Kompas.com - 17/03/2017, 08:59 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, ternyata sudah bertemu dengan keluarga Presiden kedua RI Soeharto, Rabu (15/3/2017). Basuki atau Ahok berkunjung ke kediaman adik Soeharto, Probosutedjo, di Jalan Dipenogoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Juru bicara tim sukses Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, mengatakan Ahok diundang untuk bertemu dengan Probosutedjo.

"Iya kami berdua. Lalu bertemu juga, rupanya Ibu Probosutedjo itu sangat mendukung, Ahokers juga lah kepada Pak Ahok," ujar Ruhut kepada Kompas.com, Jumat (17/3/2017).

Ruhut mengatakan keluarga Probosutedjo mendukung Ahok yang sudah memberikan bukti selama memimpin Jakarta, bukan sekadar janji.

Dalam pertemuan itu, kata Ruhut, Probosutedjo juga membawa staf perusahaannya. Ruhut mengatakan Ahok juga sempat mencurahkan isi hatinya (curhat) kepada Probosutedjo.  

"Lama kami ngobrol. Jadi Pak Ahok cerita tentang kebesaran Tuhan. Dia gak pernah mimpi jadi gubernur tapi ya kalau Tuhan yang berkehendak siappaun gak bisa menghalangi," ujar Ruhut.

(baca: Megawati: Ahok Bilang, Bu Nama Saya Sekarang Basuki)

Ruhut menilai sambutan keluarga Probosutedjo begitu hangat terhadap Ahok. Ruhut mengatakan dia pernah menjadi pengacara Soeharto ketika Soeharto sudah berusia 80 tahun.

Selama menjadi pengacara Soeharto, Ruhut mengaku sering bertemu Probosutedjo yang selalu mengenakan sarung. Saat bertemu dengan Ahok, Probosutedjo berpakaian sangat rapi dan mengenakan celana panjang.

"Para direksi, staf-stafnya juga ngumpul di rumah dia. Kami juga kaget. Mereka sudah gitu foto. Saya dikasih buku tiga, Pak Ahok dikasih buku tiga juga," ujar Ruhut.

Ruhut mengatakan keluarga Probosutedjo sebenarnya sudah mendukung Ahok-Djarot sejak putaran pertama.

"Jadi sebenarnya karena percayanya sebenarnya sama Pak Ahok," ujar Ruhut.

Kompas TV Partai politik pendukung pasangan Agus-Sylvi murni belum juga menentukan dukungan di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017. Partai Demokrat menyerahkan semua keputusan kepada Agus Yudhoyono, sementara PAN dan PKB butuh waktu sebelum mengambil keputusan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG: Jaksel dan Jaktim Berpotensi Hujan Petir pada Sore Jelang Malam

Prakiraan Cuaca BMKG: Jaksel dan Jaktim Berpotensi Hujan Petir pada Sore Jelang Malam

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jabodetabek 8-14 Agustus 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jabodetabek 8-14 Agustus 2022

Megapolitan
Penjenamaan Rumah Sehat Dinilai untuk Bikin Warga Kunjungi RS Saat Bugar

Penjenamaan Rumah Sehat Dinilai untuk Bikin Warga Kunjungi RS Saat Bugar

Megapolitan
LPSK Sebut Tidak Ada Ancaman Serius terhadap Istri Ferdy Sambo untuk Syarat Dapat Perlindungan

LPSK Sebut Tidak Ada Ancaman Serius terhadap Istri Ferdy Sambo untuk Syarat Dapat Perlindungan

Megapolitan
Mengenang 30 Hari Kematian Brigadir J, Warga Gelar Aksi 3.000 Lilin di Taman Ismail Marzuki

Mengenang 30 Hari Kematian Brigadir J, Warga Gelar Aksi 3.000 Lilin di Taman Ismail Marzuki

Megapolitan
Santri Tewas Dianiaya Teman, Korban Mengeluh Sakit Kepala lalu Tidak Sadarkan Diri

Santri Tewas Dianiaya Teman, Korban Mengeluh Sakit Kepala lalu Tidak Sadarkan Diri

Megapolitan
Bengkel Motor di Kebon Jeruk Terbakar, 65 Personel Dikerahkan untuk Padamkan Api

Bengkel Motor di Kebon Jeruk Terbakar, 65 Personel Dikerahkan untuk Padamkan Api

Megapolitan
Penyidik KPK Tinggalkan Plaza Summarecon Bekasi Usai Penggeledahan Berkait Kasus Suap Haryadi Suyuti

Penyidik KPK Tinggalkan Plaza Summarecon Bekasi Usai Penggeledahan Berkait Kasus Suap Haryadi Suyuti

Megapolitan
Komplotan Begal Bersajam di Jakarta Barat Tertangkap, Tak Segan Bacok Korban yang Melawan

Komplotan Begal Bersajam di Jakarta Barat Tertangkap, Tak Segan Bacok Korban yang Melawan

Megapolitan
Kondisi Air Tanah di Jakarta Kritis, PAM Jaya Targetkan Layanan SPAM 100 Persen pada 2030

Kondisi Air Tanah di Jakarta Kritis, PAM Jaya Targetkan Layanan SPAM 100 Persen pada 2030

Megapolitan
Urai Kepadatan Jalan Daan Mogot, Pengalihan Arus Lalu Lintas akan Diberlakukan di Simpang Casa Jardin

Urai Kepadatan Jalan Daan Mogot, Pengalihan Arus Lalu Lintas akan Diberlakukan di Simpang Casa Jardin

Megapolitan
Komplotan Begal Bersenjata Tajam di Tanjung Duren Tertangkap, Kerap Beraksi di Jakarta Barat

Komplotan Begal Bersenjata Tajam di Tanjung Duren Tertangkap, Kerap Beraksi di Jakarta Barat

Megapolitan
Babak Baru Penjenamaan Rumah Sehat, Komisi E DPRD DKI Akan Panggil Dinkes

Babak Baru Penjenamaan Rumah Sehat, Komisi E DPRD DKI Akan Panggil Dinkes

Megapolitan
Santri Tewas Dianiaya Temannya di Tangerang, Keluarga Duga Ada Kelalaian Pondok Pesantren

Santri Tewas Dianiaya Temannya di Tangerang, Keluarga Duga Ada Kelalaian Pondok Pesantren

Megapolitan
Jakarta Terancam Tenggelam pada 2050 Akibat Eksploitasi Air Tanah

Jakarta Terancam Tenggelam pada 2050 Akibat Eksploitasi Air Tanah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.