Polisi Tunda Pemeriksaan Sandiaga Uno sebagai Saksi

Kompas.com - 10/03/2017, 11:04 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di Paseban, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017). KOMPAS.com/Kahfi Dirga CahyaCalon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di Paseban, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, menunda pemeriksaan Sandiaga Uno pada Jumat (10/3/2017) ini sebagai saksi dalam sebuah kasus pencemaran nama baik dan fitnah. Kapolsek Metro Tanah Abang Ajun Komisaris Besar Suwarno menyebutkan, penundaan karena adanya permintaan dari pengacara Sandiaga.

"Untuk hari ini ditunda. Dari pengacara minta ditunda," kata Suwarno saat ditemui di Mapolsek Metro Tanah Abang sekitar pukul 09.40 WIB.

Sandi, yang saat ini merupakan calon wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor pemilihan tiga, dijadwalkan akan diperiksa untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait sebuah laporan yang disampaikan kepada polisi tahun 2013.

Baca: Polisi Pastikan Sandiaga Dipanggil Bukan sebagai Pihak yang Berperkara

Suwarno mengaku belum dapat memastikan kapan penjadwalan ulang pemanggilan terhadap Sandi.

"Nanti kalau ada perkembangan kami sampaikan melalui Humas Polres Jakarta Pusat," ujar Suwarno.

Pada 7 November 2013, seorang perempuan bernama Dini Indrawati Septiani melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Belum diketahui secara jelas siapa orang yang dilaporkan dalam peristiwa yang dikatakan terjadi di kawasan Gelora Bung Karno pada 31 Oktober 2013 itu.

Baca: Sandiaga Dijadwalkan Diperiksa soal Laporan yang Disampaikan pada 2013

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berbagai Festival Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Berbagai Festival Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Keamanan di Stasiun MRT Jakarta Ditingkatkan atas Permintaan Polisi

Keamanan di Stasiun MRT Jakarta Ditingkatkan atas Permintaan Polisi

Megapolitan
PT Transjakarta Klarifikasi, Bus Transjakarta Zongtong Belum Beroperasi Setelah Ada Kasus Video Tak Senonoh

PT Transjakarta Klarifikasi, Bus Transjakarta Zongtong Belum Beroperasi Setelah Ada Kasus Video Tak Senonoh

Megapolitan
RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah yang Diduga Warga China yang Tewas Selat Sunda

RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah yang Diduga Warga China yang Tewas Selat Sunda

Megapolitan
Pipi, Pelipis, dan Kaki Pelajar SMP di Kembangan Luka Akibat Disiram Air Keras

Pipi, Pelipis, dan Kaki Pelajar SMP di Kembangan Luka Akibat Disiram Air Keras

Megapolitan
PKL yang Jualan di Bahu Jalan Senen Khawatir Pendapatan Berkurang Jika Direlokasi

PKL yang Jualan di Bahu Jalan Senen Khawatir Pendapatan Berkurang Jika Direlokasi

Megapolitan
DPRD DKI Pesimistis APBD 2020 Rampung Sesuai Aturan Kemendagri

DPRD DKI Pesimistis APBD 2020 Rampung Sesuai Aturan Kemendagri

Megapolitan
Minim Penerangan, Warga Sulit Seberangi JPO Stasiun Pasar Minggu Baru di Malam Hari

Minim Penerangan, Warga Sulit Seberangi JPO Stasiun Pasar Minggu Baru di Malam Hari

Megapolitan
Bima Arya Pertimbangkan Maju sebagai Calon Ketua Umum PAN

Bima Arya Pertimbangkan Maju sebagai Calon Ketua Umum PAN

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual Dikejar dan Ditangkap Korbanya di Kalideres

Pelaku Pelecehan Seksual Dikejar dan Ditangkap Korbanya di Kalideres

Megapolitan
WNA Pemilik Salon Operasi Lipatan Kelopak Mata Ilegal di PIK Belajar dari Dokter di China.

WNA Pemilik Salon Operasi Lipatan Kelopak Mata Ilegal di PIK Belajar dari Dokter di China.

Megapolitan
Dukung Ahok Jadi Bos BUMN, Ketua DPRD DKI: Selama Pimpin Jakarta Kinerjanya Baik

Dukung Ahok Jadi Bos BUMN, Ketua DPRD DKI: Selama Pimpin Jakarta Kinerjanya Baik

Megapolitan
Pabrik Sepatu Hengkang, Pengangguran di Banten Berpotensi Naik Ratusan Ribu Orang

Pabrik Sepatu Hengkang, Pengangguran di Banten Berpotensi Naik Ratusan Ribu Orang

Megapolitan
Mengenal GrabWheels, Satu Wujud dari Tranportasi Pintar di Indonesia

Mengenal GrabWheels, Satu Wujud dari Tranportasi Pintar di Indonesia

Megapolitan
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap 2 Siswi di Kebon Jeruk

Ini Sketsa Wajah Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap 2 Siswi di Kebon Jeruk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X