Ingin Pantau TPS, Sekelompok Orang Diusir dari TPS 05 Kuningan Timur

Kompas.com - 19/04/2017, 11:53 WIB
Presiden RI ketiga BJ Habibie datang ke TPS 05 Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017) KOMPAS.com/Sakina Rahma Diah SetiyawanPresiden RI ketiga BJ Habibie datang ke TPS 05 Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017)
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi mengusir sekelompok orang dari Tempat Pemungutan Suara ( TPS) 05 Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017). TPS tersebut merupakan tempat mantan Presiden RI, BJ Habibie, menggunakan hak pilihnya pagi ini.

"Iya (diusir), enggak banyak, 15 oranglah," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan saat dihubungi.

Iwan menjelaskan, segerombolan orang tersebut bukan warga setempat. Ketika ditanyai kepentingannya, mereka mengaku ingin ikut memantau TPS. TPS itu sudah dijaga polisi dan TNI.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana dan jajarannya bahkan sempat meninjau TPS tersebut. Mereka datang sebelum pejabat kepolisian dan Habibie datang ke TPS.

Segerombolan orang yang memakai baju putih itu sempat menolak pergi ketika diminta untuk tidak ikut memantau TPS. Namun akhirnya mereka mau meninggalkan TPS setelah polisi mengancam akan mengamankan mereka jika tak mau enyah.

"Dari informasinya rumah pemenangan nomor tiga menurut dia. Mau pantau TPS, kami sudah imbau enggak mau. Saya bilang kalau enggak mau saya amankan, lalu bubar," kata Iwan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

Megapolitan
Polisi: Komplotan Pembobol ATM Telah Beraksi di 7 Minimarket Wilayah Tangsel

Polisi: Komplotan Pembobol ATM Telah Beraksi di 7 Minimarket Wilayah Tangsel

Megapolitan
Jakarta Banjir, Ini Daftar Area Hijau yang Kini Berubah Jadi Mal hingga Gedung

Jakarta Banjir, Ini Daftar Area Hijau yang Kini Berubah Jadi Mal hingga Gedung

Megapolitan
Sempat Kabur, Komplotan Pembobol ATM Minimarket di Pondok Aren Akhirnya Ditangkap

Sempat Kabur, Komplotan Pembobol ATM Minimarket di Pondok Aren Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
Begini Cerita Terbentuknya Komplotan Miras Impor Palsu di Jakarta Utara

Begini Cerita Terbentuknya Komplotan Miras Impor Palsu di Jakarta Utara

Megapolitan
Jelang Imlek, Patung-patung Dewa di Wihara Dharma Bakti Dibersihkan

Jelang Imlek, Patung-patung Dewa di Wihara Dharma Bakti Dibersihkan

Megapolitan
Dipaksa Akui Lempar Batu, Lutfi Si Pembawa Bendera Mengaku Disetrum dan Dipukul

Dipaksa Akui Lempar Batu, Lutfi Si Pembawa Bendera Mengaku Disetrum dan Dipukul

Megapolitan
Pesan Anies ke Cawagub DKI, Janji Kampanyenya Diikuti

Pesan Anies ke Cawagub DKI, Janji Kampanyenya Diikuti

Megapolitan
Warga Sebut Semen Cor di Flyover Gaplek Sudah Dua Kali Rembes

Warga Sebut Semen Cor di Flyover Gaplek Sudah Dua Kali Rembes

Megapolitan
Pemalsu Miras Impor di Jakarta Utara Jual Produknya Seharga Rp 200.000

Pemalsu Miras Impor di Jakarta Utara Jual Produknya Seharga Rp 200.000

Megapolitan
Mengapa Tak Ada Politisi PKS yang Hadiri Pengumuman Cawagub DKI Bersama Gerindra?

Mengapa Tak Ada Politisi PKS yang Hadiri Pengumuman Cawagub DKI Bersama Gerindra?

Megapolitan
Polisi Amankan 1 Kendaraan Roda Empat dalam Bentrok Ormas di Bogor

Polisi Amankan 1 Kendaraan Roda Empat dalam Bentrok Ormas di Bogor

Megapolitan
Ada Barongsai Air dan Darat di Seaworld Saat Perayaan Imlek 2020

Ada Barongsai Air dan Darat di Seaworld Saat Perayaan Imlek 2020

Megapolitan
Semen Cor Proyek Flyover Rembes, Jalan Gaplek Macet Panjang

Semen Cor Proyek Flyover Rembes, Jalan Gaplek Macet Panjang

Megapolitan
Nama Cawagub DKI Diganti, Anies Yakin Gerindra-PKS Punya Pertimbangan Matang

Nama Cawagub DKI Diganti, Anies Yakin Gerindra-PKS Punya Pertimbangan Matang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X