Kompas.com - 17/03/2017, 20:34 WIB
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - PI (35), pria yang tewas bunuh diri dan menayangkannya secara live di akun Facebooknya, diketahui bunuh diri karena rumah tangganya bermasalah.

Sebelum menggantung dirinya pada Jumat (17/3/2017) pagi, PI sempat cekcok dengan istrinya DF (33) sekitar pukul 03.00 WIB.

M Sidiq, Ketua RT 08 RW 05 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan sempat mengajak pasangan suami istri ini ke rumahnya.

"Permasalahan selesai, kemudian korban dan saksi kembali pulang ke rumah lalu pada sekitar jam 13.30, anak korban menemui Ketua RT mengajak ke rumah korban, namun sesampainya di dalam korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan tali tambang warna biru yang diikat di kayu plafon," ujar Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta, Jumat.

Dari video yang tayang di akun Facebook-nya, sebelum PI melompat dari kursi dan meregang nyawa hingga meninggal dunia, PI sempat mengucapkan kata-kata terakhir yang berisi kekecewaannya pada rumah tangganya.

PI sempat dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati dan telah dimakamkan keluarga sore tadi. (Baca: Pria Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Jagakarsa)

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Berikut daftar layanan konseling yang bisa Anda kontak:

Gerakan "Into The Light"

Facebook: IntoTheLightID
Twitter: @IntoTheLightID
Email: intothelight.email@gmail.com
Web: intothelightid.wordpress.com

Kompas TV Kabar duka datang dari mancanegara. Penyanyi dan pencipta lagu Tommy Page meninggal dunia di usianya yang ke-46 tahun. Musisi senior era 90-an Tommy Page ditemukan tewas pada Jumat (3/3) waktu setempat. Diduga, Tommy Page tewas bunuh diri akibat depresi. Tommy Page mulai terkenal sejak single "I'll Be Your Everything" miliknya merajai puncak lagu favorit dunia selama beberapa pekan. Lagu-lagu nya yang lain seperti "Shoulder To Cry On", "When I Dream Of You", dan sederet lagu lainnya juga menjadi hits di era tahun 90-an.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tarif Integrasi Rp 10.000 di Jakarta Hanya Berlaku lewat Aplikasi Jaklingko

Tarif Integrasi Rp 10.000 di Jakarta Hanya Berlaku lewat Aplikasi Jaklingko

Megapolitan
Polda Metro Jaya Ungkan Ada Pohon Koka di Kebun Raya Bogor, tapi Sudah Mati

Polda Metro Jaya Ungkan Ada Pohon Koka di Kebun Raya Bogor, tapi Sudah Mati

Megapolitan
Korsleting, Api Menyambar Barang Bekas Sebabkan Rumah Bedeng di Bekasi Hangus Terbakar

Korsleting, Api Menyambar Barang Bekas Sebabkan Rumah Bedeng di Bekasi Hangus Terbakar

Megapolitan
Saat Korban Investasi Bodong Binomo Hancurkan Karangan Bunga Dukungan untuk Indra Kenz...

Saat Korban Investasi Bodong Binomo Hancurkan Karangan Bunga Dukungan untuk Indra Kenz...

Megapolitan
Cerita Pria Asal Makassar yang Sempatkan Datang ke 'Rusun Pengabdi Setan' Saat Berlibur ke Jakarta

Cerita Pria Asal Makassar yang Sempatkan Datang ke "Rusun Pengabdi Setan" Saat Berlibur ke Jakarta

Megapolitan
Sopir Taksi yang Cabuli Bocah di Kebayoran Lama Disebut Menyerahkan Diri

Sopir Taksi yang Cabuli Bocah di Kebayoran Lama Disebut Menyerahkan Diri

Megapolitan
Epidemiolog: Mayoritas yang Terinfeksi Covid-19 Tak Bergejala, tetapi Tetap Berbahaya

Epidemiolog: Mayoritas yang Terinfeksi Covid-19 Tak Bergejala, tetapi Tetap Berbahaya

Megapolitan
Pengamat Sebut LRT Jakarta Sepi Penumpang karena Rute Terlalu Pendek

Pengamat Sebut LRT Jakarta Sepi Penumpang karena Rute Terlalu Pendek

Megapolitan
Pengamat Sebut Kebijakan Integrasi Tarif Transportasi Mestinya Libatkan KRL

Pengamat Sebut Kebijakan Integrasi Tarif Transportasi Mestinya Libatkan KRL

Megapolitan
Jumlah Pengunjung Mal di Jakarta Turun 15 Persen Akibat Syarat Wajib Vaksin Booster

Jumlah Pengunjung Mal di Jakarta Turun 15 Persen Akibat Syarat Wajib Vaksin Booster

Megapolitan
Gelar Puncak Jakarnaval 2022 di Sirkuit Formula E, Pemprov DKI: 'Venue' Berstandar Internasional

Gelar Puncak Jakarnaval 2022 di Sirkuit Formula E, Pemprov DKI: "Venue" Berstandar Internasional

Megapolitan
Cerita Jamal Kerja di Situs Judi 'Online' di Penjaringan: Disekap, Disiksa, dan Ditelanjangi karena Curi Uang Perusahaan

Cerita Jamal Kerja di Situs Judi "Online" di Penjaringan: Disekap, Disiksa, dan Ditelanjangi karena Curi Uang Perusahaan

Megapolitan
Polda Metro Minta Kementan Perketat Pengawasan Pohon Koka di Balai Penelitian Lembang agar Tak Disalahgunakan

Polda Metro Minta Kementan Perketat Pengawasan Pohon Koka di Balai Penelitian Lembang agar Tak Disalahgunakan

Megapolitan
Satu Bulan Buron, Sopir Taksi yang Cabuli Anak di Kebayoran Lama Ditangkap

Satu Bulan Buron, Sopir Taksi yang Cabuli Anak di Kebayoran Lama Ditangkap

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Tambah 275 Kasus Covid-19 di Depok, 7.187 Pasien Dirawat

UPDATE 11 Agustus: Tambah 275 Kasus Covid-19 di Depok, 7.187 Pasien Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.