Apa yang Dilakukan Ahok Saat Blusukan "Diam-diam" di Pademangan?

Kompas.com - 17/03/2017, 18:52 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok enggak disebut melakukan kampanye. Hampir sepekan Ahok tak pernah menginformasikan kepada awak media ke mana dia akan blusukan, Jumat (17/3/2017) Kompas.com/David Oliver PurbaCalon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok enggak disebut melakukan kampanye. Hampir sepekan Ahok tak pernah menginformasikan kepada awak media ke mana dia akan blusukan, Jumat (17/3/2017)
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melakukan blusukan ke permukiman warga di Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (17/3/2017) siang. Agenda blusukannya itu tak diketahui wartawan.

Ahok mengatakan, dia mengunjungi sejumlah warga lanjut usia (lansia) dan warga yang menderita sakit di kawasan tersebut. Saat blusukan, Ahok menemukan ada warga yang melakukan cuci darah di rumah sakit swasta.

Kepada Ahok, warga itu mengaku tidak tahu bahwa rumah sakit milik pemerintah juga punya fasilitas yang lengkap. Alhasil, warga itu harus membayar lebih mahal dari yang seharusnya di bayar di rumah sakit pemerintah.

Ahok menyarankan warga mendatangi rumah sakit milik pemerintah untuk berobat agar biaya menjadi gratis.

"Kunjungi orang-orang sakit, kenapa nggak dilayani. Jadi banyak juga masyarakat salah paham. Dia cuci darah pakai (rumah sakit) swasta. Dia beli vitamin macam-macam harus bayar," kata Ahok saat ditemui di Jalan Talang, Jakarta Pusat, Jumat sore.

Ahok juga menyosialisasikan program kesehatan milik Pemprov DKI bernama "Ketuk Pintu Layani dengan Hati". Program itu, lanjut Ahok, memungkinkan warga untuk tidak perlu datang ke rumah sakit.

Ahok mengatakan, dengan program tersebut dokter yang akan mendatangi rumah warga. Seluruh obat dan biaya akan digratiskan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi kenapa konsep ini diciptakan, karena kami ingin setiap penduduk diketahui mana yang rawan mana yang bahaya. Kami juga ingin membantu ekonomi warga untuk tidak menghabiskan uang datang ke rumah sakit. Jadi biar dokter yang hadir untuk ngecek," ujar Ahok.

Hampir sepekan, Ahok melakukan blusukan secara "diam-diam". Ahok menjelaskan, apa yang dia lakukan bukanlah kampanye karena tak pernah mengajak warga untuk memilihnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Penembakan di Taman Sari Masih Dirawat di Rumah Sakit

Korban Penembakan di Taman Sari Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Produksi Tembakau Sintetis, Perempuan Ini Ditangkap Polisi

Produksi Tembakau Sintetis, Perempuan Ini Ditangkap Polisi

Megapolitan
Kurir Sabu-sabu Ditangkap Polisi di Karawaci Tangerang

Kurir Sabu-sabu Ditangkap Polisi di Karawaci Tangerang

Megapolitan
Diduga Intimidasi Jurnalis, Kadispora Tangsel Mengaku Emosi

Diduga Intimidasi Jurnalis, Kadispora Tangsel Mengaku Emosi

Megapolitan
Setuju Tarif Parkir Naik, Pengamat: Indonesia Sudah Lama Jadi Surga Parkir

Setuju Tarif Parkir Naik, Pengamat: Indonesia Sudah Lama Jadi Surga Parkir

Megapolitan
Pemkot Bekasi Ungkap Penyebab Meninpisnya BOR di RSUD

Pemkot Bekasi Ungkap Penyebab Meninpisnya BOR di RSUD

Megapolitan
Update 23 Juni: 35.705 Pasien Covid-19 di Jakarta Dirawat, 4.693 Kasus Baru

Update 23 Juni: 35.705 Pasien Covid-19 di Jakarta Dirawat, 4.693 Kasus Baru

Megapolitan
Hasil Asesmen, Anji Segera Keluar Tahanan untuk Rehabilitasi

Hasil Asesmen, Anji Segera Keluar Tahanan untuk Rehabilitasi

Megapolitan
Amankan Pria Positif Covid-19 yang Mengamuk di RSUD Pasar Minggu, 2 Satpam Tertular

Amankan Pria Positif Covid-19 yang Mengamuk di RSUD Pasar Minggu, 2 Satpam Tertular

Megapolitan
Pemkot Tangerang Minta Perkantoran Patuhi Skema WFH dan WFO

Pemkot Tangerang Minta Perkantoran Patuhi Skema WFH dan WFO

Megapolitan
Sasar 25.000 Warga, Vaksinasi Massal di Stadion Patriot Bekasi Dilanjutkan Juli 2021

Sasar 25.000 Warga, Vaksinasi Massal di Stadion Patriot Bekasi Dilanjutkan Juli 2021

Megapolitan
Video Pria Positif Covid-19 Mengamuk Minta Dirawat di RSUD Pasar Minggu Viral di Medsos

Video Pria Positif Covid-19 Mengamuk Minta Dirawat di RSUD Pasar Minggu Viral di Medsos

Megapolitan
Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Tangsel Tersisa 4 Unit

Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Tangsel Tersisa 4 Unit

Megapolitan
Kepala Dinas Pertamanan DKI Bantah Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Diangkut Pakai Truk

Kepala Dinas Pertamanan DKI Bantah Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Diangkut Pakai Truk

Megapolitan
Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X