Kompas.com - 07/04/2017, 07:02 WIB
Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017). KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYACawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga Sandiaga Uno menilai skema hunian yang diluncurkan pasangan pesaingnya, yakni Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat meniru program rumah tanpa DP atau yang dikenal program Rumah DP 0 rupiah.

Sandi berkeyakinan, Ahok-Djarot meluncurkan skema hunian karena adanya program Rumah DP 0.

"Isu terpenting itu kami yang pertama meluncurkan berdasarkan data yang kami miliki lebih dari 1.333 blusukan yang kami lakukan di wilayah Jakarta. Alhamdulillah sekarang Pak Basuki menangkap juga itu dan meluncurkan 12 hari sebelum pencoblosan," kata Sandi di Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2017).

Baca: Begini Skema Hunian yang Digagas Ahok-Djarot

Pada Pilkada DKI 2017, Sandi menilai pihaknya yang lebih dulu menggaungkan program rumah. Ia menilai program rumah DP 0 adalah program inovatif yang pada awalnya diremehkan oleh sebagian orang.

"Harus saya bilang setiap inovasi, setiap breakthrough ideas, setiap ide yang memberikan solusi pasti di-bully di awal. Dan setelah mendapatkan perhatian di masyarakat dan diapresiasi, akhirnya ditiru. Biasa seperti itu," ujar Sandi.

Tim Ahok-Djarot baru saja merilis konsep skema hunian bagi warga Ibu Kota. Pada skema itu, ada lima jenis hunian yang akan disediakan kepada warga berdasarkan golongannya masing-masing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca: Anies: Pak Basuki Itu Gubernur Berapa Tahun? Kenapa Baru Bikin Skema Hunian?

Skema hunian itu masing-masing adalah penyediaan rumah susun bagi warga yang tidak mampu atau berpenghasilan di bawah Rp 1 juta tiap bulannya, skema hunian dengan subsidi sebagian yang diperuntukan bagi warga dengan penghasilan senilai upah minimum provinsi (UMP), dan skema sewa beli diperuntukkan bagi warga yang berpenghasilan di atas UMP hingga Rp 19 juta tiap bulannya.

Selanjutnya ada rencana penyediaan rumah kos yang akan bekerja sama dengan warga yang memiliki lahan seluas 200 meter, penyediaan mess untuk pekerja, dan rusun yang dibangun di atas pasar dan di atas stasiun mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT).

Kompas TV Sabtu (18/2) kemarin, pasangan Anies-Sandi mengikuti pengajian yang diselenggarakan salah seorang relawan Anies-Sandi, yaitu Raffi Ahmad. Seusai pengajian, pasangan nomor urut tiga itu menanggapi pro dan kontra terkait program rumah tanpa uang muka yang mereka gulirkan. Menurut Anies dan Sandi, program itu sudah diterapkan di negara lain. Bahkan, jika mengacu pada aturan Bank Indonesia, hal itu bisa diterapkan di Indonesia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Megapolitan
Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Megapolitan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Megapolitan
Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Megapolitan
Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Megapolitan
Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Megapolitan
4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

Megapolitan
Lintasi Jalan Bergelombang, Mobil Boks Terguling di Pondok Indah

Lintasi Jalan Bergelombang, Mobil Boks Terguling di Pondok Indah

Megapolitan
Sepanjang 2021, Jumlah Penumpang KRL Capai Angka Tertinggi pada November

Sepanjang 2021, Jumlah Penumpang KRL Capai Angka Tertinggi pada November

Megapolitan
Duduk Perkara Pemkab Bekasi Beri Info Keliru soal Warga Terpapar Omicron

Duduk Perkara Pemkab Bekasi Beri Info Keliru soal Warga Terpapar Omicron

Megapolitan
Fakta Soal Varian Omicron di Jakarta, Belum Ditemukan dan Kabar yang Sebelumnya Beredar Keliru

Fakta Soal Varian Omicron di Jakarta, Belum Ditemukan dan Kabar yang Sebelumnya Beredar Keliru

Megapolitan
RS Polri Identifikasi 5 Korban Tewas Kebakaran di Tambora lewat DNA

RS Polri Identifikasi 5 Korban Tewas Kebakaran di Tambora lewat DNA

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus Diaspal, Kontraktor: Itu Inisiatif Kami, Bukan Program Pemerintah

Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus Diaspal, Kontraktor: Itu Inisiatif Kami, Bukan Program Pemerintah

Megapolitan
Anies Tak Temui Buruh dalam Audiensi di Balai Kota

Anies Tak Temui Buruh dalam Audiensi di Balai Kota

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.