Dalam Sidang, Saksi Ahli Nilai Ahok Menertawakan Diri Sendiri - Kompas.com

Dalam Sidang, Saksi Ahli Nilai Ahok Menertawakan Diri Sendiri

Kompas.com - 29/03/2017, 19:04 WIB
Kompas.com/Akhdi Martin Pratama Suasana persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Audiotorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2017).


JAKARTA, KOMPAS.com -
Saksi ahli psikologi sosial, Risa Permana, menilai terdakwa kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengutip surat Al Maidah ketika pidato di Kepulauan Seribu untuk menceritakan pengalaman pribadi saat maju menjadi calon kepala daerah di Belitung.

Menurut Risa, Ahok diterpa isu SARA saat maju pada Pilkada Belitung.

Direktur Pusat Kajian Representasi Sosial dan Laboratorium Psikologi Sosial itu menilai, Ahok menceritakan pengalamannya itu hanya untuk mengenang dan bukan untuk mengantisipasi agar tidak kalah pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Saya lihat (Ahok) justru bukan mengeliminir kegagalan. Justru dia menertawakan kegagalannya sendiri," ujar Risa, dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2017).

(baca: Saksi Ahli dalam Sidang Ahok Nilai Polisi Gegabah)

Risa mengungkapkan hal tersebut setelah mengamati melalui video sikap Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Risa menilai, Ahok terlihat santai saat berpidato di lokasi itu.

"Saya yakin kalau kita nonton lagi (pidato) diucapkan sangat rileks. Dia maju dijegal berkali-kali dia bilang 'aduh'. Dia tidak mempersoalkan siapa yang menjegal atau 'aduh jangan-jangan saya dibuat seperti ini lagi.' Dia sedang menceritakan, dia sedang mengaktifkan ceritanya," kata Risa.

(baca: Ucapan Ahok soal Al Maidah Dinilai sebagai Mekanisme Bertahan)

Adapun Ahok didakwa telah melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 dalam pidato saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu pada September 2017.

Jaksa penuntut umum mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorIndra Akuntono

Terkini Lainnya

Rusun KS Tubun untuk Warga Berpenghasilan Rendah, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Rusun KS Tubun untuk Warga Berpenghasilan Rendah, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Megapolitan
Di Jalur Sarangan, 4 Kecelakaan Berujung Maut Terjadi dalam Sebulan

Di Jalur Sarangan, 4 Kecelakaan Berujung Maut Terjadi dalam Sebulan

Regional
Ruangannya Kena Peluru Nyasar, Politisi PAN Minta Polisi Usut Tuntas

Ruangannya Kena Peluru Nyasar, Politisi PAN Minta Polisi Usut Tuntas

Nasional
Penataan Jalan Pangeran Antasari, 'U-turn' Ditutup dan Jalan Dilebarkan

Penataan Jalan Pangeran Antasari, "U-turn" Ditutup dan Jalan Dilebarkan

Megapolitan
Musim Kering, Waduk dan Situ di Indramayu Hentikan Pengairan Sawah

Musim Kering, Waduk dan Situ di Indramayu Hentikan Pengairan Sawah

Regional
Hewan Misterius Kembali Serang Kambing Warga

Hewan Misterius Kembali Serang Kambing Warga

Regional
Perum PPD Klaim Kantongi Sertifikat Kepemilikan Tanah di Kebon Sayur Ciracas

Perum PPD Klaim Kantongi Sertifikat Kepemilikan Tanah di Kebon Sayur Ciracas

Megapolitan
Pembunuh Sopir Taksi Online di Palembang Divonis Penjara Seumur Hidup

Pembunuh Sopir Taksi Online di Palembang Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Risma: Saya Sudah Surati Presiden Jokowi, tetapi Belum Ada Tanggapan...

Risma: Saya Sudah Surati Presiden Jokowi, tetapi Belum Ada Tanggapan...

Regional
Ditemukan Kembali Lubang yang Diduga Bekas Tembakan Peluru di Gedung DPR

Ditemukan Kembali Lubang yang Diduga Bekas Tembakan Peluru di Gedung DPR

Nasional
ICJR Apresiasi Ide Pemerintah Susun Aturan Khusus bagi Napi Lansia

ICJR Apresiasi Ide Pemerintah Susun Aturan Khusus bagi Napi Lansia

Nasional
Cerita Ni'matul Fauziah, Atlet Tuna Netra Peraih Perak Lawnball Asian Paragames 2018 (1)

Cerita Ni'matul Fauziah, Atlet Tuna Netra Peraih Perak Lawnball Asian Paragames 2018 (1)

Regional
Taliban Peringatkan Guru dan Pelajar untuk Tak Ikuti Pemilu

Taliban Peringatkan Guru dan Pelajar untuk Tak Ikuti Pemilu

Internasional
'Nyabu', Pengusaha Kertas Gunarko Papan Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara

"Nyabu", Pengusaha Kertas Gunarko Papan Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Megapolitan
Unicef Kirim Ratusan Tenda Darurat dan Paket Sekolah untuk Anak-anak Korban Bencana Sulteng

Unicef Kirim Ratusan Tenda Darurat dan Paket Sekolah untuk Anak-anak Korban Bencana Sulteng

Nasional
Close Ads X