Tim Ahok-Djarot Tak Mau Buru-buru Klaim Didukung Partai Pengusung Agus-Sylvi

Kompas.com - 27/03/2017, 10:40 WIB
Juru bicara pasangan Ahok-Djarot yang juga Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni Kompas.com/Kurnia Sari AzizaJuru bicara pasangan Ahok-Djarot yang juga Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Tim Pemenangan calon gubernur-wakil gubernur, Basuki Tjahaha Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat, Raja Juli Antoni, mengatakan, tak mau gegabah mengklaim didukung partai pengusung Agus Harimurti-Sylviana Murni untuk putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Salah satu partai pengusung Agus-Sylvi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), berencana deklarasi mendukung Ahok-Djarot pada Minggu (26/3/2017), namun ditunda.

"Kami tak mau terlalu terburu-buru klaim partai A atau B sudah sepakat untuk mendukung kami," kata Toni saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Senin (27/3/2017).

Dia menambahkan, keputusan dukungan merupakan hak prerogratif partai. Adapun Tim Ahok-Djarot saat ini hanya bisa menghargai usaha serta partisipasi partai pendukung Agus-Sylvi yang berniat mendukung paslon nomor dua.

"Kami memberikan prioritas kepada partai tersebut untuk ekspose ke publik bahwa mereka berikan dukungan. Kami hargai porses internal masing-masing partai," lanjut Toni. (Baca: Deklarasi Dukungan PPP Kubu Romi untuk Ahok-Djarot Ditunda)

Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mengakui bahwa PPP Romarhumuziy terkait dukungan pada Ahok-Djarot. Namun, dia menyerahkan agar PPP memberikan pandangan secara langsung.

"Kalau kami prinsipnya, semakin banyak partai bergabung, semakin bagus," ujar Toni.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa: Eksepsi Kuasa Hukum John Kei Hanya Didasari Asumsi

Jaksa: Eksepsi Kuasa Hukum John Kei Hanya Didasari Asumsi

Megapolitan
IDI Usul Pasien Covid-19 Gejala Ringan Dirawat di Rumah dengan Pengawasan Dokter

IDI Usul Pasien Covid-19 Gejala Ringan Dirawat di Rumah dengan Pengawasan Dokter

Megapolitan
RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

Megapolitan
Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Megapolitan
Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Megapolitan
Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Megapolitan
50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Megapolitan
18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

Megapolitan
UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Megapolitan
Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Megapolitan
Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X