Kompas.com - 08/04/2017, 22:20 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat memberi pengarahan kepada para relawannya, di GOR Otista, Jakarta Timur, Sabtu (8/4/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaCalon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat memberi pengarahan kepada para relawannya, di GOR Otista, Jakarta Timur, Sabtu (8/4/2017).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sempat menggelengkan kepalanya saat disinggung mengenai rencana penggusuran 300 titik pemukiman kumuh di Jakarta.

Sebelumnya, tim advokasi Ahok-Djarot melaporkan calon gubernur nomor pemilihan tiga DKI Jakarta, Anies Baswedan, ke kepolisian karena menyebut Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok-Djarot akan menggusur 300 titik pemukiman kumuh di Jakarta.

"Saya difitnah mau gusur kampung kumuh, duh ini gimana ya? Saya memang mau bilang tidak mau lihat rumah atau kampung kumuh, karena rawan penyakit," kata Ahok, di hadapan pendukungnya, di GOR Otista, Jakarta Timur, Sabtu (8/4/2017).

Ahok menjelaskan, dirinya memiliki program "pasukan merah". Menurut Ahok, program ini juga menimbulkan salah persepsi di masyarakat. Banyak pihak menganggap "pasukan merah" untuk menggusur rumah warga.

Padahal, lanjut dia, "pasukan merah" untuk merenovasi rumah warga dan mengganti atap dengan baja ringan. Ia meminta para relawan pendukungnya untuk ikut menjelaskan kepada warga.

"Tapi, kalau rumah Bapak Ibu ada di bantaran sungai, ya mohon maaf. Kami enggak ada pilihan (menggusur)," kata Ahok.

Sebelumnya, Anies mengatakan sumber data 300 lokasi penggusuran di DKI ia dapatkan dari berita di media online dan LBH Jakarta. Namun Anies tak memberikan secara detail soal sumber media online dan LBH Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anggota tim Anies-Sandi, Naufal Firman Yusak sempat memperlihatkan sejumlah pemberitaan yang dimaksudkan. Pemberitaan yang diperlihatkan oleh Naufal adalah saat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta merilis catatan mereka mengenai adanya 325 kampung yang akan digusur oleh Pemprov DKI.

Baca: Anies Sebut Data 300 Lokasi Penggusuran dari Berita "Online" dan LBH Jakarta

LBH menyampaikannya pada sekitar Juni 2016. Data yang dihimpun dari LBH Jakarta disebut berasal dari APBD DKI dan Rancangan RDTR 2016. Dari catatan LBH, daerah yang akan digusur itu tersebar di lima wilayah Jakarta.

Perinciannya adalah 55 lokasi berada di Jakarta Barat, 54 lokasi di Jakarta Utara, 57 lokasi di Jakarta Pusat, 77 lokasi di Jakarta Selatan, dan 82 lokasi di Jakarta Timur.

Kompas TV Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan menghadiri pernikahan warga di Tanah Merah, Jakarta Utara.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Megapolitan
Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Megapolitan
Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Megapolitan
Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Megapolitan
Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Megapolitan
Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Megapolitan
Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Megapolitan
Wagub Sebut Ada Rencana Ruas Jalan di Jakarta Gunakan Nama Presiden Pertama Turki

Wagub Sebut Ada Rencana Ruas Jalan di Jakarta Gunakan Nama Presiden Pertama Turki

Megapolitan
Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Wagub DKI Kembali Pastikan, Lokasi Sirkuit Formula E Diputuskan Bulan Ini

Wagub DKI Kembali Pastikan, Lokasi Sirkuit Formula E Diputuskan Bulan Ini

Megapolitan
Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Seorang Sopir Taksi Online

Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Seorang Sopir Taksi Online

Megapolitan
Polisi Amankan Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Polisi Amankan Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.