Darmaningtyas
Pengamat transportasi

Aktivis di INSTRAN (LSM Transportasi) yang turut mengawal pembangunan bus way di Jakarta sejak permulaan.

Terminal Pulogebang dan Senjakala Bus AKAP

Kompas.com - 12/04/2017, 08:09 WIB
Bus pengumpan transjakarta menunggu jadwal keberangkatan di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Selasa (31/1/2017). Operasi bus hingga pinggiran diharapkan memberi alternatif angkutan umum yang murah dan nyaman antarkota di Jabodetabek.

Kompas/Agus Susanto (AGS)
31-01-2017 *** Local Caption *** Bus pengumpan transjakarta menunggu jadwal keberangkatan di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Selasa (31/1). Operasi bus hingga pinggiran diharapkan memberi alternatif angkutan umum yang murah dan nyaman antarkota di Jabodetabek.

Kompas/Agus Susanto (AGS)
31-01-2017 KOMPAS/AGUS SUSANTOBus pengumpan transjakarta menunggu jadwal keberangkatan di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Selasa (31/1/2017). Operasi bus hingga pinggiran diharapkan memberi alternatif angkutan umum yang murah dan nyaman antarkota di Jabodetabek. Kompas/Agus Susanto (AGS) 31-01-2017 *** Local Caption *** Bus pengumpan transjakarta menunggu jadwal keberangkatan di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Selasa (31/1). Operasi bus hingga pinggiran diharapkan memberi alternatif angkutan umum yang murah dan nyaman antarkota di Jabodetabek. Kompas/Agus Susanto (AGS) 31-01-2017
EditorLaksono Hari Wiwoho

PARA operator angkutan umum jarak jauh yang disebut AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) khususnya trayek Jakarta dan kota-kota lain di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur saat ini mengalami senjakala menuju ke kebangkrutan.

Akar masalahnya bukan lantaran mereka tidak mampu meningkatkan pelayanan kepada konsumen, tapi akibat kebijakan yang tidak berorientasi pada kepentingan penumpang, misalnya keharusan pemberangkatan penumpang dari Terminal Pulogebang di Jakarta Timur, yang lokasinya jauh dari tempat tinggal penumpang yang umumnya di pinggiran.  

Keharusan pemberangkatan penumpang dari Terminal Pulogebang itu telah menimbulkan beban tersendiri bagi calon penumpang bus AKAP, baik dari segi waktu, energi, maupun biaya. Pada akhirnya hal itu membuat mereka malas untuk menggunakan bus AKAP dan mencari alternatif lain, termasuk angkutan omprengan yang ilegal, tapi mudah diakses dan jauh lebih efisien.

Taruhlah contoh bila calon penumpang itu bertempat tinggal di Ciledug, Cikunir, Lebakbulus, Bintaro, Pondok Pinang, Ciputat, Pamulang, Depok, Daan Mogot, Jelambar, Cengkareng, Pluit, dan sebagainya. Kemudian mereka harus naik bus dari Pulogebang jika ingin pergi ke Tegal, Pekalongan, Pemalang, Semarang, Salatiga, Purwokerto, Yogyakarta, Wonosari, Solo, Wonogiri, Ngawi, dan kota-kota lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bayangkan saja, berapa waktu yang harus mereka butuhkan dan berapa rupiah dana yang harus mereka keluarkan untuk sampai ke Terminal Pulogebang. Sementara itu, penumpang bus AKAP tersebut sudah terlalu capek kerja fisik dan uang mereka cekak.

Oleh karena itu, daripada mereka naik bus AKAP yang untuk bisa naiknya harus ke Terminal Pulogebang, lebih baik naik omprengan yang bisa didapatkan di dekat rumah dan dapat mengantarkan mereka sampai tujuan dengan mudah.

Perencanaan masa lalu

Terminal Pulogebang ini memang dirancang menjadi terminal terpadu dan selalu dibanggakan bakal menjadi terminal termegah di ASEAN.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditanya Soal Tunjangan Operasional, Wagub DKI Jawab dengan Pamer WTP 4 Kali

Ditanya Soal Tunjangan Operasional, Wagub DKI Jawab dengan Pamer WTP 4 Kali

Megapolitan
Krisis Air di Jakarta Utara, Wagub DKI: Ini Ibukota, Tidak Boleh Ada Warga yang Kesulitan Air

Krisis Air di Jakarta Utara, Wagub DKI: Ini Ibukota, Tidak Boleh Ada Warga yang Kesulitan Air

Megapolitan
Terobos Lampu Merah Lalu Tabrak Mobil di Pondok Indah, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Terobos Lampu Merah Lalu Tabrak Mobil di Pondok Indah, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Megapolitan
Cegah Praktik Judi saat Street Race Ancol, Polda Metro Jaya Siapkan Doorprize

Cegah Praktik Judi saat Street Race Ancol, Polda Metro Jaya Siapkan Doorprize

Megapolitan
Polsek Matraman Beri Uang untuk Tarik Minat Anak-anak Usia 6-11 Tahun Vaksinasi Covid-19

Polsek Matraman Beri Uang untuk Tarik Minat Anak-anak Usia 6-11 Tahun Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Street Race di Ancol Rencananya Hendak Digelar 2 Kali Dalam Sepekan

Street Race di Ancol Rencananya Hendak Digelar 2 Kali Dalam Sepekan

Megapolitan
Wagub DKI: Vaksinasi Booster di Jakarta Capai 143.020

Wagub DKI: Vaksinasi Booster di Jakarta Capai 143.020

Megapolitan
Animo Street Race Ancol Tinggi, Masih Ada yang Mau Daftar Saat Kapasitas Peserta Penuh

Animo Street Race Ancol Tinggi, Masih Ada yang Mau Daftar Saat Kapasitas Peserta Penuh

Megapolitan
Tarif KRL Akan Naik, YLKI Sebut Masyarakat Setuju asal Ada Peningkatan Pelayanan

Tarif KRL Akan Naik, YLKI Sebut Masyarakat Setuju asal Ada Peningkatan Pelayanan

Megapolitan
Transmisi Lokal Omicron di Jakarta Tembus 153 Kasus, Wagub DKI Minta Warga Hati-hati

Transmisi Lokal Omicron di Jakarta Tembus 153 Kasus, Wagub DKI Minta Warga Hati-hati

Megapolitan
Bertambah Lagi, Kasus Covid-19 Selama PTM di Jakarta Ditemukan di 15 Sekolah

Bertambah Lagi, Kasus Covid-19 Selama PTM di Jakarta Ditemukan di 15 Sekolah

Megapolitan
Pedagang Belum Mengetahui Rencana Revitalisasi di Pasar Induk Kramatjati

Pedagang Belum Mengetahui Rencana Revitalisasi di Pasar Induk Kramatjati

Megapolitan
Setelah Ancol, Street Race Rencananya Digelar di Serpong Tangsel

Setelah Ancol, Street Race Rencananya Digelar di Serpong Tangsel

Megapolitan
Ini 8 Kelas yang Bertanding di Ajang Street Race Ancol

Ini 8 Kelas yang Bertanding di Ajang Street Race Ancol

Megapolitan
Penyesuaian Tarif KRL Jabodetabek untuk Keadilan

Penyesuaian Tarif KRL Jabodetabek untuk Keadilan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.