Siapa Saja Lansia yang Bisa Dapat "Kartu Jakarta Lansia"

Kompas.com - 20/03/2017, 22:53 WIB
Calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat wawancara dengan awak media di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaCalon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat wawancara dengan awak media di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjelaskan bahwa kriteria warga lanjut usia yang akan mendapat fasilitas " Kartu Jakarta Lansia" atau KJL adalah lansia yang sudah tak memiliki penghasilan.

"Jadi yang dimaksud lansia adalah orang yang tua dan miskin. Kemudian lansia yang anak cucunya enggak mampu pelihara dia," kata Ahok di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017).

Ahok yang juga calon gubernur DKI nomor pemilihan dua itu mengaku telah mengantongi data dari Dasawisma PKK. Ada lansia yang memiliki penghasilan di bawah Rp 3 juta hingga 2 juta tiap bulannya. Selain itu, kata dia, Kartu Jakarta Lansia tidak akan diberikan kepada lansia yang masih tinggal bersama anak dan cucunya.

"Sekarang saja (lansia) yang penghasilannya di bawah Rp 2 juta per bulan ada 12 ribu orang, dan mereka yang usianya 70 tahun. Kalau (lansia berpenghasilan) di bawah Rp 3 juta perbulan ada 50 ribu lebih orang. Kami sudah punya data, tapi kan tiap tahun nambah (jumlah lansia)," kata Ahok.

Rencananya, bantuan melalui Kartu Jakarta Lansia akan diberikan secara non tunai atau transfer lewat Bank DKI. Tiap bulan, Ahok merencanakan untuk memberikan bantuan sebesar Rp 600 ribu kepada tiap-tiap lansia itu.

Para lansia tak bisa menarik tunai uang yang ada di dalam kartu tersebut. Namun mereka dapat membeli barang dengan menggunakan kartu itu sebagai kartu debit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Megapolitan
Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Megapolitan
Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Megapolitan
Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Megapolitan
Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X