Sandiaga Janjikan Tunjangan Lansia Rp 717 Ribu per Bulan

Kompas.com - 14/04/2017, 18:00 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendatangi perkampungan warga di perkampungan industri kecil (PIK), Cakung, Jakarta Timur, Jumat (7/5/2017). Kompas.com/David Oliver PurbaCalon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendatangi perkampungan warga di perkampungan industri kecil (PIK), Cakung, Jakarta Timur, Jumat (7/5/2017).
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjanjikan tunjangan per bulan untuk para lansia di Ibu Kota. Ini, kata Sandiga, merupakan bagian dari program OK OCE Lansia.

"Sesuai dengan program kami bila diuangkan sekitar Rp 717.000 bisa berbentuk tunai maupun layanan kesehatan," kata Sandiaga di Sukapura, Jakarta Utara, Jumat (14/4/2017).

OK OCE Lansia ini, kata Sandiaga, bakal disesuaikan dengan program Bank DKI Jakarta.

Dia pun memastikan bahwa program tersebut dirancang dan dikaji sedemikian rupa, tak akan tergesa-gesa.

Sandiaga menyindir program Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menerbitkan Kartu Jakarta Lansia sebagai program yang terburu-buru karena kejar tayang menjelang Pilkada. 

Ahok adalah calon gubernur yang menjadi kompetitor Sandiaga. 

"Tentu tidak tergesa-gesa, karena belum dianggarkan. Tidak seperti sekarang. Ini jadi problema di setiap Pilkada, kesannya kejar tayang permasalahan," kata dia. (Djarot: "Kartu Jakarta Lansia" Enggak Boleh Buat Beli Rokok, Pulsa, Bedak...)

Sandiaga melanjutkan program OK OCE Lansia sudah pernah dilaunching. Program dirilis bersamaan dengan 23 janji kerja Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengacara Sopir Taksi Online yang Didakwa Merampok Ungkap Siapa Pelaku Sebenarnya

Pengacara Sopir Taksi Online yang Didakwa Merampok Ungkap Siapa Pelaku Sebenarnya

Megapolitan
Korban Banjir Minta Sekda DKI Tak Permainkan Perasaan Warga, Tak Ada Nikmatnya Kebanjiran

Korban Banjir Minta Sekda DKI Tak Permainkan Perasaan Warga, Tak Ada Nikmatnya Kebanjiran

Megapolitan
Tahun Ini, PT MRT Jakarta akan Bentuk Perusahaan Patungan Bidang TOD dan Ticketing

Tahun Ini, PT MRT Jakarta akan Bentuk Perusahaan Patungan Bidang TOD dan Ticketing

Megapolitan
Suka dan Duka Maulana, Penjaga Makam Terluas di Jakarta Barat

Suka dan Duka Maulana, Penjaga Makam Terluas di Jakarta Barat

Megapolitan
Polisi Tangguhkan Penahanan Penabrak Ibu Hamil hingga Tewas di Palmerah

Polisi Tangguhkan Penahanan Penabrak Ibu Hamil hingga Tewas di Palmerah

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas 4 Begal yang Bacok dan Rampas Motor Petugas PPSU

Polisi Kantongi Identitas 4 Begal yang Bacok dan Rampas Motor Petugas PPSU

Megapolitan
Banjir di Bekasi Berulang, Pengamat: Tidak Heran, Dulunya Itu Rawa

Banjir di Bekasi Berulang, Pengamat: Tidak Heran, Dulunya Itu Rawa

Megapolitan
KCIC hingga Tol Kalimalang Dianggap Penyebab Banjir, Ini Solusi Pemkot Bekasi

KCIC hingga Tol Kalimalang Dianggap Penyebab Banjir, Ini Solusi Pemkot Bekasi

Megapolitan
70 Persen Warga Binaan di Lapas Pemuda Tangerang Terkait Kasus Narkoba

70 Persen Warga Binaan di Lapas Pemuda Tangerang Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Jasad Dua Orang Tenggelam Saat Banjir di Bekasi Ditemukan

Jasad Dua Orang Tenggelam Saat Banjir di Bekasi Ditemukan

Megapolitan
Kelebihan Kapasitas di Lapas Pemuda Tangerang Hampir 3 Kali Lipat

Kelebihan Kapasitas di Lapas Pemuda Tangerang Hampir 3 Kali Lipat

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Vitalia Sesha dan Kekasihnya Terkait Narkoba

Kronologi Penangkapan Vitalia Sesha dan Kekasihnya Terkait Narkoba

Megapolitan
Ray Rangkuti: Banjir Makin Parah, Pemprov DKI Hanya Menyelamatkan Formula E

Ray Rangkuti: Banjir Makin Parah, Pemprov DKI Hanya Menyelamatkan Formula E

Megapolitan
Proyek Revitalisasi TIM Dibawa ke Senayan, Anies Klaim Tak Cari Untung hingga Dimoratorium

Proyek Revitalisasi TIM Dibawa ke Senayan, Anies Klaim Tak Cari Untung hingga Dimoratorium

Megapolitan
Diisi Pejabat DKI yang Tak Capai Target, TGUPP Dianggap Tempat Pembuangan

Diisi Pejabat DKI yang Tak Capai Target, TGUPP Dianggap Tempat Pembuangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X