Kompas.com - 22/03/2017, 19:08 WIB
Juru bicara tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dari Partai Nasdem, Bestari Barus, saat menghadiri diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/10/2016). KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERAJuru bicara tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dari Partai Nasdem, Bestari Barus, saat menghadiri diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/10/2016).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Juru bicara tim pemenangan pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Bestari Barus, mengancam akan melaporkan Panwaslu Jakarta Timur ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Hal itu disebabkan karena Panwaslu Jakarta Timur menduga istri Ahok, Veronica Tan, melakukan pelanggaran kampanye.

Adapun Veronica diduga menggunakan fasilitas pemerintah untuk pelaksanaan bakti sosial dengan Partai Nasdem, partai politik pengusung Ahok-Djarot pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Warga boleh kan untuk turun ke posyandu? Lama-lama kami kumpul di pasar juga dianggap pelanggaran, lama-lama ini panwaslu-nya yang kami laporkan ke DKPP (karena) mengganggu hak asasi orang lain untuk bersosialisasi," kata Bestari, saat dihubungi wartawan, Rabu (22/3/2017).

(baca: Panwaslu Temukan Dugaan Pelanggaran oleh Istri Ahok)

Dia mengatakan, Veronica berhak datang ke posyandu selama tak mengajak warga untuk memilih pasangan cagub-cawagub tertentu. Di sana, kata Bestari, Veronica menceritakan program Pemprov DKI Jakarta.

"Kan bagus masyarakat jadi tahu (program Pemprov DKI Jakarta), yang disebut kampanye itu mengajak orang memilih. Makanya ini yang namanya panwaslu mendingan dididik lagi," kata Ketua DPW Partai Nasdem DKI Jakarta tersebut.

Dalam Peraturan KPU Nomor 12/2016 tentang Kampanye disebutkan bahwa kampanye merupakan kegiatan menawarkan visi misi atau informasi lain dari pasangan calon gubernur-wakil gubernur yang bertujuan mengenalkan dan meyakinkan pemilih.

Ketua Panwaslu Jakarta Timur Sahrozi sebelumnya mengatakan tak ada informasi mengenai bakti sosial oleh Partai Nasdem di Posyandu RW 04, Kelurahan Cipinang. Selain itu, kata Sahrozi, tidak ada informasi mengenai kehadiran Veronica.

"Pada hari H ternyata dia (Veronica) datang, ada beberapa warga situ, warga luar ada, memakai baju identitas, kotak-kotak," kata Sahrozi.

(baca: Istri Ahok Diduga Melanggar Kampanye, Timses Sebut Panwaslu "Lebay")

Saat pembagian sumbangan bubur dan biskuit untuk anak tersebut, sebagian warga Cipinang Melayu disebut merasa keberatan. Mereka melapor kepada Panwascam Makasar.

Kemudian panwascam membuat temuan dugaan pelanggaran, yakni menggunakan fasilitas pemerintah atau posyandu. Untuk membuktikan dugaan pelanggaran tersebut, Panwaslu Jakarta Timur akan memanggil liaison officer (LO) Partai Nasdem yang hadir saat pembagian sumbangan dan lurah Cipinang Melayu untuk dimintai klarifikasi.

Panwaslu Jakarta Timur akan memastikan apakah LO dari Partai Nasdem tersebut merupakan bagian dari tim kampanye Ahok-Djarot atau bukan.

Kompas TV Veronica Tan, istri dari Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama melakukan kunjungan ke posko pengungsian banjir di masjid kampus Universitas Borodbudur,
  NEWS 2017-03-22 11:19:28

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Terbakar di Dekat Gandaria City, Lalu Lintas Sempat Macet

Mobil Terbakar di Dekat Gandaria City, Lalu Lintas Sempat Macet

Megapolitan
Jumlah Penduduk Miskin Jakarta Meningkat, Anies: Terendah Dibandingkan Provinsi Lain

Jumlah Penduduk Miskin Jakarta Meningkat, Anies: Terendah Dibandingkan Provinsi Lain

Megapolitan
Ditangkap karena Gunakan Ganja, Jeff Smith: Ganja Tak Layak Dikategorikan sebagai Narkotika

Ditangkap karena Gunakan Ganja, Jeff Smith: Ganja Tak Layak Dikategorikan sebagai Narkotika

Megapolitan
Fakta Sementara Pengeroyokan Anggota TNI dan Polisi di Kebayoran Baru: Satu Tewas, Pelaku Masih Buron

Fakta Sementara Pengeroyokan Anggota TNI dan Polisi di Kebayoran Baru: Satu Tewas, Pelaku Masih Buron

Megapolitan
Jeff Smith Mengaku Gunakan Ganja Usai Lulus SMA

Jeff Smith Mengaku Gunakan Ganja Usai Lulus SMA

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Pedagang Binaan di Jakut Dimulai Hari Ini

Vaksinasi Covid-19 untuk Pedagang Binaan di Jakut Dimulai Hari Ini

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
Soal SIKM, Anies: Harus Terintegrasi secara Nasional

Soal SIKM, Anies: Harus Terintegrasi secara Nasional

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bekasi Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bekasi Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
Klaim Kasus Covid-19 Terus Menurun, Pemkot Bogor Hentikan Operasional RS Lapangan

Klaim Kasus Covid-19 Terus Menurun, Pemkot Bogor Hentikan Operasional RS Lapangan

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Depok Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Depok Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bogor Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bogor Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
Polisi Dapat Sedikit Ganja Saat Geledah Mobil Jeff Smith

Polisi Dapat Sedikit Ganja Saat Geledah Mobil Jeff Smith

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Jakarta Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Jakarta Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
Bangunan Liar yang Ganggu Akses Masuk ke SMAN 30 Akan Dibongkar

Bangunan Liar yang Ganggu Akses Masuk ke SMAN 30 Akan Dibongkar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X