Kompas.com - 17/04/2017, 15:14 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berbincang santai dengan sejumlah tokoh di rumahnya, Lebak Bulus Dalam, Jakarta Selatan, Minggu (16/4/2017) pagi. Ada Pandji Pragiwaksono, dua mantan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja dan Bambang Widjojanto, serta mantan Menteri ESDM Sudirman Said. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERACalon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berbincang santai dengan sejumlah tokoh di rumahnya, Lebak Bulus Dalam, Jakarta Selatan, Minggu (16/4/2017) pagi. Ada Pandji Pragiwaksono, dua mantan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja dan Bambang Widjojanto, serta mantan Menteri ESDM Sudirman Said.
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Edriana Noerdin, juru bicara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, membantah pihaknya membagi-bagikan sembako seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial, baru-baru ini. Edriana juga angkat bicara mengenai video Anies yang nampak menyerahkan sembako dalam sebuah kegiatan.

"Perlu diketahui, itu kegiatan pasar murah yang dihadiri Mas Anies jauh sebelum Pilkada putaran pertama bulan Februari yang lalu, yaitu pada 22 Desember 2016," kata Edriana kepada Kompas.com, Senin (17/4/2017).

Edriana menjelaskan, tujuan gelaran pasar murah saat itu adalah untuk mengetahui berapa harga bahan pokok yang terjangkau untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Interaksi dengan pembeli saat pasar murah itu dijadikan masukan untuk program harga bahan pokok yang terjangkau.

Baca: Bawaslu DKI Telusuri Beredarnya Video Anies Diduga Bagikan Sembako

"Dalam acara tersebut, masyarakat dibagikan kupon untuk beli sembako seharga Rp 88.000 dari yang seharusnya seharga Rp 113.000," tutur Edriana.

Dia pun memastikan kegiatan pasar murah Anies berbeda dengan pembagian sembako gratis yang dilakukan jauh sebelum hari pemungutan suara.

Edriana menuding, pembagian sembako gratis yang kini dipermasalahkan diduga dilakukan relawan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Ia juga menuding pihak Ahok-Djarot yang menyebarkan video Anies tersebut.

Baca: Sandiaga Bantah Pihaknya Bagi Sembako dan Minta Dilaporkan jika Ada

"Video tersebut disebarkan oleh Ahokers untuk menangkal bahwa Anies juga melakukan pembagian sembako seperti yang secara masif mereka lakukan dengan pembagian sembako gratis kepada masyarakat," ujar Edriana.

Kegiatan ini sebelumnya telah diberitakan dalam laman Kompas.com pada 22 Desember 2016 silam. (Baca: Alasan Anies Gelar Pasar Murah di Menteng)

Saat itu, dijelaskan Anies berkampanye dengan menggelar pasar murah di Jalan Bonang 1, RW 09, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam setiap paket sembako untuk warga, juga dibagikan kalender dan visi-misi pasangan nomor pemilihan tiga tersebut.

Kompas TV Bawaslu Lakukan Klarifikasi Dugaan Pelanggaran Kampanye
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 19 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 15

UPDATE 19 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 15

Megapolitan
UPDATE 19 Mei: Tambah 11 Kasus Covid-19 di Depok, 163 Pasien Dirawat

UPDATE 19 Mei: Tambah 11 Kasus Covid-19 di Depok, 163 Pasien Dirawat

Megapolitan
Komplotan Pencuri Menyasar Anak-anak, Tuduh Lakukan Kekerasan lalu Rampas Motor Korban

Komplotan Pencuri Menyasar Anak-anak, Tuduh Lakukan Kekerasan lalu Rampas Motor Korban

Megapolitan
Dua Mobil Dilempari Batu di Kebayoran Lama, Pelaku Teridentifikasi

Dua Mobil Dilempari Batu di Kebayoran Lama, Pelaku Teridentifikasi

Megapolitan
Jadwal, Lokasi, dan Syarat Vaksin Covid-19 di Kota Bekasi, Jumat 20 Mei 2022

Jadwal, Lokasi, dan Syarat Vaksin Covid-19 di Kota Bekasi, Jumat 20 Mei 2022

Megapolitan
Keresahan Warga Kranji atas Dugaan Intimidasi Ormas

Keresahan Warga Kranji atas Dugaan Intimidasi Ormas

Megapolitan
Bocoran Sponsor Formula E, dari Bank, Hotel, hingga Perusahaan Listrik

Bocoran Sponsor Formula E, dari Bank, Hotel, hingga Perusahaan Listrik

Megapolitan
Dirut Jakpro Sebut 7 Ajang Balap Tahun Ini Akan Gunakan Sirkuit Ancol

Dirut Jakpro Sebut 7 Ajang Balap Tahun Ini Akan Gunakan Sirkuit Ancol

Megapolitan
Formula E Akan Gunakan Pawang Hujan, Panitia: Kita Cari yang Paling Top

Formula E Akan Gunakan Pawang Hujan, Panitia: Kita Cari yang Paling Top

Megapolitan
Energi Bersih, Daya Pikat Jakarta agar Tak Ditinggalkan

Energi Bersih, Daya Pikat Jakarta agar Tak Ditinggalkan

Megapolitan
Sakit Hati Berujung Pembunuhan di Jatisampurna, Pelaku Mengaku ke Suami dan Serahkan Diri

Sakit Hati Berujung Pembunuhan di Jatisampurna, Pelaku Mengaku ke Suami dan Serahkan Diri

Megapolitan
Sampah Sumbat Sungai Bikin Sejumlah Wilayah di Depok Kebanjiran

Sampah Sumbat Sungai Bikin Sejumlah Wilayah di Depok Kebanjiran

Megapolitan
15 Hari Jelang Formula E Jakarta: Tiket VIP Ludes, Diminati Warga Negara Asing

15 Hari Jelang Formula E Jakarta: Tiket VIP Ludes, Diminati Warga Negara Asing

Megapolitan
Eno Farihah Tewas dengan Tubuh Tertancap Pacul, Inisiator Pemerkosaan Lolos dari Hukuman Mati (2)

Eno Farihah Tewas dengan Tubuh Tertancap Pacul, Inisiator Pemerkosaan Lolos dari Hukuman Mati (2)

Megapolitan
Panitia Formula E Minta Sponsor ke Menteri BUMN, tapi Belum Direspons

Panitia Formula E Minta Sponsor ke Menteri BUMN, tapi Belum Direspons

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.