Kompas.com - 16/04/2017, 14:21 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, melaporkan telah menghabiskan dana mencapai Rp 31,7 miliar selama masa kampanye putaran kedua Pilkada DKI 2017.

Bendahara tim pemenangan Ahok-Djarot, Charles Honoris mengatakan penggunaan terbesar dana kampanye selama putaran kedua digunakan untuk biaya operasional kegiatan kampanye, seperti pembuatan alat peraga, penyebaran bahan kampanye, pertemuan terbatas, pembuatan dan biaya operasional di posko-posko, transportasi, akomodasi, dan pembuatan iklan di media.

"Terdapat dana sebesar Rp 103,8 juta yang tidak dapat digunakan di putaran kedua karena tidak memenuhi syarat, seperti belum mengirimkan surat pernyataan penyumbang KPU DKI yang ditanda tangan basah atau nomor KTP dan NPWP yang tidak lengkap," kata Charles, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/4/2017).

(baca: Masa Kampanye Berakhir, Cagub-Cawagub DKI Harus Laporkan Dana Kampanye pada Hari Ini)

Selama masa kampanye, Charles mengatakan total dana yang terkumpul yakni Rp 10.081.563.130, berasal dari sumbangan individu sebanyak 3.245 orang; Rp 17.547.000.029 dari 50 badan hukum swasta; dan Rp 4,8 miliar dari sisa dana kampanye putaran pertama.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan relawan yang telah mendukung pasangan Ahok-Djarot," ucap Charles.

(baca: Ahok-Djarot Setor Rp 1,7 Miliar Sisa Dana Kampanye ke Kas Negara)

Kompas TV KPU DKI Jakarta akan mengaudit laporan dana kampanye yang telah disampaikan tiga pasangan cagub. Laporan penggunaan dana kampanye telah diterima KPU pada hari Minggu (12/2) kemarin. Audit dilakukan untuk memastikan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye tidak melanggar aturan. Dari laporan yang disampaikan ketiga pasangan cagub DKI Jakarta ke KPU, penggunaan dana kampanye pasangan Agus-Sylvi paling besar. Penerimaan dana kampanye Agus-Sylvi dengan pemasukan 68,96 miliar rupiah dan pengeluaran 68,95 miliar rupiah. Sedangkan, penerimaan dana kampanye Ahok-Djarot sebesar 60,1 miliar rupiah dan pengeluaran 53,6 miliar rupiah. Sedangkan, penerimaan dana Anies-Sandi sebesar 65,2 miliar rupiah dengan pengeluaran 64,7 miliar rupiah.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saling Sangkal Timbunan Sembako Bantuan Presiden, Siapa Bertanggung Jawab?

Saling Sangkal Timbunan Sembako Bantuan Presiden, Siapa Bertanggung Jawab?

Megapolitan
Polisi Ungkap 2 Kasus Begal Bersenjata dengan Belasan Pelaku, Sebagian Anak di Bawah Umur

Polisi Ungkap 2 Kasus Begal Bersenjata dengan Belasan Pelaku, Sebagian Anak di Bawah Umur

Megapolitan
Polisi Dalami Sudut dan Jarak Tembakan di Rumah Irjen Ferdy Sambo

Polisi Dalami Sudut dan Jarak Tembakan di Rumah Irjen Ferdy Sambo

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Dinkes DKI Klaim Tingkat Keterisian Rumah Sakit Masih 22 Persen

Kasus Covid-19 Meningkat, Dinkes DKI Klaim Tingkat Keterisian Rumah Sakit Masih 22 Persen

Megapolitan
Blok Politik Pelajar Batalkan Aksi Lempar Botol Air Seni ke Kemenkominfo, Ini Alasannya

Blok Politik Pelajar Batalkan Aksi Lempar Botol Air Seni ke Kemenkominfo, Ini Alasannya

Megapolitan
Istri Ferdy Sambo Belum Bisa Dimintai Keterangan oleh LPSK, Psikolog: Masih Shock, Belum Bisa Ketemu Orang Dulu

Istri Ferdy Sambo Belum Bisa Dimintai Keterangan oleh LPSK, Psikolog: Masih Shock, Belum Bisa Ketemu Orang Dulu

Megapolitan
Permudah Akses Layanan Hukum, Pemkot Bogor Luncurkan JDIH

Permudah Akses Layanan Hukum, Pemkot Bogor Luncurkan JDIH

Megapolitan
Polisi Kembali Datangi Rumah Irjen Ferdy Sambo untuk Pendalaman Hasil Uji Balistik

Polisi Kembali Datangi Rumah Irjen Ferdy Sambo untuk Pendalaman Hasil Uji Balistik

Megapolitan
3 Poin yang Didalami Polisi dari Hasil Uji Balistik di Rumah Irjen Ferdy Sambo

3 Poin yang Didalami Polisi dari Hasil Uji Balistik di Rumah Irjen Ferdy Sambo

Megapolitan
Protes Pemblokiran Situs dan Aplikasi, Blok Politik Pelajar Siram Air Seni di Depan Gedung Kemenkominfo

Protes Pemblokiran Situs dan Aplikasi, Blok Politik Pelajar Siram Air Seni di Depan Gedung Kemenkominfo

Megapolitan
Satu Mobil Rusak Berat Tertimpa Material Besi di Proyek Revitalisasi GOR Mampang Prapatan

Satu Mobil Rusak Berat Tertimpa Material Besi di Proyek Revitalisasi GOR Mampang Prapatan

Megapolitan
Kota Tua Jakarta Bakal Steril dari PKL mulai Hari Ini

Kota Tua Jakarta Bakal Steril dari PKL mulai Hari Ini

Megapolitan
Polisi Duga Tembok GOR Mampang yang Timpa 2 Pekerja hingga Tewas Roboh Tertiup Angin

Polisi Duga Tembok GOR Mampang yang Timpa 2 Pekerja hingga Tewas Roboh Tertiup Angin

Megapolitan
Polisi Dalami Unsur Kelalaian terkait Tewasnya 2 Pekerja Proyek Revitalisasi GOR Mampang Prapatan

Polisi Dalami Unsur Kelalaian terkait Tewasnya 2 Pekerja Proyek Revitalisasi GOR Mampang Prapatan

Megapolitan
9 Kontrakan di Karang Tengah Tangerang Terbakar, Kerugian Diperkirakan Mencapai Rp 1 Miliar

9 Kontrakan di Karang Tengah Tangerang Terbakar, Kerugian Diperkirakan Mencapai Rp 1 Miliar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.