Kompas.com - 11/04/2017, 18:22 WIB
Pelimpahan Berkas Novel di Undur - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tampak di wawancarai berbagai awak media di halaman gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/12/2015). Novel yang tersangkut kasus perkara dugaan penganiayaan pencuri burung walet di Bengkulu ini, pelimpahan berkas perkaranya di undur sampai minggu depan. KOMPAS/ALIF ICHWANPelimpahan Berkas Novel di Undur - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tampak di wawancarai berbagai awak media di halaman gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/12/2015). Novel yang tersangkut kasus perkara dugaan penganiayaan pencuri burung walet di Bengkulu ini, pelimpahan berkas perkaranya di undur sampai minggu depan.
Penulis Nursita Sari
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengatakan, cairan yang disiramkan kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan, merupakan zat asam.

Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan Puslabfor Mabes Polri.

"Hasil sementara itu zat asam," ujar Nasriadi di lokasi penyiraman Novel, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017) petang.

(Baca juga: Ketua RT: Novel Baswedan Pernah Dijaga Marinir pada 2016 )

Nasriadi mengatakan, saat ini cairan tersebut masih diperiksa Puslabfor Polri untuk diketahui kepastian jenisnya. "Zat asamnya apa, itu masih proses," kata dia.

Menurut Nasriadi, bekas cairan tersebut merupakan salah satu barang bukti yang dikumpulkan polisi. Cairan tersebut diambil dari tiga lokasi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Selain cairan tersebut, Nasriadi masih enggan menjelaskan barang bukti apa saja yang diamankan polisi.

"Ini masih proses penyelidikan. Ada hal-hal yang belum bisa kami sampaikan di sini sampai nanti prosesnya sempurna dan kami bisa mengungkap perkara ini," ucap Nasriadi.

Dia juga enggan menyampaikan apakah polisi mengamankan rekaman kamera CCTV yang ada di rumah Novel di Jalan Deposito, Pengangsaan Dua, yang berjarak dua rumah dari TKP itu atau tidak.

(Baca juga: Warga Mengaku Lihat Pelaku Penyerangan Novel Pakai Helm dan Jaket )

Menurut dia, polisi masih mengumpulkan barang bukti lainnya. "Kami masih mengumpulkan alat-alat bukti," kata Nasriadi.

Penyerangan terhadap Novel terjadi saat dia pulang dari Masjid Jami Al Ihsan usai shalat subuh.

Dia disiram cairan yang diduga air keras oleh orang tak dikenal. Pelaku diduga dua orang laki-laki berboncengan motor.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Semarang Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Semarang Terbaru Tahun 2021

Megapolitan
Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi lalu Dijual, Temuan TPPO Akan Ditambahkan dalam Laporan

Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi lalu Dijual, Temuan TPPO Akan Ditambahkan dalam Laporan

Megapolitan
Polisi Gelar Olah TKP Kebakaran Taman Sari, Dimulai di Kontrakan yang Jadi Sumber Api

Polisi Gelar Olah TKP Kebakaran Taman Sari, Dimulai di Kontrakan yang Jadi Sumber Api

Megapolitan
Hari Terakhir Airin Bekerja, Mantu Presiden Joko Widodo Lakukan Kunjungan Kerja

Hari Terakhir Airin Bekerja, Mantu Presiden Joko Widodo Lakukan Kunjungan Kerja

Megapolitan
Akta hingga SIM Hangus Terbakar, Korban Kebakaran Taman Sari Mulai Urus Surat Kehilangan

Akta hingga SIM Hangus Terbakar, Korban Kebakaran Taman Sari Mulai Urus Surat Kehilangan

Megapolitan
Kebakaran Dekat RS Fatmawati, Seorang Terpental Kena Ledakan Kompor Gas

Kebakaran Dekat RS Fatmawati, Seorang Terpental Kena Ledakan Kompor Gas

Megapolitan
 Catat, Ini Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Catat, Ini Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Megapolitan
Viral Video Api Menyembur di Langit Cikarang, Ternyata Ini Penyebabnya...

Viral Video Api Menyembur di Langit Cikarang, Ternyata Ini Penyebabnya...

Megapolitan
8 Warung Makan Dekat RS Fatmawati Terbakar, Diduga karena Kompor Gas Meledak

8 Warung Makan Dekat RS Fatmawati Terbakar, Diduga karena Kompor Gas Meledak

Megapolitan
Sejarah Panjang Masjid Istiqlal: Dicanangkan Soekarno, Diresmikan Soeharto, Direnovasi Jokowi

Sejarah Panjang Masjid Istiqlal: Dicanangkan Soekarno, Diresmikan Soeharto, Direnovasi Jokowi

Megapolitan
Cegah Terulangnya Bentrokan Pemuda, Lurah Kebon Baru Siapkan Pesantren Kilat

Cegah Terulangnya Bentrokan Pemuda, Lurah Kebon Baru Siapkan Pesantren Kilat

Megapolitan
Redam Bentrokan Kelompok Pemuda, 3 Gang Perbatasan RW 01 dan RW 02 Kebon Baru Ditutup

Redam Bentrokan Kelompok Pemuda, 3 Gang Perbatasan RW 01 dan RW 02 Kebon Baru Ditutup

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di RS Polri Selalu di Bawah 50 Orang Sejak Awal April 2021

Jumlah Pasien Covid-19 di RS Polri Selalu di Bawah 50 Orang Sejak Awal April 2021

Megapolitan
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Surabaya Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Surabaya Terbaru Tahun 2021

Megapolitan
RS Polri Vaksinasi Covid-19 bagi Juru Parkir, Diklaim yang Pertama di Indonesia

RS Polri Vaksinasi Covid-19 bagi Juru Parkir, Diklaim yang Pertama di Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X