Djarot: Paling Gampang Itu Program KJP Dikasih Plus, KJL Dikasih Plus

Kompas.com - 22/03/2017, 16:44 WIB
Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ngeliwet di Kebon Jeruk, Selasa (21/3/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ngeliwet di Kebon Jeruk, Selasa (21/3/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Djarot Saiful Hidayat, tidak ambil pusing dengan komentar bahwa program Kartu Jakarta Lansia (KJL) mirip dengan program milik pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Menurut dia, kemiripan itu sah-sah saja.

"Kami untuk program lansia sudah kami sampaikan kebutuhannya, Rp 600.000. Paling gampang itu kan memang program KJP dikasih plus jadi KJP plus. Nanti program KJL dikasih plus jadi KJL plus," kata Djarot di Sunter Agung, Rabu (22/3/2017).

"Enggak apa-apa biar nanti masyarakat yang bisa menilai dan merasakan," kata Djarot.

Pasangan Anies Sandi menggagas progam Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. KJP Plus itu disebut sebagai gabungan dari program KJP yang telah dilaksananan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot saat ini gubernur dan wakil gubernur DKI dengan KIP (Kartu Indonesia Pintar) yang merupakan program nasional. 


Ahok-Djarot tidak memberikan KIP kepada siswa-siswi DKI karena nilai KJP lebih besar dari KIP dan demi asas pemerataan, agar siswa di wilayah lain di Indonesia bisa mendapatkan bantuan itu.

Anies-Sandi juga punya program untuk lansia. Berbeda dengan Ahok-Djarot, bantuan untuk lansia milik Anies-Sandi sebesar Rp 300.000 per bulan.

Djarot mengatakan mereka sudah memiliki data mengenai lansia di Jakarta. Dasa Wisma sudah bergerak untuk mengumpulkan data para lansia.

Djarot kembali menjelaskan pentingnya program Kartu Jakarta Lansia itu. Program tersebut berangkat dari banyaknya lansia yang menolak tinggal di panti dengan alasan tidak ingin jauh dari keluarga. Padahal, keluarganya sama-sama tidak mampu.

Lansia yang seperti itu harus mendapatkan kemudahan berupa Kartu Jakarta Lansia.

"Mereka juga ada yang bekerja berjualan macam-macam tapi penghasilannya di bawah Rp 3 juta. Itu perlu dibantu enggak? Perlu juga," ujar Djarot.

Djarot tidak khawatir jika para lansia tidak mengerti cara menggunakan KJL. Dia mengatakan para lansia boleh dibantu oleh keluarga mereka untuk menggunakan KJL. Hal yang paling penting, kartu tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan para lansia.

"Kan punya saudara, kalau tinggal sendiri minta tolong tetangga. Jangan dipersulitlah," kata Djarot.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Megapolitan
Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Megapolitan
Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Megapolitan
Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Megapolitan
Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Megapolitan
Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Megapolitan
Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Megapolitan
Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Megapolitan
Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Megapolitan
BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

Megapolitan
DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

Megapolitan
Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Megapolitan
Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Megapolitan
Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Megapolitan
Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X