Hasil Survei Dua Lembaga: Ahok-Djarot Unggul di Berbagai Acara Debat

Kompas.com - 15/04/2017, 21:38 WIB
Kandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat serta pasangan kandidat nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat Debat Publik Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4/2017). Pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan dilaksanakan 19 April 2017 mendatang. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOKandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat serta pasangan kandidat nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat Debat Publik Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4/2017). Pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan dilaksanakan 19 April 2017 mendatang.
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua Lembaga survei, Charta Politika dan Indikator merilis hasil survei terkait penampilan dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta di sejumlah acara debat, Sabtu (15/4/2017). 

Hasil survei dua lembaga itu menunjukkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dianggap lebih unggul ketimbang pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. 

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menjelaskan, lembaganya bertanya kepada 782 responden tentang acara debat antara Ahok dan Anies di Program Mata Najwa yang ditayangkan Metro TV pada Senin (27/3/2017). 

(Baca: Pemantauan Medsos, Elektabilitas Ahok-Djarot 52,72 Persen, Anies-Sandi 47,28 Persen)

Sebanyak 50,3 persen responden menonton acara tersebut. Dan dari jumlah itu, 58,5 persen responden menganggap Ahok unggul di berbagai segi. Sementara 31,3 persen responden berpendapat Anies yang unggul.

"Di acara itu, Ahok juga dianggap paling baik menyampaikan gagasan oleh 49,5 persen responden, sementara Anies diunggulkan oleh 38,5 persen responden," kata Yunarto.

Dalam hal program, Ahok juga masih memimpin dengan 52,3 persen responden menilai programnya paling bagus. Sedangkan Anies dipilih 38,5 persen responden yang menilai programnya lebih bagus ketimbang Ahok.

Sementara itu, survei Indikator menunjukkan, sebanyak 33 persen dari 495 responden yang menonton debat di Mata Najwa itu, 55 persen di antaranya menganggap Ahok tampil lebih baik dari Anies.

Menurut Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi, pihaknya juga bertanya pada responden terkait acara debat cagub Kompas TV, 2 April 2017.

Acara itu ditonton 24 persen dari jumlah responden, dan 61 persen di antaranya menganggap keputusan Anies-Sandi tidak hadir dalam debat tersebut, tidak tepat.

(Baca: Survei Indikator: Elektabilitas Ahok-Djarot 47,4 Persen, Anies-Sandi 48,2 Persen)

Dalam talk show Jakarta Kece di NET TV yang disiarkan pada 8 April, dari 26 persen responden menonton 53 persen di antaranya menganggap Ahok-Djarot lebih baik dari Anies-Sandi.

Kemudian pada debat terakhir yang diselenggarakan KPU DKI pada 12 April, 45 persen responden menonton dan sebanyak 57 di antaranya menilai Ahok-Djarot lebih baik dari Anies-Sandi.

"Sebanyak 34 persen dari mereka yang menonton yang merasa Anies-Sandi lebih baik dari Ahok-Djarot," kata Burhanuddin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Megapolitan
Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Megapolitan
Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

Megapolitan
Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Megapolitan
Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Megapolitan
Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Megapolitan
Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Megapolitan
Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Megapolitan
Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Megapolitan
Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Megapolitan
Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Megapolitan
Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X