnya dari Bundaran HI-Kampung Bandan, diubah menjadi Bundaran HI-Ancol Timur. Biaya pinjaman yang diajukan sebesar Rp 11,7 triliun.

Kompas TV Sebanyak 29 bangunan dan halaman ruko di sepanjang Jalan Fatmawati Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, dibongkar oleh pihak Pemkot Jakarta Selatan, Selasa siang (28/2). Pembongkaran dilakukan karena lahan telah dibayarkan untuk proyek MRT.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Megapolitan
Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Megapolitan
Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Megapolitan
Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Megapolitan
Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Megapolitan
Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Megapolitan
Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Megapolitan
Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Megapolitan
Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Megapolitan
Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Megapolitan
Penumpang KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Tak Lagi Wajib Bawa Hasil Tes Covid-19, Ini Aturan Lengkapnya...

Penumpang KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Tak Lagi Wajib Bawa Hasil Tes Covid-19, Ini Aturan Lengkapnya...

Megapolitan
Bocah 11 Tahun Berkali-kali Diperkosa Paman dan Tetangga di Cengkareng

Bocah 11 Tahun Berkali-kali Diperkosa Paman dan Tetangga di Cengkareng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.