Kompas.com - 18/04/2017, 18:55 WIB
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu pemilih di TPS 88 Kelurahan Cengkareng Timur, Baby, menceritakan bagaimana dia dan warga di sekitar rumahnya aktif mengurus segala sesuatu agar bisa menggunakan hak pilihnya dengan lancar pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, Rabu (19/4/2017).

Sikap aktif dia dan warga di sekitar perumahan Mutiara Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat, tak lepas dari pengalaman kesulitan mencoblos saat Pilkada putaran pertama, Februari 2017 lalu.

Agar hal itu tidak terulang, warga berinisiatif mengingatkan tetangganya melalui grup chat WhatsApp.

"Kami belajar dari pengalaman, jangan sampai susah nyoblos lagi. Makanya kami mengingatkan terus tetangga di grup WhatsApp, jangan sampai lupa nyoblos besok," kata Baby kepada Kompas.com, Selasa (18/4/2017) sore.

Senada dengan Baby, warga lainnya, Merry, mengungkapkan sampai harus mengurus DPT (Daftar Pemilih Tetap) ke KPUD DKI Jakarta.

Saat Pilkada putaran pertama lalu, Merry tidak dapat undangan dan tidak diperkenankan mencoblos sebelum pukul 12.00 WIB.

"Padahal sudah lama tinggal di sini, harusnya sudah masuk DPT. Sekarang saya sama keluarga enggak mau kecolongan lagi, jangan sampai suaranya hilang," tutur Merry.

TPS 88 dan 89 Cengkareng Timur sempat jadi sorotan karena warga membludak dan terkendala memilih pada Pilkada putaran pertama, 15 Februari 2017.

Sebagian besar dari warga tidak masuk dalam DPT, sehingga baru bisa mencoblos dengan waktu terbatas satu jam sebelum TPS ditutup.

Kompas TV JakPus Terima Distribusi Logistik Pilkada DKI Putaran 2
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Janji Manis Anies Bangun Kampung Gembira Gembrong, Menghadap ke Sungai hingga Atap Warna-warni

Janji Manis Anies Bangun Kampung Gembira Gembrong, Menghadap ke Sungai hingga Atap Warna-warni

Megapolitan
10 Rekomendasi Tempat Wisata di Cibubur

10 Rekomendasi Tempat Wisata di Cibubur

Megapolitan
7 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta

7 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta

Megapolitan
Taman Kelinci Bambu Apus: Harga Tiket dan Jam Operasionalnya

Taman Kelinci Bambu Apus: Harga Tiket dan Jam Operasionalnya

Megapolitan
Tingkat Keterisian Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 14 Persen

Tingkat Keterisian Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 14 Persen

Megapolitan
Cegah Tawuran, Pemkot Jaksel Siapkan Anggaran Rp 250 Juta

Cegah Tawuran, Pemkot Jaksel Siapkan Anggaran Rp 250 Juta

Megapolitan
Polisi Musnahkan 32,5 Kg Sabu dan 5 Kg Ganja Hasil Pengungkapan Kasus dari Maret hingga Juni 2022

Polisi Musnahkan 32,5 Kg Sabu dan 5 Kg Ganja Hasil Pengungkapan Kasus dari Maret hingga Juni 2022

Megapolitan
Pembangunan Sanitasi Layak di Setu Dilakukan di Tiga Kelurahan pada Tahun Ini

Pembangunan Sanitasi Layak di Setu Dilakukan di Tiga Kelurahan pada Tahun Ini

Megapolitan
BOR di RS Depok Masih Aman meski Kasus Covid-19 Meningkat

BOR di RS Depok Masih Aman meski Kasus Covid-19 Meningkat

Megapolitan
Korban Penusukan oleh Pria Beratribut Polisi di Bekasi Mengaku Tak Kenal Pelaku

Korban Penusukan oleh Pria Beratribut Polisi di Bekasi Mengaku Tak Kenal Pelaku

Megapolitan
Sepanjang Juni 2022, Camat Setu Bangun 13 dari 20 Sanitasi yang Ditargetkan

Sepanjang Juni 2022, Camat Setu Bangun 13 dari 20 Sanitasi yang Ditargetkan

Megapolitan
Anies Bangun Kampung Gembira, Pengamat: Jangan Sampai Langgar Tata Ruang

Anies Bangun Kampung Gembira, Pengamat: Jangan Sampai Langgar Tata Ruang

Megapolitan
Belasan Santriwati di Ponpes Depok Dicabuli Ustaz hingga Kakak Kelas, Pemkot Depok Beri Pendampingan Psikologis

Belasan Santriwati di Ponpes Depok Dicabuli Ustaz hingga Kakak Kelas, Pemkot Depok Beri Pendampingan Psikologis

Megapolitan
Kronologi Penusukan Ibu dan Anak oleh Pria Beratribut Polisi di Bekasi...

Kronologi Penusukan Ibu dan Anak oleh Pria Beratribut Polisi di Bekasi...

Megapolitan
Pria Beratribut Polisi Tusuk Ibu dan Anak di Bekasi, Polsek Bantargebang Lakukan Penyelidikan

Pria Beratribut Polisi Tusuk Ibu dan Anak di Bekasi, Polsek Bantargebang Lakukan Penyelidikan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.