Sandiaga Ingin Rebut Pemilih Usia 24-35 Tahun yang Banyak Dikuasai Ahok

Kompas.com - 08/04/2017, 21:20 WIB
Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017). KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYACawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menerima dukungan dari sekitar 70 siswa SMA di Jakarta. Sandiaga menyebut di kalangan pelajar SMA, ia cukup unggul. Ia berharap kalangan muda usia 24-35 tahun juga mau memilihnya.

"Kami di level anak muda unggul, tapi di usia 24-35 tahun kami harus kerja keras karena pasangan calon nomor tiga karena bukan hanya berjanji, mereka harus dibuktikan oleh rekam jejak yang meyakinkan," kata Sandiaga di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (8/4/2017).

(Baca: Sandiaga: Program Kami Mirip-mirip dari Segi Intelektual)

Sandiaga mengatakan pemilih di kelompok usia 24 hingga 35 tahun lebih condong kepada Ahok-Djarot. Hal ini dikarenakan sebagai petahana, Ahok-Djarot punya rekam jejak yang bisa diklaim untuk meyakinkan pemilih.

Sandiaga meyakini dengan pelatihan OK OCE yang kini sudah banyak menyasar anak muda, serta program Kartu Jakarta Pintar (KJP) plus yang digagasnya, anak muda akan mulai memilihnya dan Anies.

"Ini PR buat Anies-Sandi, kami yakin dengan pelatihan kami, juga program KJP Plus, bisa mendapat tempat di hari masyarakat," kata Sandiaga.

(Baca: Cerita Sandiaga Pernah Diminta Sembako dan Uang Saat Berkampanye)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun 70 siswa yang mendeklarasikan dukungan untuk Anies-Sandi berasal dari SMAN 101 Jakarta, SMAN 78, SMAN 35, SMAN 7, SMAN 25, SMK Islam Said Na'um, SMK Joshua, dan lainnya.

Mereka mendukung Anies-Sandiaga setelah diajak oleh anggota penggerak OK OCE. Para pemilih pertama ini mengaku cocok dengan visi misi Anies-Sandi.

"Bismillah dengan ini saya mendukung penuh kepada paslon nomor urut 3 Bapak Anies dan Sandi untuk maju ke putaran kedua, menang bersama," kata para siswa itu.

Kompas TV Sandiaga Sampaikan Program untuk Penyandang Autisme
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gedung Cyber di Jaksel Terbakar, Damkar Masih Berjibaku Padamkam Api

Gedung Cyber di Jaksel Terbakar, Damkar Masih Berjibaku Padamkam Api

Megapolitan
Anies Hanya Senyum dan Angkat Jempol Saat Ditanya soal Reuni 212

Anies Hanya Senyum dan Angkat Jempol Saat Ditanya soal Reuni 212

Megapolitan
500 Simpatisan 212 Padati Jalan Wahid Hasyim, Polisi: Tak Ada yang Disanksi

500 Simpatisan 212 Padati Jalan Wahid Hasyim, Polisi: Tak Ada yang Disanksi

Megapolitan
Rem Blong, Truk Kontainer Tabrak 2 Mobil dan 1 Motor di Bekasi

Rem Blong, Truk Kontainer Tabrak 2 Mobil dan 1 Motor di Bekasi

Megapolitan
Bus Transjakarta Tabrak Pos Polisi di Simpang PGC Saat Hendak Putar Balik

Bus Transjakarta Tabrak Pos Polisi di Simpang PGC Saat Hendak Putar Balik

Megapolitan
Polisi: Pemprov DKI yang Tak Izinkan Reuni 212

Polisi: Pemprov DKI yang Tak Izinkan Reuni 212

Megapolitan
Bus Transjakarta Tabrak Pos Polisi hingga Ambruk di Simpang PGC, Satu Orang Terluka

Bus Transjakarta Tabrak Pos Polisi hingga Ambruk di Simpang PGC, Satu Orang Terluka

Megapolitan
Gedung Cyber Jakarta Terbakar, 22 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan

Gedung Cyber Jakarta Terbakar, 22 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan

Megapolitan
Dianggap Izinkan Demo tapi Larang Reuni 212, Polisi Beri Penjelasan

Dianggap Izinkan Demo tapi Larang Reuni 212, Polisi Beri Penjelasan

Megapolitan
Gedung Cyber di Jakarta Selatan Terbakar

Gedung Cyber di Jakarta Selatan Terbakar

Megapolitan
Saat Anies Mulai Menjaga Jarak dari Kelompok 212...

Saat Anies Mulai Menjaga Jarak dari Kelompok 212...

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Putar Balik Bus yang Bergerak Menuju Reuni 212

Polres Metro Bekasi Putar Balik Bus yang Bergerak Menuju Reuni 212

Megapolitan
Masjid Istiqlal Jakarta Dijaga Ketat Aparat Gabungan, Warga Dilarang Masuk

Masjid Istiqlal Jakarta Dijaga Ketat Aparat Gabungan, Warga Dilarang Masuk

Megapolitan
Bubarkan Massa Reuni 212, Polres Jakpus Kerahkan Mobil Raisa dan Polisi Bermotor

Bubarkan Massa Reuni 212, Polres Jakpus Kerahkan Mobil Raisa dan Polisi Bermotor

Megapolitan
Polisi Sebut 23 Peserta Reuni 212 yang Terjaring di Ciputat Umumnya Anak-anak

Polisi Sebut 23 Peserta Reuni 212 yang Terjaring di Ciputat Umumnya Anak-anak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.