Pada 29 Maret-1 April, Ada Pameran Bus-bus Klasik di JIExpo Kemayoran

Kompas.com - 29/03/2017, 11:09 WIB
Sejumlah bus klasik yang akan ditampilkan dalam pameran bertajuk Indonesia Classic N Unique Bus 2017 yang diadakan di Hall B dan C, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Rabu (29/3/2017) hingga Sabtu (1/4/2017). Dokumentasi/InCUBUS 2017 Sejumlah bus klasik yang akan ditampilkan dalam pameran bertajuk Indonesia Classic N Unique Bus 2017 yang diadakan di Hall B dan C, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Rabu (29/3/2017) hingga Sabtu (1/4/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah pameran yang menampilkan jenis-jenis bus klasik diadakan di Hall B dan C, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat mulai Rabu (29/3/2017) ini hingga Sabtu (1/4/2017) mendatang.

Jenis bus yang dipamerkan dalam pameran bertajuk Indonesia Classic N Unique Bus 2017 itu adalah bus-bus yang pernah digunakan untuk layanan angkutan umum di Jakarta pada masa lampau. Selaku penyelenggara, Project Coordinator InCUBUS 2017 Muhammad Fikri menyebutkan jenis bus yang dipamerkan adalah bus-bus dari era tahun 1920-an, 1960-an, 1970-an, 1980-an dan 1990-an.

"Kami ingin melambungkan ingatan masyarakat Indonesia agar lebih dekat dengan bus dan menjadikan bus sebagai bagian budaya dan sejarah yang tak terpisahkan dari perkembangan masyarakat," kata Fikri melaui keterangan tertulisnya, Rabu.

Menurut Fikri, pameran dibuka dari pukul 10.00-17.00 dan tidak ada pungutan biaya masuk kepada pengunjung.


Selain menampilkan bus, Fikri menyebut selama pameran, pengunjung dapat mengikuti diskusi mengenai segala hal tentang bus, dari mulai sejarah hingga kampanye untuk mengajak masyarakat mau naik bus.

Fikri mengatakan ada beberapa hal yang akan dipamerkan di dalam booth, mulai dari tiket, buku sejarah kendaraan komersial, dan izin operasional bus yang diterbitkan pada tahun 1937.

"Dan pada hari terakhir 1 April 2017 akan diisi diskusi dengan Sunarya Hadisaputra, penggemar bus yang sukses menjadi produsen miniatur bus," ucap Fikri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tepergok Korban, Maling Ditangkap Setelah Lukai Pasutri

Tepergok Korban, Maling Ditangkap Setelah Lukai Pasutri

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Sediakan Layanan Bike Sharing di Tempat Umum

Pemprov DKI Akan Sediakan Layanan Bike Sharing di Tempat Umum

Megapolitan
Ninoy Karundeng Bantah Diobati Dokter Insani Saat Dianiaya

Ninoy Karundeng Bantah Diobati Dokter Insani Saat Dianiaya

Megapolitan
Tolak Berhubungan Badan, Wanita di Cikupa Dianiaya Pacarnya

Tolak Berhubungan Badan, Wanita di Cikupa Dianiaya Pacarnya

Megapolitan
Dishub DKI Sedang Kaji 3 Hal Terkait Pengoperasian Skuter Elektrik

Dishub DKI Sedang Kaji 3 Hal Terkait Pengoperasian Skuter Elektrik

Megapolitan
Pengoperasian Becak Listrik di Jakarta Terganjal Perda

Pengoperasian Becak Listrik di Jakarta Terganjal Perda

Megapolitan
Polda Metro Jaya Nyatakan Tak Buat Pesan Berantai soal Pengamanan Ibadat di Gereja

Polda Metro Jaya Nyatakan Tak Buat Pesan Berantai soal Pengamanan Ibadat di Gereja

Megapolitan
Viral, Seorang Pria Dikeroyok di Stasiun Jurangmangu

Viral, Seorang Pria Dikeroyok di Stasiun Jurangmangu

Megapolitan
Ditinggal Pergi Ibu, Balita Tewas Setelah Terjatuh dari Lantai 7 Rusunawa Tambora

Ditinggal Pergi Ibu, Balita Tewas Setelah Terjatuh dari Lantai 7 Rusunawa Tambora

Megapolitan
Ketua RT Tugu Selatan Kerepotan Atur Penerangan Jembatan Kerang Hijau

Ketua RT Tugu Selatan Kerepotan Atur Penerangan Jembatan Kerang Hijau

Megapolitan
Hari-hari Terakhir Affan, Bocah 10 Tahun yang Tewas Ditabrak Kereta Api

Hari-hari Terakhir Affan, Bocah 10 Tahun yang Tewas Ditabrak Kereta Api

Megapolitan
Setelah Nenek Buta Huruf Ditipu, Kini Rumahnya Berdiri di Atas Tanah dengan 2 Pemilik Berbeda

Setelah Nenek Buta Huruf Ditipu, Kini Rumahnya Berdiri di Atas Tanah dengan 2 Pemilik Berbeda

Megapolitan
Polisi: Bom Rakitan yang Disita Bersama Abdul Basith Berdaya Ledak Radius 30 Meter

Polisi: Bom Rakitan yang Disita Bersama Abdul Basith Berdaya Ledak Radius 30 Meter

Megapolitan
Meski Dipasangi Pagar, Pelintasan Sebidang Dekat Stasiun Palmerah Tetap Bisa Dilalui Kendaraan

Meski Dipasangi Pagar, Pelintasan Sebidang Dekat Stasiun Palmerah Tetap Bisa Dilalui Kendaraan

Megapolitan
Cerita soal Jembatan Kerang Hijau, Iseng Ajukan ke Pemkot Hingga Terkejut dengan Desainnya

Cerita soal Jembatan Kerang Hijau, Iseng Ajukan ke Pemkot Hingga Terkejut dengan Desainnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X