Penuhi Panggilan Polisi atau Tidak, Sandi Mesti Sesuaikan dengan Jadwal Kampanye

Kompas.com - 20/03/2017, 12:15 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat menerima dukungan dari relawan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni di Yayasan Annajah, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3/2017) siang. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERACalon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat menerima dukungan dari relawan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni di Yayasan Annajah, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3/2017) siang.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Yupen Hadi, anggota tim kuasa hukum Anies Baswedan-Sandiaga Uno, mengaku sudah menerima surat pemanggilan Sandiaga oleh Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan penggelapan.

Yupen belum dapat memastikan apakah kliennya itu akan memenuhi panggilan polisi pada Selasa (21/3/2017) atau tidak. 

"Saya belum koordinasi dengan Mas Sandi seperti apa. Saya pun belum tahu dia sudah baca atau belum karena suratnya baru saya baca," kata Yupen ketika dihubungi, Senin (20/3/2017).

(Baca juga: Selasa, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Sandiaga)

Yupen belum tahu apakah ia akan mendampingi Sandiaga dalam pemeriksaan itu atau tidak karena selama ini ia hanya mengadvokasi dalam hal pencalonan.

Ia juga mengatakan, jadwal kampanye dan kegiatan Sandiaga perlu disesuaikan jika harus memenuhi panggilan polisi.

"Beliau mesti menyesuaikan diri dengan program kampanye yang sudah disusun. Enggak mungkin tiba-tiba harus dibatalkan," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan Sandiaga Uno pada Selasa (21/2/2017) pukul 13.00.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Sandiaga diminta membawa dokumen-dokumen penjualan tanah tersebut maupun dokumen lainnya yang berkaitan.

Ia mengatakan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan belum ditentukan ada tidaknya unsur pidana. Sandiaga diminta menerangkan duduk perkara yang membuat ia dilaporkan.

"Klarifikasi saja," ujar Argo. Menurut Argo, dugaan penggelapan ini dilaporkan oleh Fransiska Kumalawati Susilo selaku kuasa hukum dari korban, Djoni Hidayat.

Sebelumnya, Fransiska Kumalawati Susilo mengaku bahwa ia kuasa hukum Edward Soeryadjaya.

Mengenai detail kasus ini, Argo belum dapat menjelaskannya. Hanya saja, ia menyatakan bahwa lahan yang diperkarakan itu milik Djoni.

(Baca juga: Sandiaga Uno Dilaporkan ke Polisi oleh Edward Soeryadjaya)

Kompas TV Pagi tadi (17/3)  calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendatangi kantor polsek Metro Tanah Abang Jakarta.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Munarman Didakwa dengan 3 Pasal Terkait Terorisme

Munarman Didakwa dengan 3 Pasal Terkait Terorisme

Megapolitan
Tes Covid-19 di Cikarang, Warga Jakarta Dinyatakan Terpapar Omicron Usai Pulang dari Luar Negeri

Tes Covid-19 di Cikarang, Warga Jakarta Dinyatakan Terpapar Omicron Usai Pulang dari Luar Negeri

Megapolitan
Buruh Kembali Padati Area Patung Kuda, Tuntut Kenaikan Upah Minimum

Buruh Kembali Padati Area Patung Kuda, Tuntut Kenaikan Upah Minimum

Megapolitan
Pengendara Motor Tergelincir di Cengkareng, Kakinya Terlindas Crane

Pengendara Motor Tergelincir di Cengkareng, Kakinya Terlindas Crane

Megapolitan
UNJ Mintai Keterangan Dosen yang Diduga Lecehkan Mahasiswinya dengan Kirim Pesan Menggoda

UNJ Mintai Keterangan Dosen yang Diduga Lecehkan Mahasiswinya dengan Kirim Pesan Menggoda

Megapolitan
Situasi Terkini Demo Buruh di Jakarta, Massa Aksi Ricuh dan Memaksa Masuk Gedung MK

Situasi Terkini Demo Buruh di Jakarta, Massa Aksi Ricuh dan Memaksa Masuk Gedung MK

Megapolitan
Ngotot Sidang Digelar Offline, Kuasa Hukum Sebut Munarman Tak Bisa Melihat Jelas jika lewat Layar

Ngotot Sidang Digelar Offline, Kuasa Hukum Sebut Munarman Tak Bisa Melihat Jelas jika lewat Layar

Megapolitan
Polisi: Pembalap Liar Intimidasi dan Pukul Brigadir Irawan di Pondok Indah Pakai Pistol Korek

Polisi: Pembalap Liar Intimidasi dan Pukul Brigadir Irawan di Pondok Indah Pakai Pistol Korek

Megapolitan
Jalan Medan Merdeka Selatan Arah Gambir Jadi Tempat Parkir Kendaraan Massa Buruh

Jalan Medan Merdeka Selatan Arah Gambir Jadi Tempat Parkir Kendaraan Massa Buruh

Megapolitan
Peneliti ITB Sebut Sebagian Wilayah Jakarta Lebih Rendah dari Permukaan Laut: “Tertolong Tanggul”

Peneliti ITB Sebut Sebagian Wilayah Jakarta Lebih Rendah dari Permukaan Laut: “Tertolong Tanggul”

Megapolitan
Polda Metro Jaya: 6 Tersangka Pengeroyok Polisi di Pondok Indah Satu Geng yang Kerap Balap Liar

Polda Metro Jaya: 6 Tersangka Pengeroyok Polisi di Pondok Indah Satu Geng yang Kerap Balap Liar

Megapolitan
Demo di Sekitar Monas Mulai Ricuh, Buruh Tarik Kawat Berduri, Polisi Beri Peringatan

Demo di Sekitar Monas Mulai Ricuh, Buruh Tarik Kawat Berduri, Polisi Beri Peringatan

Megapolitan
5 Orang Tewas dalam Kebakaran di Tambora, Warga: Udah Gedor Gerbang, Teriak, biar Bangun...

5 Orang Tewas dalam Kebakaran di Tambora, Warga: Udah Gedor Gerbang, Teriak, biar Bangun...

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tetapkan 6 Pelaku Balap Liar Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Polisi di Pondok Indah

Polda Metro Jaya Tetapkan 6 Pelaku Balap Liar Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Terobos Penutup Jalan Medan Merdeka Barat, Massa Buruh Berupaya Dekati Gedung MK

Terobos Penutup Jalan Medan Merdeka Barat, Massa Buruh Berupaya Dekati Gedung MK

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.