Sumarsono: Harus Ada Kesetaraan antara Angkutan Konvensional dan "Online"

Kompas.com - 31/03/2017, 17:07 WIB
Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono Kompas.com/David Oliver PurbaPlt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono
Penulis Jessi Carina
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta harus menjadi model  dalam memberlakukan kesetaraan antara angkutan online dan konvensional.

Menurut Sumarsono, pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak untuk mewujudkan kesetaraan dalam iklim usaha itu.

"Jadi kita cukup bisa memotori, karena semua bisa membangun komunikasi yang sama, asalkan antara angkutan konvensional dan online ada kesetaraan," ujar Sumarsono di Grha Niaga Thamrin, Jalan KH Mas Mansyur, Jumat (31/3/2017).

(Baca juga: Sumarsono Tak Akan Keluarkan Pergub Khusus Ojek "Online" seperti Depok )

Upaya ini berawal dari adanya revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016.

Sumarsono mengatakan, revisi itu memberi perlindungan kepada angkutan konvensional yang terancam dengan kehadiran angkutan online.

Maklum saja, angkutan online memiliki tarif yang jauh lebih murah dari angkutan konvensional.

"Kasihan yang konvensional, dia ada tarif bawah tarif atas sehingga tidak bisa banting setir harga sampai begitu murah, itu menghancurkan usaha angkutan konvensional," ujar Sumarsono.

Nantinya, Pemprov DKI akan berdiskusi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk menentukan tarif atas dan bawah angkutan online.

Tidak hanya soal tarif, angkutan online memiliki kewajiban untuk melakukan uji kir seperti angkutan konvensional.

"Sehingga semua kewajiban yang dibebankan pada taxi online sama seperti kendaraan konvensional. Jadi di Jakarta ada rasa keadilan yang diciptakan oleh revisi Peraturan Menteri Perhubungan ini," ujar Sumarsono.

Dalam revisi Permenhub 32, pemerintah menekankan 11 poin yang menjadi acuan atau payung hukum bagi taksi online.

(Baca juga: Pengemudi Ojek "Online" Masih "Ngetem" di Jalan Margonda)

Kesebelas poin tersebut meliputi jenis angkutan sewa, kapasitas silinder kendaraan, batas tarif angkutan sewa khusus, kuota jumlah angkutan sewa khusus, kewajiban STNK berbadan hukum, pengujian berkala, pul, bengkel, pajak, akses dashboard, serta pemberian sanksi.

Penetapan tarif batas atas dan bawah pada taksi online pun diterapkan untuk menghindari persaingan tidak sehat antar penyedia jasa angkutan tersebut.

Tujuannya, memberikan kesetaraan antara sesama pengusaha dan memberikan kepastian terhadap pengguna angkutan online.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Megapolitan
Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Megapolitan
11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hingga Tewas

11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hingga Tewas

Megapolitan
Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Megapolitan
Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Megapolitan
Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Megapolitan
Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Megapolitan
Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Megapolitan
Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Megapolitan
'Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka...'

"Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka..."

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Megapolitan
Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X