Kompas.com - 26/03/2017, 12:22 WIB
Calon wakil gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (pakai baju koko warna pastel) saat menghadiri Haul pendiri Ponpes Al-Wathoniyah, Klender, Jakarta Timur, Minggu (26/3/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaCalon wakil gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (pakai baju koko warna pastel) saat menghadiri Haul pendiri Ponpes Al-Wathoniyah, Klender, Jakarta Timur, Minggu (26/3/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Djarot Saiful Hidayat, menghadiri haul pendiri Pondok Pesantren Al-Wathoniyah, Klender, Jakarta Timur, KH Hasbiyallah, Mingu (26/3/2017). Di sana, Djarot terlihat berbincang dengan para pengurus dan jemaah pondok pesantren. Dia juga melihat-lihat keadaan ruang kelas.

"Kami datang ke sini untuk haul Kyai Haji Hasbiyallah sekaligus ziarah, dan meninjau keberadaan pondok. Inilah yang kami cari, pondok yang betul-betul nuansanya itu nuansa Indonesianya dapat," kata Djarot.

Selama melihat-lihat keadaan kelas, pengurus ponpes mengatakan bahwa sekolah di sana sudah mangkrak pembangunannya selama 7 bulan. Gedung sekolah juga terlihat sudah usang. Beberapa langit-langit gedung sekolah terlihat bolong.

Kepada penerus Hasbiyallah, Djarot menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan memiliki program "pasukan merah". Nantinya "pasukan merah" itu merenovasi permukiman warga yang sudah tak layak.

"Padahal ini pusatnya (Yayasan Alwathoniyah). Cabang-cabangnya lebih bagus, makanya nanti pusatnya akan kami urus," kata Djarot.

Djarot menyebutkan, ponpes itu berhasil mendidik santrinya untuk mencintai tanah air. Ia juga berharap, pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren tersebut dapat menangkal deradikalisasi.

"Karena kami ingin mendidik santri-santri ini betul-betul santri yang tidak hanya membangun Ukhuwah Islamiyah, tapi juga membangun Ukhuwah Wathoniyah dan Ukhuwah Basariah," kata Djarot.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.