Kebon Melati Satu-satunya Kelurahan di DKI yang Tak Punya Puskesmas

Kompas.com - 20/03/2017, 15:39 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono (kiri) bersama Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana, di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/3/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono (kiri) bersama Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana, di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/3/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalami hambatan untuk membangun puskesmas di Kelurahan Kebon Melati, Jakarta Pusat. Lokasi yang diincar untuk dijadikan puskemas sudah ada yaitu sebuah lapangan futsal.

Namun warga tidak mau lapangan futsal itu hilang demi pembangunan puskesmas. Maka, Kelurahan Kebon Melati pun menjadi satu-satunya kelurahan di Jakarta yang belum mempunyai puskesmas.

"Kebon Melati itu kelurahan satu-satunya yang tidak memiliki puskesmas. Sudah diprogramkan untuk bangun puskesmas seluas 555 meter persegi, tapi di situ ada lapangan futsal. Nah pemuda futsal ini tidak mau digusur," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (20/3/2017).

Sumarsono mengatakan, warga meminta lapangan futsal pengganti jika Pemprov DKI ingin membangun puskesmas. Sumarsono mengatakan, Pemprov DKI berupaya untuk mencarikan lahan lain sebagai pengganti lapangan futsal itu.

Dia menegaskan puskesmas tetap harus dibangun. Jika lapangan futsal pengganti belum tersedia, Sumarsono mengatakan puskesmas tidak bisa dibangun. Hal itu merupakan keinginan warga sendiri. Meskipun secara pribadi Sumarsono ingin puskesmas bisa langsung dibangun.

"Karena kasihan warga kalau berobat ke puskesmas kelurahan lain, pasti dinomorduakan," kata Sumarsono.

Jika warga mengalah, Sumarsono mengatakan puskesmas bisa dibangun secepatnya. Anggaran untuk pembangunan sudah tersedia.

"Kalau selesai masalah ini artinya teman-teman futsal agak ngalah sedikit, sambil nunggu tempat. April bisa dikerjakan puskesmasnya dan tiga bulan selesai," kata Sumarsono.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Berkebutuhan Khusus yang Dipasung dan Terbakar di Tangsel Pernah Ditangani Dinas Sosial

Anak Berkebutuhan Khusus yang Dipasung dan Terbakar di Tangsel Pernah Ditangani Dinas Sosial

Megapolitan
Selain karena Digugat Cerai Istri, Ini Motif Lain HF Nekat Bakar Diri

Selain karena Digugat Cerai Istri, Ini Motif Lain HF Nekat Bakar Diri

Megapolitan
Kasatpol PP Jakbar Benarkan Ada Anak Buahnya Diduga Bobol Dana Bank DKI

Kasatpol PP Jakbar Benarkan Ada Anak Buahnya Diduga Bobol Dana Bank DKI

Megapolitan
Tak ingin Terburu-buru, DPRD DKI Belum Jadwalkan Rapat Anggaran

Tak ingin Terburu-buru, DPRD DKI Belum Jadwalkan Rapat Anggaran

Megapolitan
Warga Korban Penggusuran di Sunter Mengaku Tidak Pernah Ditawari Rusun

Warga Korban Penggusuran di Sunter Mengaku Tidak Pernah Ditawari Rusun

Megapolitan
Perjalanan Kereta Ditambah Mulai Desember 2019, Selang Waktu Tiba KRL Bekasi pada Jam Sibuk 11 Menit

Perjalanan Kereta Ditambah Mulai Desember 2019, Selang Waktu Tiba KRL Bekasi pada Jam Sibuk 11 Menit

Megapolitan
Per Desember 2019, KCI Tambah 112 Perjalanan KRL secara Bertahap

Per Desember 2019, KCI Tambah 112 Perjalanan KRL secara Bertahap

Megapolitan
Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Keluarga Korban Kebakaran di Tangsel Sempat Sulit Cari Kontrakan

Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Keluarga Korban Kebakaran di Tangsel Sempat Sulit Cari Kontrakan

Megapolitan
Kadishub DKI: Semua Ruas Jalan Protokol di Jakarta Layak Diterapkan ERP

Kadishub DKI: Semua Ruas Jalan Protokol di Jakarta Layak Diterapkan ERP

Megapolitan
Pelaku Penyiraman Air Keras Diduga Sasar Perempuan karena Kurang Perhatian sang Kakak

Pelaku Penyiraman Air Keras Diduga Sasar Perempuan karena Kurang Perhatian sang Kakak

Megapolitan
Polresta Tangerang Bentuk Satgas untuk Cegah Judi Pilkades

Polresta Tangerang Bentuk Satgas untuk Cegah Judi Pilkades

Megapolitan
Anggota Fraksi PDI-P Sebut Penggusuran di Sunter Tak Sesuai Janji Kampanye Anies

Anggota Fraksi PDI-P Sebut Penggusuran di Sunter Tak Sesuai Janji Kampanye Anies

Megapolitan
Pembongkaran di Sunter Agung Terus Berlangsung, Warga dan Satpol PP Terlibat Cekcok

Pembongkaran di Sunter Agung Terus Berlangsung, Warga dan Satpol PP Terlibat Cekcok

Megapolitan
Iuran BPJS Kesehatan Naik Tahun 2020, Ini Syarat dan Cara Pindah Kelas

Iuran BPJS Kesehatan Naik Tahun 2020, Ini Syarat dan Cara Pindah Kelas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Alokasikan 25 Persen APBD di Sektor Pendidikan

Pemkot Tangerang Alokasikan 25 Persen APBD di Sektor Pendidikan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X