Kompas.com - 22/03/2017, 22:41 WIB
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Gedung Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/17). KOMPAS.com/Dea AndrianiGubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Gedung Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/17).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masuk dalam daftar tokoh yang dianggap layak menjadi calon presiden berdasarkan survei yang diselenggarakan Indo Barometer.

Bagaimana pendapat Ahok terkait hal itu?

"Memang (berniat nyapres). (Mau jadi) presiden direktur gue ha-ha-ha," kata Ahok di Jalan Proklamasi Nomor 53, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017).

Ahok berulang kali mengatakan keinginannya untuk bekerja di perusahaan swasta jika tak berhasil menjadi gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Beberapa waktu lalu bahkan Ahok menyebut bahwa dirinya sudah ditawari pekerjaan dengan gaji Rp 250 juta per bulan di luar bonus.

"Kalau anda pengin gubernur lain, saya puji Tuhan. Ngapain kerja pagi sampai malam urusin orang," kata Ahok di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada 20 Januari 2017.

Indo Barometer dalam surveinya mengajukan pertanyaan terbuka mengenai dukungan terhadap calon presiden. Hasilnya, sebanyak 31,3 persen responden memilih Joko Widodo masih layak memimpin Indonesia.

Di urutan kedua ada nama Prabowo Subianto yang sempat mencalonkan diri jadi calon presiden yang melawan Jokowi pada Pilpres 2014.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari mengatakan, di urutan ketiga, terdapat  nama Ahok.

"Basuki Tjahaja Purnama dipilih oleh 8,3 persen responden," ujar Qodari dalam diskusi "Evaluasi Publik 2,5 Tahun Pemerintah Jokowi-JK". (Baca: Nama Ahok dan Agus Harimurti Muncul dalam Survei Capres 2019)

Survei Indo Barometer itu dilakukan di 34 provinsi dalam kurun 4-14 Maret 2017. Jumlah responden 1.200 dengan margin of error kurang lebih 3 persen. Beberapa pertanyaan diajukan secara terbuka sehingga responden bisa menulis sendiri jawabannya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 18 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 18 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 18 April 2020

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 18 April 2020

Megapolitan
BMKG Pastikan Siklon Tropis Surigae tak Pengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG Pastikan Siklon Tropis Surigae tak Pengaruhi Cuaca Jabodetabek

Megapolitan
Gardu Listrik di Cilandak Meledak dan Terbakar, Api Dipadamkan oleh Warga

Gardu Listrik di Cilandak Meledak dan Terbakar, Api Dipadamkan oleh Warga

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor, 18 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor, 18 April 2021

Megapolitan
Sekjen PBB Setujui Usul Anies Terkait Antisipasi Perubahan Iklim

Sekjen PBB Setujui Usul Anies Terkait Antisipasi Perubahan Iklim

Megapolitan
Pengunjung Diperbolehkan Bersepeda di Dalam Mal Balekota Tangerang

Pengunjung Diperbolehkan Bersepeda di Dalam Mal Balekota Tangerang

Megapolitan
Hilang Kendali, Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan di Glodok

Hilang Kendali, Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan di Glodok

Megapolitan
Update 17 April: Bertambah 1.037, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 398.125

Update 17 April: Bertambah 1.037, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 398.125

Megapolitan
Anies: Kami Sedang Genjot Kembali Perekonomian Jakarta

Anies: Kami Sedang Genjot Kembali Perekonomian Jakarta

Megapolitan
Ada Larangan Mudik, Polda Metro Jaya Siapkan 31 Titik Pengamanan

Ada Larangan Mudik, Polda Metro Jaya Siapkan 31 Titik Pengamanan

Megapolitan
Ambulansnya Terlibat Kecelakaan, Kimia Farma Klaim Sudah Berdamai dengan Korban

Ambulansnya Terlibat Kecelakaan, Kimia Farma Klaim Sudah Berdamai dengan Korban

Megapolitan
Ada Balap Liar di Pondok Indah, 5 Unit Sepeda Motor Ditahan Polisi

Ada Balap Liar di Pondok Indah, 5 Unit Sepeda Motor Ditahan Polisi

Megapolitan
Kimia Farma: Ambulans yang Terobos Lampu Merah Bawa Sampel Hasil Lab

Kimia Farma: Ambulans yang Terobos Lampu Merah Bawa Sampel Hasil Lab

Megapolitan
Balap Liar di Bulan Ramadhan, Tujuh Pemuda Diamankan Polisi

Balap Liar di Bulan Ramadhan, Tujuh Pemuda Diamankan Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X