Sandiaga Tanggung Semua Dana Kampanye Dia dan Anies pada Putaran Kedua

Kompas.com - 30/03/2017, 19:02 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat menyapa warga di Jalan Tomang Pulo, Kelurahan Jati Pulo, Jakarta Barat, Rabu (28/3/2017). Sandi hadir mengenakan topi bertuliskan PPSU Tetap Ada. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERACalon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat menyapa warga di Jalan Tomang Pulo, Kelurahan Jati Pulo, Jakarta Barat, Rabu (28/3/2017). Sandi hadir mengenakan topi bertuliskan PPSU Tetap Ada.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno, mengaku menyokong semua dana kampanye yang besarnya Rp 13,5 miliar untuk Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua.

Dana kampanye yang dikeluarkan Sandiaga untuk putaran kedua ini nilainya jauh lebih kecil dari dana kampanye putaran pertama yang mencapai Rp 64,4 miliar.

"Untuk (kampanye) putaran kedua, posisi penerimaan kami sebesar Rp 13,5 miliar yang seluruhnya dialokasikan untuk putaran kedua. Semuanya berasal dari dana pribadi Bang Sandi," kata Bendahara Umum Tim Kampanye Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Satrio Dimas Adityo, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (30/3/2017).

(Baca juga: Sandiaga Suntik Dana Kampanye Putaran Kedua Sebesar Rp 7 Miliar)

Dimas menyampaikan, alokasi dana kampanye pada putaran kedua ini pada prinsipnya tidak berbeda jauh dengan putaran pertama.

Perbedaannya hanya pada alat peraga. Pada putaran kedua, alat peraga tidak lagi digunakan sesuai dengan aturan Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta.

"Dari alokasi penerimaan dana tersebut, pengeluaran kami fokuskan untuk sosialisasi tatap muka warga, kegiatan sosial relawan, dan penguatan struktural partai pengusung, serta produksi logistik atau bahan kampanye seperti kaus, kerudung, dan lainnya," tutur Dimas.

Awalnya, estimasi tim dalam menghadapi kampanye putaran kedua, bisa keluar biaya Rp 4 miliar dalam sepekan.

Dengan hitungan, putaran kedua selama enam pekan, berarti akan membutuhkan dana sebesar Rp 24 miliar.

Namun, kata Dimas, sampai hari ini dana kampanye yang terpakai baru Rp 11 miliar.

Ketika ditanya lebih lanjut soal alokasi per kegiatan atau belanja yang dilakukan, Dimas mengaku pihaknya belum merapikan data tersebut.

Dia berjanji merilis laporan dana kampanye Anies-Sandi selama masa kampanye pilkada putaran kedua dengan target penyusunan laporan H-10 dan rilis ke publik H-1 sebelum tenggat waktu laporan akhir dana kampanye ke KPUD DKI.

(Baca juga: Sandiaga Tak Berharap Dapat Bantuan Dana Kampanye dari PAN)

Adapun pada pilkada putaran pertama, Anies sempat menyumbang untuk dana kampanye sebesar Rp 400 juta.

Sementara itu, Sandi mengeluarkan uang lebih besar dari Anies, yaitu Rp 62,8 miliar. Selebihnya berasal dari sumbangan partai politik pengusung dan sumbangan lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Belum Atur Jadwal Vaksinasi Covid-19 untuk Pedagang Pasar

Dinkes Tangsel Belum Atur Jadwal Vaksinasi Covid-19 untuk Pedagang Pasar

Megapolitan
UPDATE 1 Maret: Tambah 39 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, Seorang Pasien Meninggal

UPDATE 1 Maret: Tambah 39 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, Seorang Pasien Meninggal

Megapolitan
2 Blad Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus Penuh

2 Blad Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus Penuh

Megapolitan
Selain di Gorong-gorong, Kabel di Tiang Jalan TB Simatupang Juga Terbakar

Selain di Gorong-gorong, Kabel di Tiang Jalan TB Simatupang Juga Terbakar

Megapolitan
Tunggu Arahan Pusat, Pemkot Tangsel Belum Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Tunggu Arahan Pusat, Pemkot Tangsel Belum Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Megapolitan
Dapat 33.400 Dosis, Depok Mulai Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua

Dapat 33.400 Dosis, Depok Mulai Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Pemalsu Surat Tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta

Polisi Tangkap Dua Pemalsu Surat Tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Kabel di Gorong-gorong Jalan TB Simatupang Terbakar, Lurah: Ledakannya Kencang

Kabel di Gorong-gorong Jalan TB Simatupang Terbakar, Lurah: Ledakannya Kencang

Megapolitan
Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Pria Sayat Leher Mantan Perawatnya di Bandara Soekarno-Hatta

Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Pria Sayat Leher Mantan Perawatnya di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Kabel di Gorong-gorong Jalan TB Simatupang Terbakar

Kabel di Gorong-gorong Jalan TB Simatupang Terbakar

Megapolitan
Mortir Seberat 50 Kg Ditemukan di Aliran Kali Cipinang

Mortir Seberat 50 Kg Ditemukan di Aliran Kali Cipinang

Megapolitan
Penyebar Video Syur Mirip Artis GL Raup Rp 75 Juta dari Komersialisasi Konten

Penyebar Video Syur Mirip Artis GL Raup Rp 75 Juta dari Komersialisasi Konten

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Lansia Digelar di Sekolah Tiap Kecamatan di Jakpus

Vaksinasi Covid-19 Lansia Digelar di Sekolah Tiap Kecamatan di Jakpus

Megapolitan
UPDATE 1 Maret 2021: Tambah 2.058 Kasus, 9.756 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 1 Maret 2021: Tambah 2.058 Kasus, 9.756 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 1 Maret: Bertambah 77 Kasus Positif, 2 Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

UPDATE 1 Maret: Bertambah 77 Kasus Positif, 2 Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X