Diperluas Sejak Jokowi, Pembebasan Lahan Waduk Brigif Belum Tuntas

Kompas.com - 15/03/2017, 21:23 WIB
Kubangan yang menjadi cikal Waduk Brigif tampak sepi dari sentuhan tangan pekerja ataupun alat berat.  KOMPAS.com/ Laila Rahmawati Kubangan yang menjadi cikal Waduk Brigif tampak sepi dari sentuhan tangan pekerja ataupun alat berat.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Waduk Brigif di Jakarta Selatan yang diperluas sejak tahun 2013 ketika Joko Widodo atau Jokowi masih menjadi Gubernur DKI Jakarta masih menyisakan pekerjaan besar. Waduk itu belum berfungsi optimal lantaran sebagian lahannya belum dibebaskan dan belum dibangun.

"Tahun 2016 kemarin pembebasan totalnya 41 bidang, yang tidak setuju 18 bidang," kata Lurah Cipedak, Rizki Januar, kepada Kompas.com, Rabu (15/3/2017).

Baca: Warga Sekitar Waduk Brigif Kecewa terhadap Jokowi

Pembebasan lahan untuk Waduk Brigif, yang tahun lalu dianggarkan Rp 14 miliar, tidak rampung hingga akhir tahun lalu. Sebanyak 23 pemilik lahan dengan total luas 4.280 meter persegi sudah dibayarkan tahun lalu. Namun hal itu tidak otomatis membuat pembangunan waduk dilanjutkan. Alat berat hanya menggarap sebagian dari 23 bidang lahan itu.


"Dari 23 bidang tersebut tidak semuanya bisa dikerjakan karena tidak sebidang, contoh ada yang sebelah kirinya sudah dibebaskan tapi sebelah kanannya belum. Bila dikeruk akan mengganggu warga," kata Rizki.

Rizki mengatakan, saat ini pihaknya masih mengumukan peta bidang yang terkena proyek perluasan Waduk Brigif. Pengumuman rencananya akan berlangsung selama 14 hari kerja.

"Pihak yang keberatan dengan peta bidang tersebut agar berkirim surat langsung ke Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X