Penjelasan DPC PDI-P Jakbar soal Acara Timses Ahok-Djarot yang Dibubarkan Panwaslu

Kompas.com - 11/03/2017, 12:23 WIB
Anggota fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD DKI Jakarta Siegvrieda Lauw, di Kedoya Utara, Jakarta Barat, Kamis (10/11/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaAnggota fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD DKI Jakarta Siegvrieda Lauw, di Kedoya Utara, Jakarta Barat, Kamis (10/11/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPC PDI-P Jakarta Barat Sigvrieda Lauw menjelaskan kegiatan silaturahim dengan RT dan RW se-Kelurahan Kebon Jeruk, tadi malam. Dia mengatakan acara itu merupakan imbauan kepada warga Jakarta untuk memastikan nama mereka terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).

"Waktu itu kan banyak warga yang tidak terdaftar DPT. Jadi kami imbau ke masyarakat yang belum terdaftar untuk segera mengurus," ujar Sigvrieda kepada Kompas.com, Sabtu (11/3/2017).

Sigvrieda mengatakan dia hadir dalam acara itu karena menerima undangan dari pengurus ranting di kelurahan itu. Dia membantah bahwa kegiatan tersebut dibubarkan oleh Panwaslu Jakarta Barat.

Vrieda mengatakan dia mengetahui petugas Panwaslu hadir setelah acaranya selesai.

"Saya pulang, dikasih tahu ada Panwaslu. Mereka tanya, 'kok kami enggak diundang?'. Saya bilang seharusnya sih diundang," ujar Vrieda.

Vrieda sempat menegur pengurusnya karena ternyata mereka tidak mengundang Panwaslu dalam acara itu. Meski tidak ada kegiatan mengajak memilih pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Vrieda mengatakan seharusnya pengurus tetap mengundang Panwaslu. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman.

Vrieda pun memastikan tidak ada mobilisasi massa untuk melakukan politik uang dalam acara itu.

"Saya beberapa kali bilang, ini kan acaranya sudah mengarah nomor dua, maka pengurus harus lapor. Walau saya enggak ajak pilih kiri kanan, mereka memang harus diundang," ujar Vrieda.

Vrieda mengatakan ini menjadi pembelajaran bagi dia dan pengurusnya untuk melibatkan Panwaslu dalam kegiatan terkait pilkada. Vrieda pun siap jika dipanggil Panwaslu untuk memberikan penjelasan. (Baca: Khawatir Ada Politik Uang, Panwaslu Jakbar Bubarkan Acara Timses Ahok-Djarot)

Adapun, acara silaturahim itu digelar di sebuah rumah makan sekitar pukul 21.00 WIB. Ketua Panwaslu Jakarta Barat Puadi mengatakan mereka mendapat kabar tentang acara itu dari laporan warga.

"Dari informasi yang kami dapatkan itu adalah acara silaturahim RT dan RW se-kelurahan Kebon Jeruk. Kami tindak lanjuti dengan menginstruksikan petugas ke sana untuk lakukan pengawasan karena itu tidak ada surat pemberitahuan," ujar Puadi.

Puadi mengatakan sebenarnya tidak ada masalah jika timses melakukan kegiatan kampanye. Sebab, saat ini tahapan pilkada memang sudah memasuki masa kampanye putaran kedua.

Namun, seharusnya tim tetap memberitahu KPU DKI dan Bawaslu terkait setiap kegiatan kampanye yang dilakukan. Dengan tidak memberi tahu kegiatan kampanye kepada penyelenggara pemilu, kata Puadi, akan timbul kesan negatif.

"Jangan kayak kucing-kucingan. Kalau tidak kasih tahu kan mengkhawatirkan kami dari Panwaslu ada mobilisasi yang mengarah ke politik uang," ujar Puadi.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Megapolitan
Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Megapolitan
11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hinga Tewas

11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hinga Tewas

Megapolitan
Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Megapolitan
Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Megapolitan
Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Megapolitan
Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Megapolitan
Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Megapolitan
Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Megapolitan
'Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka...'

"Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka..."

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Megapolitan
Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X