Jumlah Penerima Suket pada Pilkada DKI Sebanyak 138.741

Kompas.com - 18/04/2017, 15:03 WIB
Komisioner KPU DKI Jakarta Moch Sidik di ruang kerjanya di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (24/3/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIKomisioner KPU DKI Jakarta Moch Sidik di ruang kerjanya di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (24/3/2017).
Penulis Nursita Sari
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner KPU DKI Jakarta Bidang Pemutakhiran Data Pemilih, Moch Sidik mengatakan, jumlah penerima surat keterangan (suket) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta pada Pilkada DKI Jakarta 2017 sebanyak 138.741. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari penerima suket pada putaran pertama dan putaran kedua.

"Suket pertama kan 84.591 di putaran pertama yang sampe tanggal 14 Februari. Ini penambahannya di putaran kedua 54.150. Total 138.741, ini yang dari Dukcapil," kata Sidik di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2017).

Sidik mengatakan, dari jumlah tersebut, ada sebagian penerima suket yang telah dimasukan ke dalam daftar pemilih tetap (DPT) putaran kedua.

Penerima suket yang sudah terdaftar dalam DPT dapat menggunakan hak pilihnya mulai pukul 07.00-13.00 WIB. Sementara penerima suket yang belum masuk ke dalam DPT akan menjadi daftar pemilih tambahan (DPTb). Mereka bisa mencoblos mulai pukul 12.00-13.00 WIB selama surat suara masih tersedia.

KPU DKI Jakarta mengimbau agar penerima suket mengecek dirinya telah terdaftar atau belum di dalam DPT. Hal itu dilakukan agar pemilih DPT tidak tumpang tindih dengan pemilih DPTb karena sama-sama memegang suket.

"Makanya di surat edaran kami, kami sampaikan di situ agar KPPS ataupun orangnya bisa mengecek secara online dengan memasukkan NIK-nya," kata Sidik.

Selain itu, KPU DKI Jakarta juga akan membekali KPPS di setiap TPS dengan daftar penerima suket yang berpotensi menjadi DPTb di TPS yang bersangkutan. KPU DKI Jakarta juga akan menempel format surat keterangan yang sah digunakan.

"Itu kan contoh suket kami tempel di depan TPS. Tentu saja kalau tidak sesuai dengan formatnya, namanya, KPPS berhak menegur, tidak diberikan haknya," kata Sidik.

Baca juga: Batas Penerbitan Suket untuk Pilkada DKI Diputuskan 13 April

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buruh Bangunan Kaget Namanya Dipakai Kepemilikan Mobil Rolls Royce Phantom

Buruh Bangunan Kaget Namanya Dipakai Kepemilikan Mobil Rolls Royce Phantom

Megapolitan
Keluarga Sebut Tersangka Kasus Bendera Bintang Kejora Sedang Sakit Saat Dilimpahkan

Keluarga Sebut Tersangka Kasus Bendera Bintang Kejora Sedang Sakit Saat Dilimpahkan

Megapolitan
Istri Surya Anta Pastikan Suaminya Ditahan di Ruang Isolasi Mako Brimob

Istri Surya Anta Pastikan Suaminya Ditahan di Ruang Isolasi Mako Brimob

Megapolitan
Antisipasi DBD Saat Musim Hujan, PMI Tangsel Jaga Ketersediaan Stok Trombosit

Antisipasi DBD Saat Musim Hujan, PMI Tangsel Jaga Ketersediaan Stok Trombosit

Megapolitan
Gerindra Ajukan 4 Cawagub DKI, Seperti Apa Rekam Jejaknya?

Gerindra Ajukan 4 Cawagub DKI, Seperti Apa Rekam Jejaknya?

Megapolitan
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Tolak 1.488 WNA Masuk Indonesia, Terbanyak dari India

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Tolak 1.488 WNA Masuk Indonesia, Terbanyak dari India

Megapolitan
WNA Penyelundup Narkoba Terafiliasi Jaringan di Empat Negara

WNA Penyelundup Narkoba Terafiliasi Jaringan di Empat Negara

Megapolitan
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Butuh Damkar Sektor Pondok Gede

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Butuh Damkar Sektor Pondok Gede

Megapolitan
Camat Mengaku Sempat Ajak Warga Sunter Agung Tinjau Lokasi Usaha Baru, tetapi...

Camat Mengaku Sempat Ajak Warga Sunter Agung Tinjau Lokasi Usaha Baru, tetapi...

Megapolitan
Mayat Laki-laki Ditemukan Terapung di Danau Setu Pedongkelan

Mayat Laki-laki Ditemukan Terapung di Danau Setu Pedongkelan

Megapolitan
Beredar Foto Jalur Sepeda di Cikini Dibongkar, Ini Penjelasan Pemprov DKI

Beredar Foto Jalur Sepeda di Cikini Dibongkar, Ini Penjelasan Pemprov DKI

Megapolitan
Narkoba yang Diselundupkan 4 WNA Disebut untuk Stok Tahun Baru

Narkoba yang Diselundupkan 4 WNA Disebut untuk Stok Tahun Baru

Megapolitan
Dampak Dua Proyek Flyover, Macet di Poltangan dan Depan Kampus IISIP

Dampak Dua Proyek Flyover, Macet di Poltangan dan Depan Kampus IISIP

Megapolitan
WNA Afrika Ditangkap karena Selundupkan Narkoba di Balik Pakaian Dalam

WNA Afrika Ditangkap karena Selundupkan Narkoba di Balik Pakaian Dalam

Megapolitan
Normalisasi Situ dan Sungai Jadetabek, Sampah Rumah Tangga dan Lumpur Dikeruk

Normalisasi Situ dan Sungai Jadetabek, Sampah Rumah Tangga dan Lumpur Dikeruk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X