Kompas.com - 17/03/2017, 11:31 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorIndra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menyatakan belum menerima salinan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terkait gugatan izin reklamasi Pulai F, I, dan K.

Sumarsono mengatakan tim biro hukum akan membahas terlebih dulu apapun putusan PTUN terkait izin reklamasi itu.

"Kalau sudah kalah, ya tunggu dapat laporannya dari tim biro hukum, tim bekerja dulu. Baru lapor kepada gubernur. Kemudian baru kami tentukan posisi, apakah banding atau tidak," ujar Sumarsono, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).

Sumarsono tidak mau berandai-andai terkait rencana Pemprov DKI menyikapi putusan tersebut.

"Kalau kalah dan mereka menang (gugatan), lalu kami bagaimana? Untuk apa (pulau) itu? Lalu dibicarakan berikutnya, sekarang yang penting adalah dari aspek hukumnya dulu," ujar Sumarsono.

(baca: Tiga Kemenangan Nelayan Terkait Gugatan Reklamasi Pulau F, I, dan K)

Tiga Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok soal pemberian izin pelaksanaan reklamasi Pulau F, I, dan K, digugat nelayan ke PTUN.

Dalam persidangan yang digelar berturut-turut pada Kamis (16/3/2017), PTUN memenangkan semua gugatan nelayan tersebut.

Kompas TV Kali ini, hakim Pengadilan Tata Usaha Negara, akan memutus gugatan pembangunan tiga pulau hasil reklamasi, yakni pulau F, I dan, K.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keroyok Sopir Truk Tanah di Tangerang, 4 Pengamen Ditangkap Polisi

Keroyok Sopir Truk Tanah di Tangerang, 4 Pengamen Ditangkap Polisi

Megapolitan
Kesiapan Terminal Kalideres Hadapi Lonjakan Penumpang Jelang Natal dan Tahun Baru

Kesiapan Terminal Kalideres Hadapi Lonjakan Penumpang Jelang Natal dan Tahun Baru

Megapolitan
Dishub DKI Bantah Biarkan Parkir Liar Marak di Jakarta

Dishub DKI Bantah Biarkan Parkir Liar Marak di Jakarta

Megapolitan
Copot Pelat Nomor Kendaraan hingga Balap Liar Bakal Ditilang Manual

Copot Pelat Nomor Kendaraan hingga Balap Liar Bakal Ditilang Manual

Megapolitan
Pemkot Jakarta Utara Cari Solusi Atasi Kebocoran Tanggul Muara Baru

Pemkot Jakarta Utara Cari Solusi Atasi Kebocoran Tanggul Muara Baru

Megapolitan
Intip Keseharian Soleh, Kucing 'Pegawai' Kantor Pajak Serpong yang Jadi Primadona

Intip Keseharian Soleh, Kucing "Pegawai" Kantor Pajak Serpong yang Jadi Primadona

Megapolitan
Fakta Baru Balita Tewas Dianiaya Pacar Ibunya: Diinjak, Kepala Terbentur 3 Kali hingga Tengkorak Retak

Fakta Baru Balita Tewas Dianiaya Pacar Ibunya: Diinjak, Kepala Terbentur 3 Kali hingga Tengkorak Retak

Megapolitan
15 Titik Ruas Jalan Pulau Panggang Rusak Terkikis Air Hujan dan Dilintasi Kendaraan

15 Titik Ruas Jalan Pulau Panggang Rusak Terkikis Air Hujan dan Dilintasi Kendaraan

Megapolitan
Detik-detik Penangkapan Ibu yang Buang Bayi di Terminal Pulogebang, Naik Bus AKAP dengan Baju Berlumuran Darah

Detik-detik Penangkapan Ibu yang Buang Bayi di Terminal Pulogebang, Naik Bus AKAP dengan Baju Berlumuran Darah

Megapolitan
Tumbangnya Kejayaan Satu Per Satu Mal di Jakarta, dari Mal Blok M hingga Plaza Semanggi

Tumbangnya Kejayaan Satu Per Satu Mal di Jakarta, dari Mal Blok M hingga Plaza Semanggi

Megapolitan
ART di Jagakarsa Ditangkap karena Curi Emas Majikan 100 Gram

ART di Jagakarsa Ditangkap karena Curi Emas Majikan 100 Gram

Megapolitan
Sempat Berjaya, Sederet Mal Berikut Makin Sepi Pengunjung…

Sempat Berjaya, Sederet Mal Berikut Makin Sepi Pengunjung…

Megapolitan
Ibu yang Diduga Buang Bayi di Terminal Pulogebang Sempat Kabur Naik Bus AKAP, Pakaian Masih Berlumuran Darah

Ibu yang Diduga Buang Bayi di Terminal Pulogebang Sempat Kabur Naik Bus AKAP, Pakaian Masih Berlumuran Darah

Megapolitan
Wali Kota Idris Sebut Pengelolaan Limbah di Depok Terbaik Kedua Setelah Bali

Wali Kota Idris Sebut Pengelolaan Limbah di Depok Terbaik Kedua Setelah Bali

Megapolitan
Seorang Ibu Diduga Buang Bayi ke Tong Sampah Usai Melahirkan di Toilet Terminal Pulogebang

Seorang Ibu Diduga Buang Bayi ke Tong Sampah Usai Melahirkan di Toilet Terminal Pulogebang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.